International News
Miris! Muslimah Palestina yang Kehilangan Ratusan Keluarga di Gaza Malah Ditahan Imigrasi AS

Leqaa Kordia, perempuan Palestina yang kehilangan 175 anggota keluarganya akibat serangan Israel di Gaza, kini justru ditahan oleh imigrasi Amerika Serikat. Ia bahkan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kejang di pusat penahanan Texas.
JAKARTA | Miris Nasib Leqaa Kordia: Dari Gaza ke Rumah Sakit Imigrasi AS.
Nasib tragis menimpa Leqaa Kordia, perempuan asal Palestina yang hidupnya benar-benar seperti roller coaster. Setelah kehilangan ratusan anggota keluarga karena serangan Israel di Jalur Gaza, kini dia malah harus menghadapi babak baru yang nggak kalah menyakitkan ditahan oleh petugas imigrasi Amerika Serikat (AS).
Kordia, yang kini berusia 33 tahun, dilaporkan mengalami kejang di pusat penahanan imigrasi AS dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Menurut pernyataan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), ia dirawat sejak 6 Februari 2026 pukul 20.45 waktu setempat.
“Staf medis di Pusat Penahanan Prairieland Alvarado, Texas, memberi tahu ICE bahwa tahanan Leqaa Kordia dirawat di Rumah Sakit Texas Health Huguley untuk evaluasi lebih lanjut setelah mengalami kejang,” bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari Reuters.
Kasus ini bermula saat Kordia datang ke Kantor Lapangan Imigrasi dan Bea Cukai Newark bersama pengacaranya di awal 2025. Ia sebenarnya sedang dalam proses mengurus izin tinggal resmi. Tapi entah kenapa, ia malah ditahan oleh otoritas imigrasi AS di sana.
Yang bikin makin tragis, ibunya adalah warga negara AS, tapi hal itu ternyata nggak membuat posisinya jadi lebih aman. Kordia kemudian dimasukkan ke pusat penahanan di Texas dan hingga kini belum ada kejelasan soal status hukumnya.
Keluarganya mengaku belum mendapat kabar terbaru soal kondisi Kordia setelah dirawat di rumah sakit. Sementara DHS menyebut bahwa Leqaa akan mendapat perawatan medis yang “layak” selama masa penahanan.
Organisasi hak asasi manusia Amnesty International mencatat bahwa 175 anggota keluarga Leqaa Kordia tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak akhir 2023. Ia disebut satu-satunya yang selamat dari keluarganya yang besar.
Namun, bukannya mendapat perlindungan atau empati, Kordia justru ditangkap karena masa tinggalnya di AS habis. Visa pelajarnya sudah kedaluwarsa, dan status imigrasinya belum diperpanjang saat penahanan terjadi.
Bukan cuma itu, Leqaa sebelumnya juga sempat ditangkap oleh otoritas lokal pada 2024 karena ikut aksi pro-Palestina di Universitas Columbia. Ia dan sejumlah mahasiswa lain termasuk beberapa kelompok Yahudi yang menolak kekerasan Israel memprotes kebijakan AS yang dianggap menyalahartikan kritik terhadap Israel sebagai antisemitisme.
Menurut para aktivis, pemerintah AS gagal membedakan antara dukungan untuk kemanusiaan Palestina dan dukungan terhadap Hamas. Akibatnya, banyak aktivis pro-Palestina justru dituding ekstremis.
Dalam salah satu wawancaranya sebelum ditahan, Leqaa menggambarkan kondisi fasilitas penahanan di AS sebagai tempat yang “kotor, penuh sesak, dan tidak manusiawi.”
Kisah Leqaa Kordia menggambarkan realita getir yang dihadapi para pengungsi dan aktivis Palestina di luar negeri. Ketika suara mereka dianggap ancaman, rasa kemanusiaan seolah jadi hal yang paling mahal.
Kini, dunia menanti bagaimana Amerika Serikat yang sering bicara soal hak asasi manusia memperlakukan seorang perempuan yang kehilangan hampir seluruh keluarganya, tapi justru dihadiahi dinding penjara dan ranjang rumah sakit.
source: inews
Kasus hantavirus mulai muncul di beberapa negara Asia. Kemenkes RI mencatat puluhan kasus terkonfirmasi sejak 2024...
WHO konfirmasi wabah hantavirus di kapal pesiar Atlantik, tiga penumpang meninggal dan beberapa lainnya kritis. BOGOR,...
Niatnya mau have fun, pengunjung wahana ekstrem ini malah terjebak dan harus turun lewat tangga darurat....
Kemlu RI kecam aksi pasukan Israel yang pasang spanduk “Rising Lion” di reruntuhan RS Indonesia Gaza,...
Lori Chavez-DeRemer resmi mundur, jadi pejabat perempuan ketiga yang tinggalkan pemerintahan Donald Trump. BOGOR, POPERS.ID |...

