Connect with us

Awas, Dompet Digital & E-Money Lo Bakal Dilaporin ke Pajak Mulai 2026!

Economic & Business

Awas, Dompet Digital & E-Money Lo Bakal Dilaporin ke Pajak Mulai 2026!

Ilustrasi kartu uang elektronik. (Foto: Ist)

DJP bakal “kepo” lebih dalem soal isi dompet digital kayak GoPay, OVO, sampai mata uang digital bank sentral. Ini dampaknya buat lo!

JAKARTA | Gue ada kabar serius nih, sob! Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lagi siap-siap buat “ngeliat” lebih dalem lagi ke dompet digital dan uang elektronik lo. Iya, beneran, mereka rencananya mulai 2026 nanti bakal punya akses buat ngelaporkan saldo dan transaksi lo di platform kayak GoPay, OVO, DANA, dan sejenisnya. Jadi, jangan kira tabungan digital lo aman dari pantauan pajak!

Emang Kenapa Sekarang?

Ini semua bukan niat iseng DJP semata, lho. Semuanya berawal dari aturan global yang lagi diikuti Indonesia, namanya Automatic Exchange of Information (AEOI) CRS yang dikembangkan sama OECD. Singkatnya, negara-negara di dunia sepakat buat saling laporin data keuangan warganya secara otomatis biar gak ada yang main sembunyi-sembunyi harta buat ngindahin pajak.

Nah, Indonesia baru aja nandatanganin komitmen tambahan (Addendum to the CRS) di November 2024 kemarin. Karena komitmennya udah di-update, ya aturan di dalam negeri pun harus disesuain. Makanya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru bakal gantikan aturan lama nomor 70/PMK.03/2017. Aturan baru ini udah ditetapin sama Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto, tanggal 22 Oktober 2025 kemarin.

Yang Bakal Kena “Lapor” Itu Apa Aja, Sih?

Nah, ini nih bagian yang paling bikin penasaran. DJP secara spesifik nyebutin dua hal baru yang bakal masuk dalam “radar” pelaporan mereka:

  1. Produk Uang Elektronik Tertentu (Specified Electronic Money Products): Ini artinya dompet digital atau e-money yang lo pake sehari-hari. Detail produk mana aja yang kena masih ditunggu, tapi kemungkinan besar yang punya fitur mirip tabungan.
  2. Mata Uang Digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currencies/CBDCs): Ini adalah bentuk uang digital Rupiah yang rencananya bakal diterbitin sama Bank Indonesia di masa depan. Jadi, bukan cryptocurrency lho ya!

Trus, Gimana dengan Crypto?

Tenang, soal aset kripto juga diatur. DJP bilang aturan baru ini juga bakal ngasih kejelasan buat ngelarin duplikasi pelaporan antara sistem lapor CRS yang umum sama Crypto-Asset Reporting Framework (CARF). Jadi, lembaga yang megang data lo gak bakal bingung harus lapor ke mana.

Jadi Kapan Mulai Berlakunya?

  • Tahun Data 2026: Artinya, transaksi dan saldo lo di tahun 2026 yang akan dicatat.
  • Pertukaran Data 2027: Baru di tahun 2027-lah data-data tadi bakal dipertukarkan secara internasional sama negara lain.

Dampaknya Buat Lo Apa?

Intinya sih, transparansi keuangan lo bakal makin tinggi banget. Pemerintah (dan pemerintah negara lain kalau lo punya aset di luar) bakal lebih gampang nge-track kekayaan lo, termasuk yang disimpen dalam bentuk digital.

Ini sebenernya bukan hal yang scary banget buat yang rajin lapor SPT dan bayar pajak dengan benar. Tapi buat yang selama ini “agak-agak” dalam melaporkan harta, ya ini jadi warning banget. Bokep dikit, langsung ketauan!

Kok DJP Ngasih Tau Dari Sekarang?

DJP ngasih pengumuman ini jauh-jauh hari biar Lembaga Jasa Keuangan (LJK) kayak bank, fintech, dan emiten e-money punya waktu yang cukup buat nyiapin sistem mereka. Mereka harus bisa identifikasi dan laporin data nasabahnya sesuai standar CRS yang baru. Jadi, ini masa transisi buat semua pihak.

Intinya…

Pajak lagi naik level, guys! Mereka gak cuma liat rekening bank konvensional lo lagi. Dunia udah makin digital, dan DJP pun ikutan ngebut buat nutup celah penghindaran pajak. Mulai sekarang, coba deh cek lagi laporan keuangan dan SPT lo. Udah sesuai belum sama isi dompet digital dan aset lo yang lain? Better safe than sorry!

source: inews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Economic & Business

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top