Connect with us

Gas Melon Kembali Normal, Harga di Warung Rp22 Ribu! Simak Penjelasannya

Economic & Business

Gas Melon Kembali Normal, Harga di Warung Rp22 Ribu! Simak Penjelasannya

 PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku Subholding Commercial & Trading bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian bergerak cepat mengecek langsung ketersediaan LPG Subsidi 3 Kg dengan melakukan sidak dan pemantauan. Hal ini dilakukan di 255 titik untuk memastikan pasokan LPG Subsidi di daerah aman dan tepat sasaran. (Dok. Pertamina)

JAKARTA | Akhirnya, kabar baik buat kita semua! Gas melon alias LPG 3 kg yang sempet bikin ribut masyarakat beberapa waktu lalu, sekarang udah mulai bisa didapetin lagi kayak biasa. Setelah pemerintah sempet ngasih kebijakan kontroversial dengan menghentikan penjualan gas subsidi ini lewat pengecer per 1 Februari 2025, akhirnya mereka nyerah juga sama protes warga. Sekarang, pengecer kembali aktif jualan, tapi dengan sistem baru: mereka disebut “sub pangkalan.” Jadi, lebih terorganisir gitu deh.

Distribusi Udah Lancar Lagi

Warung-warung kelontong dan pengecer kecil udah mulai nerima pasokan langsung dari pangkalan resmi. Alhasil, masyarakat nggak perlu lagi antre panjang-panjang di pangkalan buat dapetin gas subsidi ini. Sebelumnya, banyak orang yang ngerasa kesel karena harus antre berjam-jam cuma buat beli gas. Bahkan ada yang sampe pulang dengan tangan kosong karena stok abis. Nah, sekarang sih, udah agak lega karena gas melon bisa dibeli di warung atau pengecer dekat rumah.

Harga Gas Melon di Pangkalan vs Warung

Soal harga, ternyata ada beda tipis antara beli di pangkalan sama di warung atau pengecer. Di pangkalan resmi, misalnya di Pangkalan Lagiman Pamulang atau Toko Windi Ciater di Tangerang Selatan, harga gas melon masih di angka Rp19 ribu per tabung , sesuai aturan pemerintah. Ini harga resmi yang nggak boleh dinaikin lagi sama pangkalan.

Tapi kalau beli di warung atau pengecer, harganya naik dikit jadi Rp22 ribu per tabung . Lumayan sih selisihnya, tapi setidaknya nggak sampe bikin kantong bolong. Misalnya di Toko Maju Ciputat atau warung-warung kecil lainnya di Tangerang Selatan, harga segitu udah jadi standar. Menurut penjaga warung, harga itu udah termasuk ongkos distribusi dari pangkalan ke warung, makanya lebih mahal dikit.

“Kita ambil dari pangkalan, terus bawa ke warung. Ya otomatis harganya naik dikit lah, biar kita juga dapat untung,” kata salah satu pemilik warung di Ciputat.

Nggak cuma itu, kadang stok di pangkalan juga nggak selalu tersedia setiap hari. Ada pangkalan yang punya kuota sampai 100 tabung per hari, tapi sering kali langsung habis dibagi-bagi ke warung-warung. Jadi, kalau mau beli di pangkalan, mending dateng pagi-pagi biar kebagian.

Gas Non-Subsidi Masih Stabil

Buat yang pake gas non-subsidi (tabung biru), tenang aja, harganya masih stabil kok sejak November 2023. Contohnya, harga LPG 12 kg di Jawa-Bali masih di kisaran Rp192 ribu , sementara di daerah lain bisa lebih mahal tergantung lokasi. Kalau di Papua atau Maluku, ya auto lebih tinggi lagi, bisa sampe Rp249 ribu buat tabung 12 kg. Waduh, emang beda banget ya harga di tiap daerah!

Berikut rincian harga gas non-subsidi di beberapa wilayah:

  • Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah:
    • LPG 5,5 kg: Rp94.000
    • LPG 12 kg: Rp194.000
  • Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara:
    • LPG 5,5 kg: Rp97.000
    • LPG 12 kg: Rp202.000
  • Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat:
    • LPG 5,5 kg: Rp90.000
    • LPG 12 kg: Rp192.000
  • Kalimantan Utara:
    • LPG 5,5 kg: Rp107.000
    • LPG 12 kg: Rp229.000
  • Maluku, Papua:
    • LPG 5,5 kg: Rp117.000
    • LPG 12 kg: Rp249.000

Kenapa Harga Gas Melon Beda?

Nah, buat yang penasaran kenapa harga gas melon di warung lebih mahal daripada di pangkalan, ini ada alasannya. Pertama, warung atau pengecer biasanya ngambil gas dari pangkalan, terus ditambah ongkos distribusi ke warung. Kedua, warung juga butuh untung buat operasional mereka. Jadi, wajar kalau harganya naik dikit.

Tapi inget ya, meskipun harganya beda, gas melon tetap subsidi pemerintah. Jadi, kalau nemu harga yang kelewat mahal, kayak Rp30 ribu atau lebih, langsung lapor aja ke pihak terkait. Bisa jadi itu pengecer nakal yang nyari untung gede.

Tips Biar Dapet Gas Melon Lebih Murah

  1. Beli di Pangkalan Resmi
    Kalau mau harga murah, usahain beli langsung di pangkalan resmi. Tapi inget, datengnya harus pagi-pagi biar kebagian.
  2. Cek Stok di Warung Terdekat
    Kalau males antre di pangkalan, bisa coba cek warung-warung dekat rumah. Meskipun harganya Rp22 ribu, setidaknya nggak perlu repot-repot.
  3. Jangan Beli di Penjual Nakal
    Waspadai penjual yang nawarin harga terlalu tinggi. Gas melon subsidi itu udah diatur harganya sama pemerintah, jadi kalau nemu harga nggak wajar, laporkan aja.

Kesimpulan

Meskipun sempet ada drama soal distribusi gas melon, sekarang udah agak tenang lagi. Distribusi udah lancar, harga juga masih terjangkau. Tinggal pintar-pintar aja kita cari tempat beli gas yang pas di kantong. Buat yang pengen hemat, beli langsung di pangkalan resmi aja. Tapi kalau pengen praktis, warung atau pengecer juga udah cukup oke kok. 😊

sumber cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Economic & Business

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top