Connect with us

Move On dari Yovie Widianto, Dinda Ghania Is Back dengan Single Internasional ‘Bad Connection’

Music News

Move On dari Yovie Widianto, Dinda Ghania Is Back dengan Single Internasional ‘Bad Connection’

Solois muda Gen Z ini gandeng produser kelas dunia pencetak hits Sabrina Carpenter dan Olivia Rodrigo buat lagu terbarunya.

BOGOR, POPERS.ID | Setelah sukses bikin baper lewat single ‘Relung Hati’ bareng maestro Yovie Widianto pada Februari 2026 lalu, Dinda Ghania terbukti nggak mau lama-lama santai. Penyanyi sekaligus aktris muda kelahiran Jakarta, 10 November 2009 ini kembali membuktikan produktivitasnya di industri musik. Tepat pada 22 Juni 2026 lalu, Dinda resmi merilis single terbarunya yang super fresh berjudul ‘Bad Connection’ di seluruh platform musik digital, lengkap dengan video klip resminya yang langsung tayang di kanal YouTube Dinda Ghania pada hari yang sama.

Nggak tanggung-tanggung, project kali ini terasa sangat spesial karena Dinda langsung berkolaborasi dengan dua musisi mancanegara. Untuk urusan produksi dan komposisi musik, Dinda menggandeng Josh Cumbee, produser sekaligus komposer asal Amerika Serikat yang track record-nya sudah mendunia. Sebagai informasi, Josh Cumbee adalah sosok di balik lagu-lagu hits milik nama besar seperti Madonna, Chris Brown, Kygo, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, hingga idol K-Pop ternama seperti TAEYEON, BoA, dan NCT. Sementara untuk penulisan lirik, Dinda mengerjakannya bareng songwriter asal Malaysia, Gaston Pong.

Spill Cerita Hubungan yang Hilang Rasa lewat Vibes yang Catchy

Secara tema, ‘Bad Connection’ mengangkat cerita yang sangat relatable buat anak muda zaman sekarang, yaitu tentang fase penyangkalan alias denial saat sebuah hubungan mulai retak. Melalui lagu ini, Dinda menggambarkan momen ketika seseorang berusaha meyakinkan diri sendiri kalau masalah yang sedang dihadapi cuma sekadar gangguan komunikasi biasa. Padahal kenyataannya, sang pasangan secara emosional sudah mulai menjauh dan menghilang rasa.

Kegalauan itu tergambar jelas dalam potongan liriknya seperti “You pick up but never talk” dan “I call your name, I see your face but don’t feel your affection”. Lirik ini merepresentasikan kondisi menyakitkan ketika pasangan masih ada secara fisik, tapi kehangatan dan perhatiannya sudah nggak terasa lagi.

“Pesan yang ingin aku sampaikan adalah pentingnya kejujuran dalam hubungan. Kalau memang ada masalah atau perasaan yang berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan,” ungkap Dinda Ghania.

Uniknya, meski liriknya terasa emosional dan galau, dari segi musikalitas Josh Cumbee justru membalut lagu ini dengan aransemen modern pop yang diberi sentuhan dance-pop serta nuansa teen pop yang ringan. Kontras ini sengaja dipilih Dinda agar para pendengar tetap bisa meresapi emosi lagu tanpa harus kehilangan unsur hiburan yang bikin lagunya nyaman didengarkan berulang kali.

Alasan Nyaman Pakai Lirik Bahasa Inggris

Kembali merilis karya dengan lirik full berbahasa Inggris ternyata bukan tanpa alasan. Dinda mengaku kalau kebiasaan ini lahir karena sejak kecil dirinya sudah terbiasa mendengarkan musik dari berbagai negara, termasuk lagu-lagu berbahasa Inggris yang akhirnya membentuk referensi bermusiknya saat ini.

Bagi Dinda, bahasa adalah medium untuk bercerita, dan dia merasa ada beberapa istilah atau emosi yang terasa jauh lebih natural ketika dituangkan dalam bahasa Inggris. Meski begitu, musisi Gen Z yang mengawali karier profesionalnya sejak tahun 2020 ini menegaskan kalau dia tidak membeda-bedakan bahasa dan akan tetap berkarya menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris di masa depan. Pemilihan bahasa ini murni disesuaikan dengan karakter cerita yang ingin disampaikan pada setiap lagunya.

Siap Guncang Dua Festival Musik Besar bareng Full Band

Kabar baiknya, rilisan baru ini juga jadi modal kuat buat Dinda yang sudah dijadwalkan masuk dalam line up dua festival musik bergengsi berskala internasional. Dinda dipastikan akan tampil di Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 di Yogyakarta pada Juli mendatang, serta Lalala Fest 2026 di Jakarta pada Agustus 2026.

Untuk memberikan performa terbaiknya di atas panggung besar, Dinda bakal tampil dengan format full band. Persiapan matang dari segi vokal, musikalitas, hingga aransemen khusus pun tengah digarap demi menyajikan pengalaman pertunjukan yang lebih hidup dan berkesan bagi penonton, bukan sekadar menggunakan minus one.

Karier Dinda Ghania sendiri memang terus meroket. Selain sukses merambah dunia seni peran lewat film Adagium (2023), talenta muda ini sudah memiliki belasan lagu ciptaannya sendiri, mulai dari ‘Unfinished’ (2024), ‘Backseat Memories’ (2025), ‘Here’s To Us’ (2025), hingga ‘Never True’ (2025). Konsistensinya berkolaborasi dengan musisi senior juga tidak main-main, tercatat ia pernah merilis lagu bersama Melly Goeslaw, Yovie Widianto, dan yang terbaru adalah membawakan ulang lagu ‘Never True’ versi akustik bersama Ariel Noah. [POPRED]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Music News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top