Connect with us

Telkom 2025: Laba Turun, Tapi Saham Malah Makin Ngebut

Economic & Business

Telkom 2025: Laba Turun, Tapi Saham Malah Makin Ngebut

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7% . (Photo source: Telkom Indonesia)

Laporan keuangan Telkom 2025 mencatat laba bersih Rp17,8 triliun. Meski tertekan depresiasi, transformasi TLKM 30 dorong TSR 35,7% dan pemulihan bisnis B2C.

JAKARTA, POPERS.ID | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan performa yang tetap solid di tengah tekanan industri telekomunikasi dan kondisi ekonomi yang belum stabil. Meski laba bersih mengalami penurunan, Telkom justru berhasil mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025.

Dalam laporan keuangan terbaru, Telkom membukukan net income sebesar Rp17,8 triliun dengan margin laba bersih 12,1%. Sementara normalized net income tercatat Rp22,7 triliun dengan margin 15,4%.

Pendapatan konsolidasi perseroan mencapai Rp146,7 triliun. Sedangkan EBITDA tercatat Rp72,2 triliun dengan margin 49,2%. Untuk normalized EBITDA berada di angka Rp73,2 triliun dengan margin 49,9%.

Kinerja itu jadi sinyal kalau transformasi besar-besaran yang dijalankan Telkom mulai menunjukkan hasil nyata.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan strategi transformasi TLKM 30 menjadi fokus utama perusahaan sejak 2025.

Menurutnya, Telkom sedang membangun arah bisnis yang lebih terstruktur untuk memperkuat posisi sebagai penggerak ekosistem digital nasional sekaligus menciptakan value jangka panjang bagi pemegang saham.

Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan. (Photo source: Telkom Indonesia)

Salah satu sorotan terbesar datang dari TSR Telkom yang mencapai 35,7%, terdiri dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%.

Capaian itu didukung kebijakan payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program buyback saham senilai maksimal Rp3 triliun yang masih berjalan hingga Mei 2026.

Di sisi transformasi, Telkom menjalankan empat pilar utama dalam strategi TLKM 30.

Pilar pertama fokus pada Operational & Service Excellence untuk memperkuat tata kelola perusahaan, disiplin organisasi, efisiensi proses kerja, dan kualitas layanan pelanggan.

Pilar kedua adalah streamlining atau perampingan bisnis non-core. Salah satu langkah yang sedang berjalan yaitu divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang kini masuk tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada semester pertama 2026.

Telkom juga mulai merampingkan sejumlah entitas yang dianggap tidak lagi sesuai dengan core business perusahaan.

Masuk ke pilar ketiga, Telkom menjalankan strategi unlock value lewat penguatan bisnis infrastruktur digital, khususnya fiber connectivity.

Langkah ini diwujudkan melalui pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia lewat penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

Sementara pada pilar keempat, Telkom mulai mengubah model operating holding menjadi strategic holding. Nantinya, perusahaan akan fokus pada empat segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

Di tengah transformasi tersebut, laba bersih Telkom memang mengalami kontraksi 9,5% YoY. Hal itu dipicu percepatan depresiasi akibat perubahan kebijakan akuntansi sebagai bagian dari agenda total governance reset.

Telkom juga melakukan restatement laporan keuangan 2023 dan 2024 untuk meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan serta memperkuat transparansi pengelolaan aset perusahaan.

Dari sisi bisnis konsumen, Telkomsel masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan Rp109,2 triliun secara konsolidasian.

Kenaikan kebutuhan layanan digital ikut mendorong trafik data naik 15% YoY. Selain itu, Average Revenue Per User (ARPU) mulai menunjukkan pemulihan positif sejak paruh kedua 2025.

Telkomsel pun bakal fokus menjaga ARPU lewat strategi penyesuaian harga yang lebih tepat sasaran dan menjaga kualitas jaringan untuk menekan perpindahan pelanggan.

Di segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup terus memperluas infrastruktur digital nasional lewat backbone fiber optik lebih dari 210 ribu kilometer, jaringan menara telekomunikasi, data center, cloud, hingga konektivitas satelit.

Pendapatan segmen ini tumbuh 9,2% YoY menjadi Rp8,9 triliun, ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber.

Bisnis data center Telkom ditopang fasilitas hyperscale di Cikarang dan Singapura, enterprise data center di Serpong, Surabaya, dan Sentul, serta edge data center NeuCentrIX.

Sementara itu, Mitratel mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin 82,2%. Saat ini Mitratel memiliki 40.230 menara telekomunikasi dan disebut sebagai perusahaan tower terbesar di Asia Tenggara.

Untuk bisnis Wholesale & International Service, Telkom membukukan pendapatan Rp10,7 triliun. Melalui Telin, TelkomGroup kini sudah terhubung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Sedangkan segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp15,3 triliun dari bisnis konektivitas, managed solution, dan digital services.

Telkom juga mulai memperkuat layanan berbasis Connectivity+, Cybersecurity, hingga Artificial Intelligence (AI) lewat kolaborasi dengan perusahaan teknologi global.

Sepanjang 2025, Telkom merealisasikan belanja modal atau capex sebesar Rp27,5 triliun, setara 18,8% dari total pendapatan. Mayoritas investasi dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur B2C, B2B Infrastructure, dan bisnis internasional.

Dian menegaskan, 2026 menjadi fase penting bagi Telkom untuk mempercepat eksekusi transformasi perusahaan.

Menurutnya, disiplin operasional dan arah bisnis yang lebih terstruktur akan menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. [POPRED]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Economic & Business

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top