Mojtaba Khamenei dilaporkan terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru (Foto: AP)
Putra sulung Khamenei, Mojtaba Hosseini, dikabarkan resmi terpilih jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Prosesnya alot, ada cawe-cawe militer! Cek fakta lengkapnya di sini.
JAKARTA | Gaes, kabar panas banget nih dari Timur Tengah. Setelah nyokapnya (baca: pemimpin tertinggi) meninggal dunia karena serangan gabungan AS-Israel, Iran sekarang udah punya nahkoda baru. Dia adalah Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kandung dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Jadi gini ceritanya. Media oposisi, Iran International, ngebocorin kalau Majelis Pakar—ini kayak dewan elite yang punya wewenang milih pemimpin—udah resmi menunjuk Mojtaba sebagai pengganti. Informasi ini mereka dapet dari sumber pejabat anonim, gitu deh biasalah, internal circle .
Proses Alot dan ‘Cawe-cawe’ Militer
Nah, yang bikin seru, proses pemilihan ini katanya nggak mulus-mulus amat. Ada tarik ulur kepentingan, terutama karena intervensi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran alias IRGC. Yap, militer ikut cawe-cawe! Nggak heran sih, soalnya Mojtaba ini emang dikenal deket banget sama petinggi militer. Bahkan, isunya dia lebih keras kepala dari bokapnya sendiri, lho .
Siapa Sebenarnya Mojtaba?
Buat yang baru denger namanya, Mojtaba Khamenei (47 tahun) ini selama hidupnya dikenal sebagai sosok misterius tapi super powerfull di balik layar pemerintahan Iran. Dia nggak pernah megang jabatan resmi, tapi pintunya ke mana-mana. Kerjanya di Kantor Pemimpin Tertinggi, jadi semacam penjaga gawang sekaligus orang kepercayaan nyokapnya . Dia juga disebut-sebut punya pengaruh gede di berbagai institusi politik, keamanan, dan keagamaan .
Koneksinya sama militer udah terbangun lama, bahkan sejak perang Iran-Irak dulu. Makanya, nggak aneh kalau sekarang IRGC ngotot ngajuin namanya . Bahkan, Amerika Serikat pernah menjatuhkan sanksi ke Mojtaba pada 2019 karena dianggap “menerima mandat kepemimpinan” dan bekerja sama dengan pasukan keamanan buat ngacauin stabilitas regional . Wih, serem banget kan?
Belum Ada Pengumuman Resmi, Ada Apa?
Tapi, kita juga harus fair. Sampai berita ini diturunin, pemerintah Iran belum ngasih pernyataan resmi sama sekali. Jadi statusnya masih “kabarnya” gitu. Situasi lagi panas-panasnya, jadi semua gerak-gerik mereka pasti dijagain ketat .
Yang jelas, kekosongan kekuasaan ini terjadi setelah mendiang Ali Khamenei (86) tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Nggak cuma dia, serangan brutal di kompleks kediamannya di Teheran itu juga ngerenggut nyawa putrinya, menantunya, dan cucunya. Bahkan istrinya, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, meninggal beberapa hari kemudian karena luka parah . Duh, serem banget.
Ancaman Nyata: Israel Udah Ngasih Ultimatum
Nah, ini yang bikin makin panas. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, udah ngasih peringatan keras. Dia bilang, siapapun pengganti Ali Khamenei bakal jadi target eliminasi mereka. Wuih, langsung diancam mati gitu! Israel menganggap rezim Iran adalah “rezim teror” yang harus dihabisi .
Jadi, meskipun Mojtaba udah ‘resmi’ secara internal, tantangan terbesarnya justru dari luar. Hidupnya bakal langsung diincar. Apalagi laporan The New York Times bilang, sempet ada kekhawatiran di internal Majelis Pakar kalau penunjukan Mojtaba bakal bikin dia jadi sasaran empuk serangan Israel selanjutnya. Parah kan? .
Jadi gitu gaes, skenario peralihan kekuasaan di Iran lagi memanas. Mojtaba yang dikenal keras dan dekat militer akhirnya duduk di kursi panas. Tapi, tanpa pengakuan resmi dari pemerintah Iran dan di tengah ancaman pembunuhan dari Israel, masa depannya masih diselimuti misteri. Apakah dia bakal aman? Atau justru jadi biang kerok perang baru? Kita tunggu update selanjutnya aja.