Kisah viral Michelle Jonathan yang didiagnosis kista bahu akibat overuse saat main padel tanpa recovery yang cukup.
BOGOR, POPERS.ID | Belakangan ini olahraga padel lagi hype banget di kalangan anak muda Jakarta. Tapi, cerita dari warganet bernama Michelle Jonathan (@michelleyjhonatan) baru-baru ini jadi wake-up call buat kita semua kalau olahraga berlebihan itu ada risikonya. Lewat unggahan media sosialnya, Michelle membagikan pengalaman pahit terkena kista di area bahu yang diduga kuat akibat kebiasaan main padel yang terlalu diforsir.
Kondisi ini awalnya terdeteksi saat Michelle menjalani pemeriksaan MRI untuk bagian bahu dan sikunya. Hasilnya cukup mengejutkan, dokter menemukan kista kecil jinak di area bahu wanita berusia 25 tahun tersebut.
Kronologi dan Diagnosis Dokter
Dalam unggahannya, Michelle menunjukkan hasil MRI yang memperlihatkan kondisi fisiknya yang kurang baik. Tidak hanya kista, ia menjelaskan bahwa tendon, tulang, hingga sendi di area bahunya mengalami pembengkakan. Meskipun kista yang ditemukan bersifat jinak dan ukurannya kecil, hal ini tetap menjadi peringatan serius mengenai kondisi kesehatan tubuhnya.
“Main padel hikmahnya dapat apa? Dapat kista di bahu,” ujar Michelle dalam konten tersebut. Ia mengaku sempat terkejut saat dokter menyebutkan adanya bone cyst atau kista tulang di area bahunya.
Bukan Kurang Otot, Tapi Overuse
Banyak netizen berspekulasi bahwa cedera ini terjadi karena kurangnya latihan kekuatan otot. Namun, Michelle membantah hal tersebut karena ia rutin berlatih di gym bersama personal trainer. Ia menduga kuat penyebab utamanya adalah penggunaan bahu yang berlebihan atau overuse.
Intensitas permainan Michelle memang tergolong sangat tinggi. Dalam sehari, ia bisa bermain padel dua kali pada siang dan malam hari dengan durasi total mencapai 6 jam. Kondisi ini diperparah karena ia memaksakan diri menyelesaikan turnamen meskipun sudah mulai merasakan gejala nyeri.
Efek Buruk Skip Pemanasan dan Kurang Tidur
Selain faktor durasi, Michelle mengakui ada beberapa kesalahan fatal yang sering ia abaikan:
Malas Pemanasan: Ia sering melewatkan sesi warm-up dan cooling down yang krusial untuk mencegah cedera otot.
Minim Recovery: Tubuhnya tidak diberikan waktu istirahat yang cukup setelah aktivitas berat.
Pola Tidur Berantakan: Kebiasaan begadang membuat proses pemulihan alami tubuh tidak berjalan maksimal.
Kisah ini menjadi pengingat bagi para pecinta olahraga bahwa ambisi mengejar prestasi atau kesenangan harus seimbang dengan pemahaman terhadap kapasitas tubuh. Recovery dan istirahat yang cukup bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan dalam rutinitas olahraga yang sehat.