Habib Rizieq Shihab buka suara soal materi Pandji Pragiwaksono di Mens Rea yang dianggap menyinggung ajaran Islam dan menghina Al-Qur’an. Ia minta Pandji tobat dan Netflix hapus bagian tersebut.
JAKARTA | Habib Rizieq Geram: “Ini Bukan Sekadar Lawakan, Tapi Hina Alquran!”
Nama Pandji Pragiwaksono lagi-lagi jadi topik panas. Setelah penayangan Mens Rea di Netflix, isi materinya menuai reaksi keras terutama dari Habib Rizieq Shihab.
Dalam salah satu video yang diunggah channel Islamic Brotherhood Television, Rizieq terang-terangan menilai materi Pandji sudah kebablasan dan menyentuh ranah sensitif umat Islam.
“Kalau kritik pemerintah, saya dukung. Saya juga sering kritik pemerintah,” kata Habib Rizieq, seperti dikutip Selasa (13/1/2026). “Tapi ada bagian yang sangat memprihatinkan,” lanjutnya.
“Ngapain Hina Orang Rajin Salat?”
Menurut Habib Rizieq, bagian yang paling bermasalah adalah ketika Pandji menyinggung kelompok yang memilih calon pemimpin karena rajin salat.
Bagi Rizieq, hal itu bukan cuma soal preferensi politik, tapi ajaran agama yang jelas diatur dalam Islam.
“Kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat? Itu ajaran Islam. Haram hukumnya pilih pemimpin yang gak salat,” tegasnya. “Sepintar apapun dia, sehebat apapun dia, kalau dia gak salat, haram. Jangan kau hina.”
Habib Rizieq juga menilai bagian itu terasa seperti olok-olok terhadap umat Islam yang berpegang pada prinsip ibadah. “Kalau orang Islam wajib punya pemimpin yang salatnya enggak bolong, bagus nggak? Bagus, kan? Nah, kalau itu diolok-olok, enggak boleh,” ujarnya dengan nada kecewa.
“Itu Penghinaan Terhadap Alquran!”
Bukan cuma soal pemimpin, Rizieq menilai candaan Pandji tentang salat juga bisa dikategorikan sebagai penghinaan terhadap ayat suci.
Menurutnya, dalil yang dibawa Pandji bahwa ada orang salat tapi tetap maksiat atau korupsi justru bisa menyesatkan pemahaman masyarakat.
“Ini penghinaan terhadap ayat suci Alquran,” kata Habib Rizieq. “Yang bilang salat itu benteng dari maksiat itu Allah, bukan manusia. Jadi jangan dijadikan bahan lelucon.”
Habib Rizieq menegaskan, salat adalah syiar Allah dan harus dijaga kesuciannya. “Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar. Itu firman siapa? Firman Allah! Jadi jangan dicandain, jangan diolok-olokin,” tegasnya.
“Lu Pelawak, Bukan Ulama!”
Habib Rizieq juga mengingatkan Pandji agar tahu batas perannya di panggung. “Saudara, Anda enggak usah berfatwa. Anda bukan ulama, Anda pelawak,” ujarnya.
Ia pun meminta Pandji untuk segera tobat dan meminta maaf, termasuk kepada umat Islam yang merasa tersinggung. “Rekamannya yang di Netflix, bagian yang menghina salat itu, hapus. Netflix juga wajib cabut atau edit bagian itu. Jangan biarkan ditonton jutaan orang,” kata Rizieq.
Pandji Masih Santai: “Gue Baik-Baik Aja Kok”
Sementara itu, Pandji yang tengah berada di New York, AS, menanggapi dengan santai lewat Instagram Story. “Hai, apa kabar Indonesia? Gua cuma mau bilang makasih buat semua dukungan dan doa,” tulisnya.
Pandji memastikan dirinya baik-baik saja dan tetap tenang menghadapi situasi yang sedang ramai di Tanah Air. “Banyak banget yang doain baik-baik ke gue. Thank you,” katanya.
Di sisi lain, Mens Rea juga memicu laporan hukum. Kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah resmi melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 8 Januari 2026.
Rizki Abdul Rahman Wahid, perwakilan pelapor, mengatakan bahwa materi Pandji dianggap melampaui batas. “Menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan menimbulkan kegaduhan di ruang media,” ujarnya.
Akankah Pandji Minta Maaf?
Kasus ini jelas belum berakhir. Banyak pihak masih menunggu apakah Pandji akan memberikan klarifikasi resmi atau permintaan maaf terbuka. Sementara itu, warganet pun terbelah: ada yang menganggap Pandji hanya sedang menjalankan fungsi satire sosial, tapi ada juga yang menilai leluconnya menistakan agama.
Satu hal pasti, komedi dan batas sensitif keagamaan selalu jadi wilayah tipis yang butuh kehati-hatian ekstra. Apalagi kalau sudah menyangkut iman dan keyakinan banyak orang salah ucap sedikit, bisa berujung laporan polisi.