Ngeri! Panel kabin pesawat milik maskapai AirAsia tiba-tiba terlepas saat pesawat mendarat. (Foto: Mothership/Istimewa)
Insiden AirAsia AK720 rute Singapura-Kuala Lumpur bikin heboh karena panel kabin copot pas landing, untungnya nggak ada korban luka.
BOGOR, POPERS.ID | Kejadian kurang mengenakkan baru aja dialami sama penumpang maskapai AirAsia rute Singapura menuju Kuala Lumpur. Nggak ada angin nggak ada hujan, sebuah panel kabin pesawat jatuh dan menggantung tepat saat burung besi ini menyentuh landasan pacu.
Insiden yang lumayan bikin jantungan ini terjadi di penerbangan AK720 pada Sabtu, 4 April 2026. Pesawat yang dijadwalkan mendarat pukul 22.22 waktu setempat itu mendadak jadi sorotan setelah video amatir dari penumpang viral di media sosial.
Kronologi Panel Copot yang Bikin Tegang
Menurut laporan dari Mothership, momen scary ini bermula pas pesawat baru aja touchdown. Salah satu saksi mata cerita kalau dia dengar suara aneh pas roda pesawat nyentuh aspal. Pas dicek ke arah depan, ternyata bagian panel di atas kursi penumpang udah terlepas dan cuma nyangkut di kabel-kabel yang menjuntai.
Bahkan, ada beberapa bagian kecil dari panel itu yang jatuh langsung ke area kursi. Bayangin lagi capek-capeknya habis flight, tiba-tiba ada “atap” pesawat yang mau rontok. Definitely not a good experience.
Suasana Kabin: Antara Takut dan Ketawa
Anehnya, meski suasananya sempat tegang, beberapa penumpang justru merespons kejadian ini dengan ketawa getir. Mungkin karena saking nggak percayanya hal kayak gini bisa kejadian di maskapai sebesar AirAsia.
Untungnya, pas kejadian itu nggak ada penumpang yang duduk persis di bawah panel yang lepas. Jadi, bisa dipastikan nggak ada korban luka atau cedera dalam peristiwa ini. Kru kabin juga gercep alias gerak cepat buat mindahin penumpang ke area yang lebih aman sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Penjelasan Resmi Pihak AirAsia
Nggak tinggal diam, pihak AirAsia langsung kasih klarifikasi terkait masalah teknis ini. Menurut mereka, panel kabin itu bisa lepas karena ada bagian yang longgar pas proses pendaratan. Padahal, mereka mengklaim kalau pesawat sudah lewat proses pemeriksaan rutin.
Berikut beberapa poin proteksi yang dijelaskan pihak maskapai:
Pesawat selalu menjalani inspeksi rutin setiap 36 jam.
Pemeriksaan mencakup visual check dan kondisi fisik komponen kabin.
Tim teknis langsung melakukan audit menyeluruh setelah insiden terjadi buat memastikan nggak ada panel lain yang “letoy”.
Pihak maskapai juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang muncul. Mereka menegaskan kalau safety tetap jadi prioritas nomor satu, meskipun kejadian panel copot ini jelas jadi PR besar buat tim maintenance mereka ke depannya.