Connect with us

Komeng Bikin Pemuda Citaringgul “Melek Empat Pilar”, Ngopi Santai Tapi Isinya Berat Banget!

City Corner

Komeng Bikin Pemuda Citaringgul “Melek Empat Pilar”, Ngopi Santai Tapi Isinya Berat Banget!

Alfiansyah Komeng, Anggota DPD RI ngulik Empat Pilar Kebangsaan bareng Pemuda Desa Citaringgul. (Foto: Ist)

Kemenpora bareng SmartID ajak pemuda Desa Citaringgul ngulik soal Empat Pilar Kebangsaan bareng Alfiansyah Komeng di Babakan Madang. Nggak cuma ngobrol santai, tapi juga bahas serius gimana pemuda bisa jadi motor penggerak bangsa lewat data presisi dan aksi nyata.

POPERS.ID | Komeng Bikin Pemuda Citaringgul “Melek Empat Pilar”, Ngopi Santai Tapi Isinya Berat Banget!

Suasana siang itu di Café Enthree, Babakan Madang, kelihatan beda. Puluhan anak muda Desa Citaringgul (PDC) nongkrong bareng tapi bukan buat ngebahas tren TikTok atau musik baru mereka lagi ngobrol soal Empat Pilar Kebangsaan bareng Alfiansyah Komeng, komedian legendaris yang sekarang juga duduk di kursi DPD RI.

Mulai jam 1 siang, acara ini terasa santai tapi sarat makna. Diskusi ngalir, candaan tetap ada, tapi yang dibahas serius banget: gimana Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bisa jadi pegangan buat generasi muda di tengah dunia yang makin ribet dan cepat berubah.

Kolaborasi Kemenpora dan SmartID: Pemuda Desa Jadi Role Model Nasional

Acara ini bukan sembarang kumpul. Ini bagian dari program percepatan pelayanan kepemudaan yang digerakkan Kemenpora bareng SmartID.
PDC Babakan Madang dipilih jadi percontohan nasional karena dinilai punya potensi gede dalam penguatan SDM kepemudaan berbasis data presisi.

Konsepnya keren: data bukan cuma angka, tapi jadi dasar buat ngembangin potensi pemuda, ngebangkitin ekonomi desa, dan ngajak mereka aktif di organisasi serta pembangunan lokal.

Alfiansyah Komeng, Anggota DPD RI ngulik Empat Pilar Kebangsaan bareng Pemuda Desa Citaringgul. (Foto: Ist)

Komeng: “Pegang Empat Pilar, Jangan Goyah di Tengah Perbedaan”

Di sesi sharing-nya, Komeng nyentil hal penting yang sering dilupain anak muda zaman sekarang.
Menurutnya, Empat Pilar Kebangsaan itu kayak pondasi rumah. Kalau goyah, ya roboh.

“Pancasila itu ideologi kita, UUD 1945 konstitusinya, NKRI bentuk negaranya, dan Bhinneka Tunggal Ika semboyannya. Kalau empat-empatnya dipegang, bangsa ini nggak akan mudah retak,”
ujar Komeng disambut tepuk tangan para peserta.

Komeng juga ngingetin kalau pemuda desa jangan ngerasa kecil atau tertinggal. Justru dari desa bisa lahir gerakan besar.

“Gerakan bangsa nggak selalu dari kota. Kadang malah dari desa, dari komunitas kecil yang punya mimpi besar. Tapi kuncinya, harus tahu dulu siapa diri kita sebagai anak bangsa.”

Tanya Jawab Seru: Dari Media Sosial sampai Bisnis Kuliner

Sesi tanya-jawab antara Alfiansyah Komeng dan peserta berlangsung cair dan santai. (Foto: Ist)

Bagian paling hidup tentu pas sesi tanya jawab.
Rizky, salah satu peserta, nanya soal gimana anak muda bisa tetep pegang nilai Pancasila di era digital.

Komeng jawabnya santai tapi ngena:

“Mulai dari hal kecil aja. Misalnya, kalau kamu posting sesuatu di medsos, bikin yang positif. Kalau bisa bikin orang lain semangat gotong royong atau bantu sesama, itu udah wujud nilai Pancasila.”

Sementara Siti Rahma, yang lagi aktif di komunitas ekonomi kreatif PDC, nanya gimana caranya ngegabungin semangat kebangsaan di dunia bisnis online.
Komeng bilang:

“Bangun usaha bareng warga sekitar, pakai bahan lokal, dan jujur. Itu udah nasionalis banget.”

Pertanyaan terakhir datang dari Dani, yang curhat soal ide pemuda yang kadang nggak didengar pemerintah desa.
Komeng nyengir sebelum jawab,

“Kalau ide bagus, jangan berhenti di obrolan. Bikin bukti nyata. Pemerintah bakal dengar kalau kalian bisa tunjukin hasil.”

Pemuda Desa: Garda Depan Bangsa dari Akar Rumput

Lewat kegiatan ini, harapannya sederhana tapi dalam pemuda desa makin sadar peran besarnya sebagai garda depan bangsa.
Dengan dukungan data dari SmartID dan program Kemenpora, anak muda desa bisa ningkatin kualitas hidup sambil ngebangun ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.

Komeng nutup acara dengan kalimat yang bikin mikir:

“Empat Pilar itu bukan hafalan buat ujian, tapi pedoman buat jalan hidup. Kalau pemuda desa kayak kalian bisa pegang itu, Indonesia bakal kuat selamanya.”

Tentang Program PDC dan SmartID

Program Penguatan SDM Kepemudaan Desa Citaringgul ini jadi langkah nyata pemerintah buat ngebangun transformasi digital dan ekonomi inklusif dari bawah.
SmartID bantu ngumpulin dan ngolah data biar potensi pemuda bisa dibaca secara presisi jadi program yang dijalankan nggak asal, tapi tepat sasaran.

Dengan semangat “Data untuk Aksi, Pemuda untuk Bangsa”, kegiatan kayak gini bukan cuma seremonial, tapi jadi gerakan nyata membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. [popred]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in City Corner

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top