Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: CBC)
John Herdman resmi jadi pelatih baru Timnas Indonesia. Tapi langkah awalnya bukan utak-atik taktik, melainkan memahami budaya dan karakter Garuda biar bisa nyatu sama pemain dan suporter.
JAKARTA | Bukan Cuma Strategi, Tapi Soal Nyatuin Hati dan Budaya.
John Herdman udah resmi jadi pelatih baru Timnas Indonesia. Tapi menariknya, dia nggak langsung ngomongin soal taktik atau formasi. Beda dari kebanyakan pelatih Eropa yang datang dengan gaya “gue paling tahu,” Herdman justru milih untuk pelan-pelan memahami budaya Indonesia dulu.
Pelatih asal Inggris itu bilang, sebelum ngebentuk tim yang kuat di lapangan, dia harus ngerti dulu siapa pemainnya, gimana kebiasaan mereka, dan apa yang bikin suporter Indonesia segitu semangatnya dukung Garuda.
“Buat saya, bagian penting dari belajar budaya itu adalah benar-benar ikut terlibat di dalamnya,” kata Herdman, dikutip dari The Canadian Press News, Minggu (4/1/2026).
Dia juga percaya, tanpa ngerti orang-orangnya, susah buat bikin tim yang solid dan punya identitas kuat. “Kamu harus bener-bener paham tentang orang dan adatnya buat bisa bangun hubungan yang nyata,” lanjutnya.
Kontrak Dua Musim, Ekspektasi Setinggi Langit
PSSI ngasih kepercayaan besar buat Herdman. Lewat pengumuman resmi pada Sabtu (3/1/2026), Herdman dikontrak dua musim dengan opsi perpanjangan dua tahun. Artinya, dia bisa aja jadi pelatih Garuda sampai 2030 kalau semuanya berjalan lancar.
Herdman datang menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan Oktober 2025, setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Jadi, wajar aja kalau ekspektasi publik sekarang tinggi banget. Semua mata tertuju ke pria 50 tahun ini bisa nggak dia benerin arah tim nasional?
Menangani Timnas Indonesia jelas bukan pekerjaan ringan. Dengan hampir 280 juta penduduk yang cinta mati sama sepak bola, tekanan buat tampil bagus bakal luar biasa. Tapi Herdman kelihatan santai, fokus dulu ke hal paling mendasar: ngerti “jiwa” dari sepak bola Indonesia.
Jadwal Padat, Waktu Adaptasi Tipis
Belum sempat santai, Herdman langsung disambut kalender padat di tahun pertamanya. Timnas Indonesia bakal main di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 23–31 Maret 2026. Ini bakal jadi momen debut Herdman di depan publik Tanah Air.
Abis itu, agenda lanjut ke FIFA Matchday bulan Juni, September, Oktober, dan November. Belum lagi Piala AFF 2026 yang dijadwalkan mulai 25 Juli. Dengan waktu adaptasi yang mepet, Herdman dituntut bisa langsung nyetel sama pemain dan sistem tim.
Sebelum semua itu, PSSI rencananya bakal ngenalin Herdman secara resmi ke publik pada 12 Januari 2026. Momen ini bakal jadi debut publiknya sebagai pelatih Garuda lengkap dengan sambutan, media, dan pastinya ekspektasi yang udah numpuk.
Bangun Tim dari Dalam, Bukan Sekadar di Lapangan
Dari cara ngomong dan pendekatannya, Herdman jelas bukan tipe pelatih yang cuma mikirin taktik di papan tulis. Dia pengen bangun sesuatu yang lebih dalam mulai dari karakter, rasa kebersamaan, sampai pemahaman soal semangat suporter Indonesia yang nggak ada duanya.
Dengan fokus di budaya dan hubungan antar-manusia, Herdman kayaknya mau ngajak semua pihak pemain, ofisial, dan fans buat ngerasa jadi bagian dari satu “keluarga besar” Garuda.
Langkah awalnya mungkin terlihat sederhana, tapi di balik itu ada tujuan besar: membentuk Timnas Indonesia yang bukan cuma solid di lapangan, tapi juga punya identitas kuat dan disegani di Asia.