Menteri Digital (Komdigi) Meutya Hafid setelah rapat terbatas di Istana Negara, Senin (13/1/2025). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
JAKARTA | Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lagi siap-siap bikin gebrakan baru nih buat masyarakat Indonesia. Mereka berencana menyediakan internet murah dengan kecepatan 100 Mbps cuma seharga Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per bulan! Caranya? Pakai spektrum frekuensi radio 80 MHz di pita frekuensi 1,4 GHz yang bakal dialokasikan buat Broadband Wireless Access (BWA) . Kabarnya, frekuensi ini bakal dilelang dalam waktu dekat.
Nantinya, frekuensi ini bakal dimanfaatkan buat layanan internet rumah serta mendukung sektor pendidikan dan kesehatan. Menurut Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni, klaim internet murah ini didasarkan pada hasil kajian teknologi dari ITU (International Telecommunication Union). “Teknologi ini benar-benar bisa memberikan akses internet yang lebih terjangkau ke masyarakat,” jelas Wayan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (10/2/2025).
Targetnya: Internet Cepat dan Terjangkau
Pemerintah pengen banget frekuensi ini dimanfaatkan buat layanan internet rumah yang cepat dan murah. Targetnya, penyedia layanan BWA bisa ngasih kecepatan internet 100 Mbps dengan harga antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan. Tapi ingat ya, ini bukan buat seluler , melainkan buat internet rumah.
“Kalau tarif Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu lah harapan kami. Jadi konsepnya begini, kalau operator mau membangun jaringan ini, mereka harus bawa fiber optik dulu, lalu pancarkan sinyal ke rumah-rumah lewat akses internet,” kata Wayan.
Lelang Frekuensi 1,4 GHz Segera Digelar
Solusi utama buat wujudin internet murah ini adalah dengan melelang frekuensi 1,4 GHz. Pemerintah bahkan udah ngebut persiapannya. Kalau Peraturan Menteri (Permen) bisa keluar sesuai jadwal, lelang kemungkinan bakal digelar di minggu ketiga Februari 2025 .
“Nanti operator yang punya izin jaringan tetap Packet Switched akan kita undang buat ikutan lelang,” tambah Wayan. Ia juga menegaskan kalau frekuensi ini khusus buat jaringan tetap, bukan buat seluler. “Untuk seluler, nanti ada alokasi frekuensi lain,” imbuhnya.
Berapa Pemenang Lelang?
Kalau dilihat dari konsep yang ada sekarang, frekuensi 80 MHz bakal dibagi ke tiga blok wilayah. Artinya, kemungkinan bakal ada tiga pemenang lelang . Nah, operator-operator besar kayaknya bakal berlomba-lomba buat dapetin slot ini demi kasih layanan internet murah ke masyarakat.
Harapan untuk Masyarakat
Dengan rencana ini, diharapkan masyarakat bisa nikmatin internet super cepat dengan harga terjangkau. Apalagi di era digital sekarang, akses internet udah jadi kebutuhan pokok buat belajar, kerja, bahkan buat urusan kesehatan. Semoga aja rencana ini bisa terealisasi tanpa kendala berarti, ya!
Jadi gimana menurut lo? Siap-siap ganti provider buat nikmatin internet murah 100 Mbps Rp 100 ribuan? 😎💻