Kolaborasi ‘APT.’ Bruno Mars dan Rosé gagal bawa pulang piala Grammy 2026 padahal lagunya mendunia. Netizen langsung cari kambing hitam, dan Rosé jadi sasaran. Apa iya ini salah dia? Cek faktanya di sini.
BOGOR, POPERS.ID | Beneran Nih? Rosé Dituduh Jadi Biang Kerok Kekalahan Bruno Mars di Grammy 2026!
Gue nggak bohong, Grammy Awards 2026 bikin speechless. Bruno Mars, yang biasanya selalu menang, pulang dengan tangan kosong. Nah, yang bikin panas, Rosé BLACKPINK malah kena drama dan jadi bulan-bulanan netizen. Kok bisa?
“APT.” Hits Tapi Nggak Bawa Pulang Piala
source: Kbizoom,TP
Ceritanya, Bruno Mars dan Rosé sempet bikin lagu kolaborasi yang ngehits banget, judulnya “APT.”. Lagu ini breaking records di mana-mana, streams-nya miliaran. Wajar aja mereka masuk nominasi di tiga kategori gede Grammy: Record of the Year, Song of the Year, dan Best Pop Duo/Group Performance.
Tapi ternyata, malam penganugerahannya tanggal 1 Februari kemarin, nasib berkata lain. Mereka kalah semua. Record of the Year diraih Kendrick Lamar & SZA lewat “Luther”, Song of the Year dimenangi Billie Eilish (“Wildflower”), dan Best Pop Duo/Group Performance jatuh ke tangan Cynthia Erivo & Ariana Grande.
Kekalahan ini big deal banget buat Bruno. Soalnya, sejak 2014, setiap kali dia masuk nominasi Grammy, pasti menang. Total dia udah punya 16 piala. Grammy 2026 akhirnya putusin winning streak-nya itu.
Foto Sedih Mereka Malah Jadi Bahan Bully
Damage nya makin jadi karena ada foto Bruno dan Rosé yang lagi lihat pengumuman pemenang. Ekspresi mereka keliatan banget sedih dan kecewa. Nah, foto ini langsung viral dan dibumbui caption yang sarcastic kayak, “Wih, keliatan banget sebelnya!”. Postingannya dilaporkan dilihat lebih dari 5.1 juta kali dalam sehari.
Kolom komentar langsung rame. Banyak yang straight-up nyalahin Rosé. Komentar kayak “Bruno Mars ngerasain kalah pertama kali gara-gara dia,” atau “Kolaborasi sama Bruno aja nggak bisa bikin Rosé dapet Grammy,” bertebaran. Bahkan ada yang nyerang pribadi dan ngecilin pengaruh Rosé sebagai artis. Seriously?
Fans Rosé Bela Diri: “Grammy emang Bias!”
Melihat idolanya kena hate, fans Rosé (BLINKs) tentu aja geram. Banyak yang balik nyerang lembaga Grammy sendiri. Mereka nuduh Grammy punya bias dan nggak adil ke artis K-pop atau artis Asia. Argumen mereka, “APT.” itu lagu paling populer tahun itu, dan kemenangan Grammy sering cuma soal politik industri, bukan pure kualitas musik.
Tapi, argumen “Grammy bias K-pop” ini juga langsung ditangkis sama yang lain. Soalnya, baru aja awal bulan ini, lagu “Golden” dari soundtrack “K-Pop Demon Hunters” sukses jadi lagu K-pop pertama yang menang Grammy di kategori Best Song Written for Visual Media. Lagu itu sebelumnya juga menang di Critics’ Choice Awards dan Golden Globes.
Lembaga Grammy Bela Diri, Tapi Tetap Aja Kontroversi
Sebenarnya, Grammy udah beberapa tahun terakhir klaim kalau mereka lagi berusaha lebih inclusive. Mereka nambah jumlah voter dari kalangan perempuan, people of color, dan generasi muda. Dulu, mantan presiden Recording Academy Neil Portnow pernah bantah tudingan bias rasial. Katanya, pemenang Grammy dipilih sekitar 14.000 profesional industri musik yang kompeten, bukan cuma soal popularity atau commercial.
Tapi ya gitu, kejadian kayak gini tetep aja bikin orang sebel. Kelihatan banget gimana gampangnya netizen cari kambing hitam, apalagi ke figur publik. Rosé, dalam hal ini, cuma berkolaborasi dan bikin musik bagus. Nyalahin dia atas kekalahan di ajang penghargaan yang kompleks kayak Grammy itu keliatan banget lebay dan nggak adil.
Intinya, Bruno Mars kalah, Rosé kena getahnya. Tapi nyatanya, Grammy 2026 udah lewat. Yang penting, lagu “APT.” tetap bikin banyak orang senang dan nge-stream. Daripada nyebar hate, mending kita dengerin lagunya lagi, ya?