Pandji Pragiwaksono saat sidang adat. (Foto : Istimewa)
Gara-gara candaan yang dianggap nyeleneh, Pandji Pragiwaksono harus ikut sidang adat dan kena denda 1 ekor babi plus 5 ekor ayam. Ini kisah lengkapnya dan makna di balik sanksi unik tersebut!
JAKARTA | Pandji Pragiwaksono “Dihukum” Sama Tetua Adat Toraja, Dendanya Bukan Duit Tapi Babi & Ayam!
Gara-gara materi stand up comedy-nya, komika Pandji Pragiwaksono harus berhadapan serius sama tetua adat Toraja. Nggak main-main, dia harus ikut sidang adat yang disebut Ma’Buak Burun Mangkaloi Oto’, alias sidang di mana dia harus jawab semua pertanyaan dari para tetua. Hasilnya? Pandji dijatuhi sanksi adat: bayar denda 1 ekor babi dan 5 ekor ayam!
Sidang ini digelar hari Selasa (10/2) di rumah adat Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja. Pandji datang didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, dan berhadapan langsung dengan 32 perwakilan adat. Serem banget, pasti!
Sidang Adat Beneran, Bukan Bercanda
Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar, Amson Padolo, ngasih konfirmasi ke media. “Iya benar, tadi sidang adatnya,” katanya. Rukka Sambolinggi dari AMAN Toraya ngejelasin kalo sidang ini adalah mekanisme hukum adat yang saklek. Pandji harus patuh dan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan.
Ini nggak cuma soal hukuman, tapi lebih ke pemulihan hubungan. “Ini adalah mekanisme hukum adat untuk memulihkan relasi, martabat dan keseimbangan sosial yang sempat terganggu,” jelas Amson. Jadi, denda babi dan ayam itu simbolis banget. Itu tanda buat balikin kehormatan adat Toraja yang merasa dilanggar.
Denda Babi & Ayam Buat Apa? Nah, babi dan ayam yang didenda itu nggak bakal masuk kantong siapa-siapa. Besoknya, Rabu (11/5), bakal ada ritual permohonan maaf kepada leluhur. Hewan-hewan itu akan disembelih sebagai kurban. Ini bagian penting banget dari proses perdamaian dan permintaan maaf secara adat.
Intinya, proses ini menunjukkan betapa kuatnya hukum adat di Toraja. Nggak pandang dia siapa, kalau dianggap melanggar, ya harus pertanggungjawaban.
Pandji: “Saya Menerima dan Ini Pelajaran” Setelah sidang, Pandji ngomong ke media. Dia ngakuin kalo ini jadi pelajaran berharga buat dirinya. “Saya menerima semua keputusan yang telah ditetapkan. Semoga ke depan saya menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi apa yang telah saya lakukan,” ujar Pandji.
Dia juga bilang bakal lebih hati-hati lagi nentuin materi komedi, terutama yang nyentuh soal adat dan budaya orang lain. “Persoalan ini sebagai pembelajaran baginya untuk lebih berhati-hati lagi membawakan materi stand up,” tuturnya.
Takeaway Buat Kita Semua Kasus Pandji ini jadi pengingat buat semua orang, terutama public figure dan konten kreator. Bercanda itu boleh, tapi harus tahu batasan. Budaya dan adat istiadat suatu daerah itu sesuatu yang sakral dan punya harga diri. Nggak bisa asal jadi bahan joke buat cari tawa semata.
Proses hukum adat di Toraja ini juga menunjukkan kearifan lokal yang masih hidup. Penyelesaian masalah nggak melulu lewat pengadilan umum, tapi lewat cara yang justru bisa memulihkan hubungan sosial secara lebih mendalam.
Jadi, buat yang lagi jalan-jalan ke daerah atau mau bahas budaya tertentu di konten, ingat ya: respect is everything. Jangan sampe kejadian kayak Pandji yang harus bayar denda pake hewan ternak!