Connect with us

30% Korban Tewas Serangan AS–Israel ke Iran Ternyata Anak-Anak, Rudal Diduga Diluncurkan dari UEA

International News

30% Korban Tewas Serangan AS–Israel ke Iran Ternyata Anak-Anak, Rudal Diduga Diluncurkan dari UEA

Sekolah putri di Iran hancur akibat serangan AS-Israel (foto: X/@araghchi)

Data pemerintah Iran menyebut sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel adalah anak-anak. IRGC menuding rudal yang menghantam sekolah di Iran selatan ditembakkan dari pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab.

JAKARTA | 30% Korban Tewas Serangan AS–Israel ke Iran Anak-Anak.

Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran makin memunculkan angka korban yang memprihatinkan. Pemerintah Iran menyebut hampir sepertiga dari korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah anak-anak.

Data tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani. Ia mengatakan, hingga Jumat, 6 Maret 2026 atau sekitar tujuh hari sejak konflik pecah, jumlah korban tewas sudah mencapai 1.230 orang.

Menurutnya, angka korban anak-anak menjadi salah satu fakta paling menyedihkan dari serangkaian serangan yang terjadi selama sepekan terakhir.

“Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak,” kata Mohajerani, seperti dikutip dari media Rusia Sputnik, Sabtu, 7 Maret 2026.

Jika angka tersebut dihitung secara kasar, berarti ratusan anak-anak ikut menjadi korban dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Ribuan Bangunan Sipil Rusak

Selain korban jiwa, pemerintah Iran juga melaporkan kerusakan besar pada infrastruktur sipil akibat serangan yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Berdasarkan data resmi yang disampaikan pemerintah, serangan udara dan rudal tersebut telah merusak ribuan bangunan di berbagai wilayah Iran.

Setidaknya tercatat:

  • 3.090 bangunan tempat tinggal rusak atau hancur
  • 528 toko terdampak serangan
  • 13 fasilitas medis terkena dampak

Dari jumlah fasilitas medis yang rusak itu, sembilan di antaranya merupakan fasilitas milik organisasi Bulan Sabit Merah Iran.

Kerusakan pada fasilitas kesehatan menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat penanganan korban luka di tengah situasi konflik.

Iran Tuduh Rudal Diluncurkan dari Pangkalan AS di UEA

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan tuduhan baru terkait asal serangan yang menghantam sebuah sekolah di wilayah selatan Iran.

Menurut IRGC, serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.

Pangkalan yang dimaksud adalah Pangkalan Udara Al Dhafra, salah satu fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

IRGC menyebut serangan itu terjadi pada 28 Februari 2026 dan menghantam sekolah bernama Shajare Tayebe.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan serangan tersebut menewaskan 165 siswi.

“Sasarannya adalah Pangkalan Udara Al Dhafra milik teroris Amerika Serikat. Serangan kriminal terhadap sekolah Shajare Tayebe yang menyebabkan kematian 165 siswi dilakukan dari pangkalan ini,” demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.

AS Masih Selidiki Laporan Serangan Sekolah

Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi langsung atas tuduhan tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan mengenai serangan yang menghantam sekolah di Iran.

Ia menyebut pemerintah AS sedang mengumpulkan informasi dan memverifikasi berbagai laporan yang beredar terkait insiden tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Washington yang secara langsung membenarkan atau membantah tuduhan Iran terkait peluncuran rudal dari pangkalan militer di Uni Emirat Arab.

Konflik Iran–AS–Israel Memanas

Serangan yang terjadi dalam sepekan terakhir menandai eskalasi baru dalam ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah saat ini terus dipantau oleh banyak negara dan organisasi internasional karena dikhawatirkan bisa memicu konflik yang lebih luas.

Sementara itu, laporan mengenai korban sipil, terutama anak-anak, menjadi sorotan utama dalam perkembangan konflik ini.

Perkembangan terbaru dari konflik tersebut diperkirakan masih akan terus berubah dalam beberapa hari ke depan seiring munculnya laporan dan investigasi dari berbagai pihak.

source: inews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top