Penyerang Getafe, Martin Satriano (10), merayakan golnya ke gawang Real Madrid pada lanjutan Liga Spanyol 2025-2026 di Santiago Bernabeu, Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. (Foto: Soccerway)
Real Madrid harus rela kehilangan poin krusial setelah dipermalukan Getafe 0-1 di kandang sendiri, membuat persaingan gelar Liga Spanyol makin sulit.
JAKARTA | Lanjutan kompetisi Liga Spanyol 2025-2026 baru saja menyuguhkan major upset. Real Madrid yang diunggulkan justru harus menelan pil pahit saat menjamu Getafe di Santiago Bernabeu pada Selasa (3/3/2026) dini hari WIB. Gol tunggal dari Martin Satriano di babak pertama menjadi pembeda sekaligus merusak tren positif Los Blancos di depan pendukungnya sendiri.
Kekalahan ini terbilang menyesakkan bagi skuad asuhan pelatih Real Madrid. Pasalnya, mereka punya misi besar untuk terus menempel ketat Barcelona di posisi puncak. Sayangnya, performa disiplin tim tamu dan penampilan heroik kiper lawan membuat misi tersebut berantakan. It was a night to forget for the Madridistas.
Tembok Kokoh David Soria Sulit Ditembus
Sejak kick-off dimulai, Real Madrid sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan. Vinicius Junior sempat mendapatkan peluang emas setelah memanfaatkan blunder lini belakang Getafe, namun sepakannya masih bisa dimentahkan oleh David Soria. Kiper Getafe ini benar-benar menjadi man of the match berkat kesigapannya di bawah mistar.
Tak hanya Vini, wonderkid Arda Guler juga nyaris mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Turki ini melakukan aksi individu ciamik di dalam kotak penalti, namun lagi-lagi Soria tampil gemilang dengan menepis bola yang mengarah ke tiang dekat. Getafe yang datang dengan status underdog justru tampil sangat tenang meski terus ditekan.
Voli Maut Martin Satriano Bungkam Publik Bernabeu
Keasyikan menyerang justru membuat lini pertahanan Real Madrid sedikit lengah. Melalui sebuah skema serangan balik dan bola silang yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Antonio Rudiger serta Aurelien Tchouameni, bola liar jatuh ke kaki Martin Satriano. Tanpa kontrol lama, Satriano melepaskan tendangan voli keras pada menit ke-39.
Bola meluncur deras ke sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper Madrid. Gol ini sangat bersejarah bagi Getafe, mengingat ini adalah gol pertama mereka di babak pertama dalam 18 pertandingan terakhir di LaLiga. A clinical finish that changed the whole dynamic of the game. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Drama Kartu Merah di Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Madrid mencoba meningkatkan intensitas. Masuknya beberapa pemain segar seperti Rodrygo diharapkan bisa memecah kebuntuan. Peluang sempat lahir dari umpan Franco Mastantuono, namun sundulan Dean Huijsen masih belum menemui sasaran. Getafe benar-benar menerapkan strategi park the bus yang sangat rapat dan efektif.
Ketegangan memuncak di penghujung laga. Franco Mastantuono harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat protes berlebihan kepada wasit. Tak lama berselang, pemain Getafe Adrian Liso juga diusir keluar lapangan karena aksi tidak sportif menendang bola saat laga hampir usai. Namun, keunggulan tim tamu tetap tidak tergoyahkan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil Real Madrid vs Getafe ini membuat posisi El Real di klasemen makin terancam. Kini mereka tertinggal empat poin dari Barcelona yang di saat bersamaan sukses melumat Villarreal 4-1. Sementara bagi Getafe, tambahan tiga poin ini sangat krusial untuk menjauh dari zona degradasi dan mengakhiri kutukan tidak pernah menang di Bernabeu sejak tahun 2008.