Ilustrasi AI dimanfaatkan untuk membuat perencanaan liburan. (Ilustrasi: AI)
Teknologi AI makin jadi andalan para traveler buat bikin itinerary, cari promo murah, sampai nemuin hidden gem destinasi wisata. Tapi hati-hati, jangan asal percaya sama chatbot ya!
JAKARTA | Kamu tipe yang kalau mau liburan udah punya planning rapi dari jauh-jauh hari, atau tim “liat nanti aja di sana”? 😎 Nah, ternyata sekarang banyak banget wisatawan zaman now yang udah upgrade cara mereka nyiapin liburan bukan cuma pakai Google Maps atau TikTok rekomendasi tempat makan, tapi juga pakai Artificial Intelligence alias AI!
Menurut hasil riset dari Kaspersky, para calon traveler masa kini makin ngandelin AI buat bantu mereka nyusun rencana perjalanan. Alasannya simpel banget: lebih cepat, lebih hemat, dan lebih personal.
“AI sangat dihargai di kalangan wisatawan karena bisa menghemat waktu, kasih rekomendasi yang dipersonalisasi, dan bantu nemuin penawaran hemat anggaran,” tulis laporan itu, dikutip Jumat (17/10/2025).
AI Bikin Traveling Jadi Gampang dan Anti Ribet
Dari hasil survei Kaspersky, ada beberapa alasan kenapa AI jadi teman andalan buat para traveler:
🧭 73% pengguna bilang AI ngebantu banget nyederhanain persiapan dan ngirit waktu.
📍 65% pakai AI buat cari info tentang destinasi wisata, tempat hits, dan rekomendasi sesuai selera.
💸 63% manfaatin AI buat nemuin best deal alias promo termurah.
🔍 61% percaya AI bisa bantu nemuin info yang susah banget dicari manual.
Yang menarik, bukan cuma Gen Z atau milenial aja yang pakai AI. Generasi yang lebih tua, bahkan usia 55 tahun ke atas, juga mulai ikut-ikutan karena AI bisa kasih saran yang belum tentu mereka temuin sendiri.
“Faktanya, sekarang rencana perjalanan yang sesuai preferensi tiap orang bisa dibuat cuma dalam beberapa klik,” tulis laporan itu.
Tapi Jangan Lupa, AI Juga Bisa Salah
Meski kelihatannya canggih banget, bukan berarti hasil dari chatbot AI bisa langsung kamu telan mentah-mentah. Ada beberapa kasus di mana traveler nggak ngecek ulang info dari AI, dan akhirnya malah nyasar atau salah booking. 😅
Kaspersky ngingetin, kalau kamu pakai chatbot buat pesen hotel atau tiket, hati-hati sama data pribadi yang kamu masukin. Bisa aja datanya bocor kalau platform-nya nggak aman.
“Tindakan seperti itu memungkinkan pengguna memberikan data pribadi ke chatbot,” tulis studi tersebut.
Untungnya, cuma sekitar 14% calon wisatawan yang terlalu percaya sama chatbot AI. Sementara 48% lainnya sadar kalau masih ada potensi risiko keamanan dalam penggunaannya.
Menariknya, 86% pengguna AI travel planner ternyata udah mulai mikirin soal keamanan data waktu pakai alat digital kayak gini.
Indonesia Masuk Tim “Hati-hati Dulu”
Nah, kabar baiknya, wisatawan asal Indonesia termasuk yang nggak gampang percaya sama chatbot AI buat ngatur perjalanan. Sama kayak traveler dari Inggris, Spanyol, Malaysia, dan Afrika Selatan, kita masih lebih suka cross-check manual dulu.
Beda cerita sama wisatawan dari China, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi yang udah punya kepercayaan tinggi terhadap sistem keamanan AI. Mereka lebih yakin kalau teknologi ini bisa ngatur liburan dengan aman dan efisien.
So, Kamu Tim AI atau Manual Planning Nih?
AI emang bantu banget buat bikin rencana perjalanan jadi lebih simpel dan cepat. Tapi, balik lagi ke kita sebagai pengguna jangan sampai semua diserahin ke mesin. Tetep perlu riset, baca review, dan pastiin info yang didapat itu valid.
Liburan ideal itu bukan cuma soal efisiensi, tapi juga pengalaman yang autentik dan sesuai gaya kamu sendiri. 😉
Jadi, kamu pilih yang mana nih: rencana liburan hasil AI, atau itinerary buatan tangan sendiri yang penuh kejutan? 🌍✈️