Another masterpiece from the one and only Ruth Sahanaya! Beliau baru saja merilis lagu terbaru bertajuk “Pelangi”. Safe to say, this is the healing song we all need right now. (Photo: Ist)
Menjadi jembatan menuju mini album terbarunya, Ruth Sahanaya kembali lewat single “Pelangi” yang menggabungkan nostalgia era 80-an dengan visual video musik penuh makna.
BOGOR, POPERS.ID | Life is full of colors, dan diva legendaris Indonesia, Ruth Sahanaya, baru saja membuktikannya lewat karya teranyar. Setelah sukses mencuri perhatian lewat single “Sebaris Lirik Cinta”, penyanyi yang akrab disapa Mama Uthe ini kembali menyapa pendengar lewat lagu terbaru berjudul “Pelangi”. Rilisnya lagu ini bukan cuma sekadar rilisan biasa, tapi menjadi langkah penting sekaligus penanda menuju extended play (EP) atau mini album yang sudah dinantikan para penggemar.
Masih berada dalam benang merah yang sama dengan karya sebelumnya, “Pelangi” kembali mengangkat tema cinta. Menariknya, sudut pandang cinta di lagu ini dikemas dengan lebih luas. Ruth Sahanaya tidak hanya bicara soal romansa picisan, melainkan menggambarkan cinta sebagai sebuah perjalanan emosi yang penuh warna, harapan, serta proses penyembuhan atau healing.
Secara musikal, kamu bakal diajak bernostalgia. “Pelangi” menawarkan nuansa city pop yang lembut dengan sentuhan pop khas era 80-an yang terasa hangat. Aransemen lagunya dibuat ringan namun tetap kaya akan detail. Ketika instrumen tersebut dipadukan dengan karakter vokal Ruth Sahanaya yang kuat dan emosional, hasilnya adalah sebuah track yang terdengar klasik sekaligus tetap relevan bagi pendengar generasi muda masa kini.
Lirik lagunya sendiri berbicara tentang hadirnya harapan baru setelah melewati masa-masa sulit, persis seperti pelangi yang muncul setelah hujan reda. Pesan mendalam inilah yang menjadi kekuatan utama dari single “Pelangi”. Lagu ini sukses menghadirkan rasa optimisme kepada pendengar tanpa harus kehilangan sentuhan emosional yang selama ini menjadi ciri khas karya-karya Ruth Sahanaya.
Tidak hanya memanjakan telinga, “Pelangi” juga hadir dengan konsep video musik yang memperkuat pesan lagunya. Visual dalam video musik ini didominasi oleh warna-warna lembut dan pencahayaan yang hangat, menciptakan suasana yang tenang sekaligus reflektif. Alih-alih menggunakan konsep yang rumit dan berbelit-belit, video musiknya justru memilih pendekatan yang sederhana namun sangat efektif dalam menggambarkan transisi emosi seseorang, mulai dari fase keraguan hingga akhirnya menuju penerimaan dan harapan.
Dari sudut pandang media musik, video musik “Pelangi” ini terasa seperti representasi visual yang pas dari makna lagunya sendiri. Setiap frame dirancang sedemikian rupa untuk memberikan ruang bagi penonton agar bisa ikut merasakan emosi yang dibawakan. Kehadiran sang diva di sepanjang video juga menjadi pusat perhatian yang memperkuat daya tarik visual. Pendekatan minimalis ini membuat video musiknya terasa elegan, dewasa, dan selaras dengan identitas artistik Ruth Sahanaya yang sudah terbangun kokoh selama puluhan tahun di industri musik.
Hadirnya lagu ini menjadi sinyal kuat bahwa Ruth Sahanaya sedang memasuki fase kreatif yang baru dalam perjalanan kariernya. Sebagai jembatan menuju mini album yang akan datang, “Pelangi” otomatis memicu ekspektasi besar dari publik mengenai arah musikal yang akan ia hadirkan ke depannya. Jika single “Sebaris Lirik Cinta” bertindak sebagai pembuka cerita, maka “Pelangi” hadir sebagai bab berikutnya yang memperkaya semesta musik yang sedang ia bangun.
Lewat kualitas vokal yang tetap prima, eksplorasi musik yang segar, serta visual yang mendukung narasi, “Pelangi” membuktikan bahwa seorang Ruth Sahanaya masih sangat mampu menghadirkan karya yang relevan dan menyentuh lintas generasi. Karya ini menjadi sebuah pengingat bahwa musik yang jujur dan penuh rasa akan selalu menemukan tempat tersendiri di hati para pendengarnya. [EH]