Connect with us

Warga Palestina Mulai Pulang ke Gaza, Trump Malah Usulin Mereka Dipindahin Lagi

International News

Warga Palestina Mulai Pulang ke Gaza, Trump Malah Usulin Mereka Dipindahin Lagi

Warga Palestina kembali ke rumah mereka yang hancur di Jalur Gaza utara, Selasa, 28 Januari 2025, setelah Israel mengizinkan ribuan dari mereka kembali untuk pertama kalinya sejak perang Israel-Hamas.

JAKARTA | Ribuan warga Palestina mulai kembali ke Kota Gaza dan wilayah utara setelah Israel membuka pos pemeriksaan dan mengizinkan mereka melintas. Sejak Senin (27/1) malam, otoritas Hamas di Gaza melaporkan bahwa lebih dari 300 ribu orang telah kembali ke rumah mereka, meskipun sebagian besar wilayah yang mereka tempati kini hancur akibat perang selama 15 bulan antara Israel dan Hamas.

Kebanyakan dari mereka berjalan kaki, melewati jalan-jalan yang kini hanya tersisa puing-puing bangunan. Perjalanan ini dilakukan setelah sekitar satu juta warga Palestina diperintahkan untuk mengungsi dari Gaza utara saat Israel melancarkan serangan besar-besaran pada Oktober 2023. Serangan itu terjadi sebagai respons terhadap serangan Hamas terhadap Israel.

Namun, di saat banyak warga Palestina mulai kembali ke tanah mereka, mantan Presiden AS Donald Trump kembali mengusulkan pemindahan paksa mereka ke negara-negara tetangga seperti Yordania dan Mesir. Dalam pernyataannya di pesawat kepresidenan Air Force One pada Senin malam, Trump mengatakan bahwa Jalur Gaza telah menjadi “neraka selama bertahun-tahun” dan bahwa warga Palestina akan lebih baik jika tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman.

Usulan ini pertama kali disampaikan Trump pada Sabtu (25/1), di mana ia mengungkapkan keinginannya agar Yordania dan Mesir menerima lebih banyak pengungsi Palestina. Ia bahkan menyebut pemindahan ini sebagai bagian dari upaya untuk “membersihkan” Gaza, sebuah pernyataan yang langsung menuai kritik dari berbagai pihak.

Sementara itu, kepulangan warga Palestina ke Kota Gaza terjadi bertepatan dengan dimulainya gencatan senjata enam minggu antara Israel dan Hamas. Gencatan senjata ini merupakan bagian dari kesepakatan tiga tahap yang telah disepakati kedua belah pihak.

Pada tahap pertama, kesepakatan ini telah berhasil membebaskan tujuh sandera Israel yang sebelumnya ditahan di Gaza, serta membebaskan 300 tahanan Palestina yang berada di penjara Israel. Selain itu, bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar juga mulai masuk ke wilayah Gaza, yang selama ini mengalami krisis akibat perang.

Menurut rencana, tahap berikutnya dari kesepakatan ini akan mencakup pembebasan sandera tambahan, yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Namun, banyak pihak masih khawatir apakah gencatan senjata ini benar-benar akan membawa solusi jangka panjang atau hanya menjadi jeda sementara sebelum konflik kembali memanas.

sumber voaindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top