International News
Korban Perang AS–Israel vs Iran Tembus 1.000 Orang, Teheran Jadi Target Serangan Bertubi-tubi

Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran terus memanas. Hingga 4 Maret 2025, jumlah korban tewas dilaporkan sudah mencapai 1.045 orang, termasuk warga sipil.
JAKARTA | Korban Perang AS–Israel vs Iran Tembus 1.045 Orang.
Konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel makin memanas. Jumlah korban tewas akibat serangan militer yang berlangsung beberapa hari terakhir dilaporkan sudah menembus angka 1.000 orang.
Laporan terbaru menyebutkan total korban meninggal mencapai 1.045 orang hingga Rabu, 4 Maret 2025. Angka tersebut berasal dari data lembaga resmi Iran yang menangani korban perang dan veteran.
Lonjakan korban terjadi cukup drastis dalam waktu singkat. Dalam satu hari terakhir saja, hampir 300 orang dilaporkan meninggal dunia akibat rangkaian serangan udara dan pemboman yang terjadi di beberapa kota.
Banyak dari korban tersebut disebut merupakan warga sipil, yang terdampak langsung oleh serangan di area permukiman dan fasilitas publik.
Kantor berita Iran melaporkan bahwa sehari sebelumnya jumlah korban tewas masih berada di angka 787 orang.
Data itu berasal dari Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, lembaga resmi yang mengelola data korban konflik dan keluarga korban perang.
Namun dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, angka tersebut meningkat tajam hingga melampaui seribu korban jiwa.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa intensitas serangan yang terjadi dalam konflik terbaru di Timur Tengah semakin tinggi.
Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga dilaporkan terus bertambah. Namun hingga kini belum ada angka pasti terkait total korban luka yang dirawat di berbagai rumah sakit di Iran.
Hingga hari kelima konflik, serangan militer antara kedua pihak masih terus terjadi.
Serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus menyasar ibu kota Iran, Teheran, serta beberapa kota penting lain di sekitarnya.
Selain Teheran, wilayah yang dilaporkan menjadi target serangan antara lain:
Serangan tersebut dilakukan dalam beberapa gelombang yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Pasukan Pertahanan Israel menyebut bahwa pada Rabu siang terjadi gelombang serangan ke-10 terhadap target-target militer dan infrastruktur di Iran.
Sejumlah laporan media lokal Iran menyebutkan bahwa Teheran menjadi pusat utama serangan udara dalam beberapa hari terakhir.
Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa distrik kota. Sejumlah bangunan rusak akibat serangan tersebut.
Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa sekolah-sekolah ikut menjadi target serangan, yang kemudian menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Dalam satu serangan yang terjadi pada Rabu siang, media lokal melaporkan lima orang tewas setelah serangan mengenai bangunan di area perkotaan.
Situasi ini membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman.
Di sisi lain, Iran juga melakukan serangan balasan terhadap target militer Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan ke-16 dan ke-17 sejak Selasa malam hingga Rabu siang.
Serangan tersebut merupakan bagian dari respons militer Iran terhadap operasi udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
IRGC menyebut bahwa serangan balasan ini menargetkan fasilitas militer serta infrastruktur yang berkaitan dengan operasi militer Israel.
Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerusakan atau korban dari pihak Israel akibat serangan balasan tersebut.
Konflik antara Iran dan Israel memang sudah berlangsung lama dalam bentuk ketegangan geopolitik dan operasi militer terbatas.
Namun eskalasi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat secara langsung membuat konflik ini kembali menjadi perhatian dunia internasional.
Sejumlah pengamat menilai bahwa situasi ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah jika tidak segera mereda.
Sementara itu, berbagai negara dan organisasi internasional mulai menyerukan deeskalasi dan penghentian serangan untuk mencegah bertambahnya korban sipil.
Namun hingga saat ini, operasi militer dari kedua pihak masih terus berlangsung.
source: inews
Serangan udara Israel di Gaza kembali menelan korban jiwa, termasuk anak-anak, meski gencatan senjata masih berlaku...
Iran menyatakan kemenangan usai AS disebut menyetujui 10 poin tuntutan, termasuk soal Selat Hormuz dan sanksi....
Ancaman Donald Trump ke Iran picu gelombang pemakzulan di AS. Demokrat hingga sebagian Republik mulai dorong...
Insiden AirAsia AK720 rute Singapura-Kuala Lumpur bikin heboh karena panel kabin copot pas landing, untungnya nggak...
Militer Israel siapkan zona keamanan di Lebanon Selatan, ratusan ribu warga masih mengungsi dan belum diizinkan...

