Connect with us

Balita Dijual Rp85 Juta di Jakbar, LPSK Langsung Turun Tangan Amankan Korban

National News

Balita Dijual Rp85 Juta di Jakbar, LPSK Langsung Turun Tangan Amankan Korban

Ilustrasi balita. (Foto: AI)

Kasus jual beli anak di Tamansari, Jakarta Barat, bikin geger publik. LPSK gerak cepat jamin perlindungan korban sambil koordinasi bareng polisi dan KPAI.

JAKARTA | Kasus Jual Beli Balita di Jakbar, LPSK Gerak Cepat.

Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Tamansari, Jakarta Barat, lagi jadi sorotan besar. Bayangin aja, ada balita sampai anak-anak yang dijual sampai Rp85 juta per orang. Kasus ini bikin publik heboh karena melibatkan jaringan jual beli anak lintas daerah.

Menanggapi hal ini, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) langsung turun tangan. Wakil Ketua LPSK, Antonius PS Wibowo, bilang pihaknya udah berkoordinasi bareng Bareskrim Polri dan Polres Metro Jakarta Barat buat memastikan semua korban dapet hak dan perlindungan sejak 11 Februari 2026.

“LPSK secara proaktif udah komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian biar korban dapet perlindungan yang komprehensif,” jelas Antonius, Jumat (16/2/2026).

Fokus ke Pemulihan dan Perlindungan Korban

Antonius menegaskan, langkah ini mengacu pada UU Nomor 31 Tahun 2014 dan UU Nomor 21 Tahun 2007, di mana LPSK dan aparat punya mandat buat ngasih perlindungan dan pemulihan bagi korban perdagangan orang.

Beberapa anak korban udah diamankan dan ditempatkan di panti asuhan. Mereka juga bakal dapet pendampingan serta layanan rehabilitasi supaya bisa pulih dari trauma.

Kronologi: Dari Hilang Sampai Dijual Berantai

Berdasarkan catatan LPSK, kasus ini bermula 31 Oktober 2025. Waktu itu, ibu kandung salah satu korban ngajak anaknya main dari rumah kerabat yang selama ini ngasuhnya. Tapi anehnya, sampai 21 November 2025, anak itu nggak balik-balik.

Keluarga panik dan akhirnya lapor ke polisi. Setelah ditelusuri, ternyata si anak dijual berantai ke beberapa orang dengan harga yang terus naik mulai Rp17,5 juta, lalu Rp35 juta, sampai tembus Rp85 juta.

Anak korban akhirnya ditemukan di wilayah Jambi, bareng tiga anak lain yang juga diduga jadi korban perdagangan anak.

10 Orang Ditangkap, Polisi Bongkar Jaringan TPPO

Dari hasil penyelidikan, Polda Metro Jaya berhasil bongkar jaringan jual beli anak ini. Polisi menyelamatkan empat balita dan menetapkan 10 orang tersangka yang terlibat dalam sindikat perdagangan anak lintas daerah.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, menjelaskan, awal kasus ini terungkap gara-gara keluarga curiga sama pengasuh anak korban, inisial CN. Waktu ditanya soal kondisi anak, CN malah bilang kalau anak itu lagi di Medan, sesuai info dari seseorang bernama IG.

Merasa aneh, CN akhirnya lapor ke Polsek Tamansari dan membawa IG buat diklarifikasi. Dari situ, polisi menemukan fakta mengejutkan IG ngaku udah jual anak korban ke pihak lain.

“Anak itu dijual berantai, harganya terus naik dari Rp17,5 juta sampai akhirnya tembus Rp85 juta,” ungkap Arfan.

LPSK & KPAI Pastikan Korban Dapat Perlindungan

Sekarang, LPSK lagi intens berkoordinasi bareng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan pihak kepolisian buat memastikan semua korban dapet pendampingan maksimal. Tujuannya, biar anak-anak yang jadi korban bisa pulih, aman, dan nggak lagi jatuh ke tangan pihak yang salah.

Kasus ini jadi peringatan keras soal pentingnya pengawasan terhadap anak, bahkan dari orang terdekat sekalipun. Polisi masih terus ngembangin kasusnya buat ngungkap jaringan yang lebih luas.

source: inews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in National News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top