Ilustrasi pola hidup sehat. (Image ilustration: AI)
Data IDF 2024 tunjukkan 20,4 juta orang Indonesia kena diabetes. Simak cara jitu cegah diabesity kombinasi diabetes dan obesitas yang lagi hits dengan gaya hidup kekinian.
JAKARTA | Gengs, denger-denger nih, penyakit diabetes nggak cuma buat orang tua aja lagi. Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2024 aja bilang, ada 20,4 juta orang Indonesia yang hidup sama diabetes. Angkanya gila prevalensinya nyampe 11,3%! Ini bikin Indonesia masuk jajaran negara dengan penderita diabetes tertinggi di dunia.
Nah, salah satu biang keroknya itu apa? Obesitas. Iya, berat badan berlebih bisa pemicu efek domino yang berujung ke diabetes tipe 2. Kondisi dimana tubuh kita jadi kebal sama insulin, akhirnya gula darah melonjak nggak karuan. Fenomena ini sekarang sering disebut “Diabesity”, alias kombinasi mematikan dari diabetes plus obesitas.
Gimana Cara Putusin Rantai “Diabesity”?
Menurut dr. Alex Teo dari Herbalife, kunci utamanya tuh sesederhana memperbaiki pola makan dan lebih banyak gerak. Nggak perlu perubahan drastic, kok!
Ilustrasi pola hidup sehat. (Image ilustration: AI)
“Dengan membuat pilihan kecil dan sadar setiap hari untuk mencapai penurunan berat badan yang moderat, individu dapat secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko terkena diabetes,” jelasnya.
Nih, simak 3 cara konkret yang bisa kamu lakuin dari sekarang:
1. Ganti Pola Makan, Yuk! Sadar Gula!
Jangan dikira, nutrisi yang kita masukin tiap hari berperan besar banget buat cegah diabesity. Makanan dengan indeks glikemik tinggi kayak roti putih dan camilan manis bikin gula darah naik turbo. Akibatnya? Risiko resistensi insulin makin gedhe.
FYI, minuman kesayangan kita kayak Boba Tea itu salah satu silent killernya, lho!
“Misalnya, bola tapioka pada bubble tea populer menambah kalori dan meningkatkan indeks glikemiknya (GI), yang berkontribusi terhadap obesitas, memburuknya diabetes, dan kontrol tekanan darah yang buruk,” tegas dr. Alex Teo.
Jadi, maybe it’s time to reduce your boba intake, guys. Sebagai gantinya, coba deh ganti dengan gandum utuh, buah, dan sayuran kaya serat. Makanan ini bisa bantu stabilin gula darah dan bikin kenyang lebih lama.
2. Jago Pilih Suplemen Pendamping
Selain makan sehat, kita bisa dong bantu tubuh dengan nutrisi tambahan. Ada tiga suplemen yang bisa jadi pilihan:
Protein: Bantu kendaliin nafsu makan dan tingkatkan metabolisme, jadi tubuh bakar kalori lebih banyak.
Omega-3 (yang ada di ikan salmon): Redain peradangan dan perbaiki sensitivitas insulin.
Magnesium: Sangat penting buat dukung fungsi insulin dan metabolisme glukosa. Plus, bagus juga buat tekanan darah dan fungsi otot.
3. Biasain Gaya Hidup Sehat yang Nggak Ribet!
Last but not least, gaya hidup sehat nggak harus berat, kok. Coba deh lakuin:
Olahraga Reguler: Targetin 150 menit per minggu aja. Nggak harus ke gym, jalan kaki atau yoga di meja kerja juga udah bagus banget buat stabilin gula darah.
Kelola Stres & Tidur Cukup: Kurang tidur dan stres kronis bisa ngerusak fungsi metabolik kita. Coba teknik praktis kayak meditasi atau latihan pernapasan buat redain stres.
Intinya, menurut dr. Alex Teo, di tengah kesibukan yang super sibuk, kuncinya ada di konsistensi melakukan penyesuaian sederhana. Deteksi dini dan perawatan preventif adalah kunci utama buat hasil yang lebih baik dalam pencegahan diabetes.
So, jangan tunggu sampai terlambat, Gengs! Mulai dari hal kecil dan sayangi tubuh kita dari sekarang