Seekor tuna sirip biru berukuran besar membuat heboh pasar ikan Toyosu di Tokyo, Jepang usai terjual pada harga rekor 10,3 juta yen atau setara Rp54,67 miliar. (Foto: AP)
Fenomena lelang awal tahun di Pasar Toyosu Tokyo kembali pecahkan rekor. Simak profil “King of Tuna” yang rela gelontorkan puluhan miliar demi satu ekor ikan.
JAKARTA | Pasar Ikan Toyosu di Tokyo baru saja memulai tahun 2026 dengan kejutan yang bikin geleng-geleng kepala. Seekor tuna sirip biru raksasa sukses terjual dengan harga yang tidak masuk akal dalam lelang perdana tahun ini pada Senin pagi. Ikan tersebut laku seharga 510,3 juta yen, atau kalau dikonversi ke Rupiah mencapai sekitar Rp54,67 miliar.
Angka fantastis ini langsung jadi topik hangat di kalangan pecinta kuliner dan pengamat ekonomi global karena nilainya yang setara dengan harga deretan mobil mewah atau rumah di kawasan elit Jakarta.
Siapa Pembelinya? Sang Raja Tuna Beraksi Lagi
Sosok di balik pembelian gila-gilaan ini bukan orang asing di industri perikanan Jepang. Penawaran tertinggi jatuh kepada Kiyomura Corp, perusahaan yang mengoperasikan jaringan restoran sushi populer, Sushi Zanmai.
Presiden direktur perusahaan tersebut, Kiyoshi Kimura, memang sudah lama dikenal dengan julukan King of Tuna atau Raja Tuna. Kimura-san seringkali mendominasi lelang awal tahun sebagai strategi branding sekaligus bentuk rasa syukur untuk memulai bisnis di tahun yang baru.
“Ikan tuna pertama tahun ini selalu dipercaya membawa keberuntungan,” ujar Kimura saat diwawancarai media lokal setelah sesi lelang berakhir.
Kejutan Harga yang Meroket Tajam
Meskipun Kimura adalah pemain lama yang hobi mengoleksi tuna mahal, ia mengaku cukup kaget dengan angka akhir lelang kali ini. Ikan dengan berat 243 kilogram tersebut ternyata memicu perang harga yang cukup sengit.
Kimura sempat mengira ia bisa mendapatkan ikan tersebut dengan harga yang lebih miring. Namun, permintaan yang tinggi membuat harga bergerak naik dengan sangat cepat sebelum ia menyadarinya. Sebagai catatan, dedikasi Kimura terhadap tuna berkualitas memang luar biasa. Ia pernah memecahkan rekor pada tahun 2013 dengan harga 155 juta yen dan mencapai angka sejarah pada 2019 saat menebus satu ekor tuna seharga 333,6 juta yen.
Tradisi Lelang Subuh di Pasar Toyosu
Suasana di Pasar Toyosu pada Senin subuh itu dilaporkan sangat sibuk dan penuh energi. Lelang dimulai sekitar pukul 05.00 waktu setempat, di mana para pedagang dan pemilik restoran berkumpul untuk memperebutkan stok ikan terbaik di Jepang.
Tradisi lelang awal tahun ini memang selalu menjadi magnet perhatian, bukan hanya bagi pelaku bisnis, tapi juga bagi turis mancanegara. Tahun lalu saja, rekor tertinggi dipegang oleh Onodera Group yang membeli tuna seharga 207 juta yen. Namun, angka tahun ini terbukti jauh melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
Langsung Disajikan untuk Pelanggan
Kalian mungkin bertanya-tanya, diapakan ikan seharga puluhan miliar tersebut? Tidak butuh waktu lama setelah palu lelang diketuk, tuna sirip biru itu langsung dibawa ke gerai utama Sushi Zanmai.
Tim ahli pemotong ikan segera memproses daging tuna berkualitas tinggi tersebut untuk dijadikan sushi dan sashimi. Para pelanggan setia Kimura sudah mengantre untuk bisa mencicipi potongan ikan “keberuntungan” tersebut, meskipun harganya tentu disesuaikan dengan kualitas premium yang ditawarkan.
Ikan ini bukan sekadar bahan makanan biasa, melainkan simbol prestise dan optimisme industri perikanan Jepang dalam menyambut tahun 2026.