Connect with us

Ngutang Demi Gaya: Keren atau Kehilangan Arah?

Tausyiah

Ngutang Demi Gaya: Keren atau Kehilangan Arah?

Fenomena flexing makin jadi lifestyle. Tapi kalau sampai ngutang demi terlihat “wah”, itu keren atau justru tanda kehilangan arah hidup? Ini perspektif Islam yang jarang dibahas anak muda. (Ilustrasi: AI)

BOGOR, POPERS.ID | Pernah gak sih ngerasa insecure pas lihat story temen? Ada yang ngopi di café estetik tiap hari, ada yang pamer outfit branded, ada juga yang update liburan terus kayak gak pernah kehabisan duit.

Sementara kita? Lagi mikir… “Gue harus ikut juga gak ya biar gak keliatan ketinggalan?” Akhirnya… pelan-pelan mulai geser. Dari sekadar “ingin”, jadi “harus punya”. Dari cukup, jadi maksa.
Dari nabung… jadi ngutang.

Welcome to the era of flexing culture. Masalahnya, ini bukan sekadar soal gaya hidup ini soal arah hidup.

Ketika Gaya Hidup Lebih Besar dari Kemampuan

Ngopi 50 ribu bukan masalah.
Beli sepatu mahal juga gak haram.

Tapi jadi masalah ketika:
👉 Semua itu dipaksakan
👉 Demi validasi orang lain
👉 Sampai harus ngutang

Di sinilah Islam mulai “angkat bicara”. Karena dalam fiqih muamalah, utang itu bukan hal sepele. Itu tanggung jawab serius, bahkan bisa jadi beban akhirat kalau gak diselesaikan.

Dalil Al-Qur’an: Jangan Hidup Berlebihan

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)

Maknanya apa?
Israf (berlebihan) itu bukan cuma soal makan atau belanja banyak. Tapi juga ketika kita hidup di luar kemampuan.

Kalau penghasilan kita 3 juta, tapi gaya hidup kita 5 juta… itu sudah masuk kategori “melampaui batas”.

Dan menariknya, ayat ini bukan cuma larangan tapi juga warning:
👉 Allah tidak suka dengan gaya hidup seperti itu.

Hadits: Utang Itu Gak Main-Main

Rasulullah ﷺ bersabda:

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
“Ruh seorang mukmin itu tergantung karena utangnya sampai utang tersebut dilunasi.”
(HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh ulama, sejalan dengan riwayat Bukhari-Muslim dalam makna)

Artinya?
Utang itu bukan cuma urusan dunia. Dia bisa “nahan” urusan akhirat kita. Sekarang bayangin…Ngutang bukan karena kebutuhan mendesak, tapi cuma demi terlihat keren. Worth it gak?

Antara Rezeki dan Rasa Cukup

Banyak orang salah paham tentang rezeki. Dikiranya rezeki itu soal “berapa banyak yang kita punya”.

Padahal Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan:
➡️ Kaya itu bukan banyaknya harta, tapi kaya hati (qana’ah).

Masalahnya hari ini:
Kita gak kekurangan rezeki…Kita kekurangan rasa cukup.

Dan ketika rasa cukup hilang,
➡️ Kita mulai bandingin hidup
➡️ Mulai iri
➡️ Mulai maksa
➡️ Akhirnya… terjebak utang demi gaya

Hukum Islam: Ngutang Demi Gaya?

Dalam Islam:

  • Utang = boleh, bahkan bisa jadi solusi
  • Tapi hukumnya berubah jadi tercela (makruh bahkan bisa haram) kalau:
    • Tanpa kebutuhan mendesak
    • Berpotensi tidak mampu bayar
    • Mengandung unsur riya (pamer)

Ngutang demi flexing?
➡️ Itu bukan kebutuhan
➡️ Itu dorongan nafsu + tekanan sosial

Dan kalau sampai menzalimi diri sendiri atau orang lain (gagal bayar),
➡️ Bisa masuk ke dosa

Solusi: Biar Tetap “Keren” Tanpa Kehilangan Arah

Tenang, Islam gak melarang kita tampil baik. Tapi Islam ngajarin balance. Ini beberapa “reset mindset” yang bisa kamu coba:

1. Bedakan “Butuh” vs “Ingin”

Simple tapi sering diabaikan. Kalau cuma ingin tahan. Kalau butuh pertimbangkan.

2. Stop Bandingin Hidup

Yang kamu lihat di sosmed itu highlight, bukan real life.

3. Upgrade Syukur, Bukan Gaya

Coba deh biasain bilang:
“Alhamdulillah, segini juga cukup.” Itu bukan pasrah itu powerful.

4. Pakai Uang Sesuai Amanah

Dalam Islam, harta itu titipan. Bukan alat buat pamer.

5. Kalau Harus Ngutang, Pastikan:

  • Ada kebutuhan jelas
  • Ada rencana bayar
  • Gak untuk gaya

Keren Itu Bukan Soal Tampilan

Kita hidup di zaman di mana “terlihat sukses” sering lebih penting daripada “benar-benar sukses”. Padahal dalam Islam, yang dinilai bukan seberapa mahal outfit kita…Tapi seberapa bersih hati kita. Jadi kalau hari ini kamu lagi nahan diri buat gak ikut-ikutan flexing Trust me, itu bukan kalah.

Itu tanda kamu masih punya arah. Dan di dunia yang penuh kepalsuan ini,
➡️ Jadi orang yang jujur sama diri sendiri…Itu jauh lebih keren.

Wallahu a’lam bishawab

[popred-salam syiar]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Tausyiah

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top