Connect with us

Trump Stop Serangan Iran? Sinyal Damai atau Cuma Strategi?

International News

Trump Stop Serangan Iran? Sinyal Damai atau Cuma Strategi?

Trump Tiba-Tiba Umumkan Setop Serang Teheran. (Ilustrasi: AI)

AS klaim ada pembicaraan produktif dengan Iran, tapi Teheran membantah. Harga minyak langsung drop.

BOGOR, POPERS.ID | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tiba-tiba bikin statement yang cukup bikin kaget. Ia bilang AS dan Iran sedang menjalani pembicaraan yang “sangat baik” untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang sudah berjalan tiga minggu.

Lewat unggahan media sosial pada Senin waktu AS, Trump menyebut Washington dan Teheran sudah melakukan “percakapan produktif” selama dua hari terakhir. Tujuannya jelas: menuju resolusi penuh atas konflik yang sedang berlangsung.

Trump juga mengaku sudah memberi instruksi ke Pentagon untuk menunda semua serangan militer ke infrastruktur energi Iran selama lima hari. Tapi ada syarat: pembicaraan yang sedang berjalan harus berhasil.

Ia menegaskan kedua pihak akan terus melanjutkan diskusi sepanjang minggu ini.

Namun, pernyataan ini langsung terasa janggal. Sebelumnya, Trump justru mengancam akan menyerang fasilitas listrik Iran jika negara tersebut tidak membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Iran justru membantah klaim tersebut. Media lokal mengutip kementerian luar negeri Iran yang menyebut tidak ada pembicaraan seperti yang dikatakan Trump. Mereka malah menilai pernyataan itu sebagai upaya untuk menekan harga energi global yang sedang melonjak.

Sementara situasi di lapangan masih panas. Serangan AS dan Israel terus dibalas Iran, termasuk dengan membatasi lalu lintas di Selat Hormuz jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Iran juga menargetkan fasilitas energi dan kedutaan besar AS di kawasan Teluk, serta target di Israel.

Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, memperingatkan bahwa jika konflik ini berlanjut, dunia bisa menghadapi krisis minyak yang lebih parah dibanding gabungan krisis tahun 1970-an dan dampak perang Rusia-Ukraina.

Efeknya sudah terasa. Harga minyak sempat tembus di atas US$100 per barel akibat konflik ini. Tapi setelah pernyataan Trump, pasar langsung bereaksi.

Minyak mentah Brent turun lebih dari 14% ke level US$96 per barel. Sementara West Texas Intermediate juga anjlok lebih dari 14% ke US$84,37 per barel.

Situasi ini bikin banyak pihak bertanya: ini benar langkah menuju damai, atau cuma strategi politik dan ekonomi?

source article: cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top