Aktor Hollywood Shia LaBeouf resmi ditetapkan sebagai tahanan kota New Orleans dengan jaminan Rp1,6 miliar usai terlibat perkelahian di sebuah bar saat perayaan Mardi Gras.
NEW ORLEANS, POPERS.ID | Shia LaBeouf boleh bernapas lega. Aktor film Transformers itu resmi bebas dengan jaminan sambil menunggu proses persidangan terkait kasus penganiayaan yang terjadi di sebuah bar kawasan Faubourg Marigny, New Orleans, beberapa waktu lalu.
Dalam sidang yang digelar di pengadilan New Orleans, Kamis waktu setempat, Hakim Simone Levine menetapkan jaminan sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar bagi LaBeouf. Aktor 38 tahun itu didakwa dengan dua tuduhan baterai setelah terlibat perkelahian dengan dua pria yang berusaha mengeluarkannya dari bar.
Kronologi kejadian bermula 15 menit setelah tengah malam di R Bar, saat LaBeouf diduga membuat keributan dan menunjukkan perilaku agresif. Saksi mata menyebut aktor tersebut memukul seorang pria yang mencoba mengeluarkannya dari bar dengan tangan terkepal. Tak berhenti di situ, LaBeouf disebut kembali masuk ke dalam bar dengan sikap lebih agresif dan kembali memukul korban yang sama, plus seorang pria lain di bagian hidung.
Salah satu korban bahkan menyebut insiden ini sebagai kejahatan kebencian karena LaBeouf diduga melontarkan kata-kata homofobik saat kejadian. Meski begitu, pengadilan memutuskan untuk tidak menambahkan dakwaan tersebut.
Syarat Bebas: Wajib Tes Narkoba dan Dilarang Tinggalkan Kota
Meski dibebaskan, LaBeouf tak bisa langsung terbang ke mana-mana. Hakim Levine menetapkan sederet syarat ketat bagi bintang film Fury tersebut.
LaBeouf wajib menjalani tes narkoba dan alkohol secara rutin. Ia juga dilarang meninggalkan wilayah New Orleans selama proses hukum berjalan. Hakim Levine bahkan menolak permintaan LaBeouf untuk bepergian ke Roma pada Maret mendatang guna menghadiri baptisan ayahnya.
“Kamu jelas tidak menganggap serius masalah alkoholmu,” tegas Levine dalam persidangan. “Tolong kendalikan diri.”
Dalam sidang tersebut, LaBeouf tampak hadir dengan wajah clean shaven, mengenakan sepatu bot koboi, jeans, dan jaket krem. Ia duduk di bangku paling belakang ruang sidang dengan seorang sheriff di sampingnya.
Pengacara LaBeouf, Sarah Chervinsky, berargumen bahwa 120 orang ditangkap saat perayaan Mardi Gras untuk kasus penyerangan serupa, dan 26 di antaranya telah dibebaskan dengan jaminan. Argumen ini tampaknya turut memengaruhi keputusan hakim.
Klaim Sobar dan Postingan “Free Me” di Media Sosial
Kasus ini cukup mengejutkan publik karena LaBeouf sebelumnya mengaku sudah berhenti minum alkohol. Ia kerap mengaitkan perilaku kasarnya di masa lalu dengan masalah alkoholisme yang dideritanya.
Ironisnya, insiden di New Orleans justru terjadi saat perayaan Mardi Gras yang identik dengan pesta dan minuman keras. Video-video yang beredar di media sosial bahkan menunjukkan LaBeouf tengah menari di Bourbon Street sambil menjepit dokumen penangkapannya di mulut.
Beberapa hari sebelum sidang, LaBeouf sempat memposting tulisan “free me” di platform X, yang langsung menuai beragam reaksi dari warganet.
Dengan status bebas bersyarat ini, LaBeouf kini harus menjalani serangkaian tes dan menunggu proses persidangan selanjutnya di New Orleans. Publik pun bertanya-tanya, akankah kasus ini menjadi titik balik bagi aktor kontroversial tersebut untuk benar-benar meninggalkan kebiasaan lamanya?