Ternyata, gelaran konser dan festival musik di Indonesia bukan cuma tempat hura-hura. Dari Indonesian Music Awards sampai Synchronize Fest, buktinya nyata bikin dampak positif untuk ekonomi kreatif dan lingkungan. Baca selengkapnya!
POPERS.ID | Gak Cuma Euforia Doang, Ini 5 Dampak Festival Musik Buat Indonesia yang Bikin Lo Melongo!
Kalo lo pikiran gigs atau festival cuma tempat nongkrong, dengerin band favorit, dan teriak-teriak lepas penat, itu bener sih. Tapi ada yang lebih seru dari sekadar euforia sesaat. Di balik panggung yang epic dan penonton yang semangat, industri musik Indonesia lagi naik daun dan bikin gerakan positif yang riil banget, lho. Bukan cuma soal karya, tapi juga buat perekonomian dan bahkan nyelametin lingkungan!
Pemerintah, lewat Kemenparekraf, ngeliat banget nih industri musik sebagai salah satu prime mover buat ekonomi nasional. Agustini Rahayu, sang Deputi Bidang Kreativitas Media, bilang kalau musik adalah subsektor yang pertumbuhannya paling pesat. “Jadi itu yang menjadi concern kami… ini salah satu penggerak ekonomi nasional,” ujarnya dalam jumpa pers Indonesian Music Awards (IMA) 2025.
Nah, buat melebarkan jalan buat para player di industri, IMA 2025 bahkan ngehadirin kategori anyar, yaitu Sinergi Suara Awards. Tujuannya? Buat ngasih akses distribusi dan komersial yang lebih luas lagi buat para talenta yang udah dijaring, kayak dari Indonesian Idol, misalnya. Jadi, urusannya gak berhenti di piala aja, tapi ke career path yang lebih menjanjikan.
Synchronize Fest 2025: Bukti Nyata Festival Bisa Keren dan Eco-Friendly
Kalo masih mikir festival musik cuma ninggalin sampah dan masalah, Synchronize Fest 2025 bikin lo harus mikir ulang. Tahun ini, mereka bikin gebrakan dengan ngolah limbah plastik jadi bagian dari estetika panggung dan dekorasi. Guess what? Mereka berhasil ngumpulin sampah plastik sebanyak 291 kilogram dari para penonton! Gila, ya?
Aldila Karina Putri, Director of Communications Synchronize Fest, ngungkapin harapannya, “Ketika orang datang ke sebuah festival tidak hanya hura-hura dan senang-senang, tetapi kita juga berpikir atau mendalami di sekitar kita, bahwa apapun yang kita lakukan itu memiliki dampak.”
Lewat kolaborasi sama brand lokal Stuffo, sampah-sampah itu disulap jadi instalasi seni bertema pencemaran bawah laut yang dipajang di lorong pintu masuk. Selain eye-catching, karya ini juga jadi media kritik sosial yang powerful. Bayangin, lo lagi asik mau masuk venue, eh diingetin sama sampah yang lo buang sendiri. Next level awareness!
Jadi, Apa Sih Takeaway-nya Buat Kita?
Intinya, gelaran musik sekarang udah naik kelas. Dari yang cuma dinikmati sebagai hiburan, sekarang jadi powerhouse buat gerakan ekonomi kreatif dan lingkungan. Jadi, lain kali lo beli tiket konser atau festival, ingat bahwa uang lo gak cuma buat bayar perform artis doang. Tapi juga ikut nyumbang buat gerakan yang lebih besar: ngerekam perekonomian lokal dan bikin bumi sedikit lebih bersih.
Seru, kan? Bisa happy, bisa healing, sekaligus bikin dampak baik. What’s not to love?