Piagam Dewan Perdamaian Gaza, lembaga bentukan Amerika Serikat, diteken di Davos, Swiss, Kamis (22/1) (Foto: AP)
Piagam Dewan Perdamaian Gaza resmi diteken di Davos oleh 19 negara, termasuk Indonesia dan Turki. Inisiatif ini digagas Amerika Serikat untuk bangun kembali Gaza dan dorong perdamaian di wilayah konflik lainnya.
JAKARTA | 19 Negara Teken Piagam Perdamaian Gaza, Indonesia Ikut!
Di sela-sela ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), sebuah momen bersejarah terjadi. Piagam Dewan Perdamaian Gaza lembaga baru bentukan Amerika Serikat resmi diteken oleh 19 negara, termasuk Indonesia dan Turki.
Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa dunia mulai cari jalan serius buat mengakhiri konflik Gaza dan membangun ulang kawasan yang selama ini penuh luka perang.
Siapa Aja yang Ikut Teken?
Dari sekitar 60 negara yang diundang, baru 19 yang resmi gabung, ditambah Kosovo. Para pemimpin negara itu kompak menandatangani piagam perdamaian. Berikut daftarnya:
Amerika Serikat
Armenia
Argentina
Azerbaijan
Bahrain
Bulgaria
Hongaria
Indonesia
Yordania
Kazakhstan
Mongolia
Maroko
Pakistan
Paraguay
Qatar
Arab Saudi
Turki
Uni Emirat Arab
Uzbekistan
Apa Tujuan Dewan Perdamaian Gaza?
Menurut Steve Witkoff, utusan khusus Donald Trump, dewan ini gak cuma fokus ke Gaza aja. Target besarnya adalah membangun perdamaian di wilayah konflik lain di dunia.
“Kita sudah berhasil memulangkan para sandera dan jenazah hampir semuanya. Tapi yang lebih penting, kita juga menciptakan harapan baru untuk masa depan di Gaza dan wilayah lain tempat Dewan Perdamaian akan bekerja,” ujar Witkoff, dikutip dari Sputnik.
Jadi Organisasi Internasional Resmi
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa piagam ini udah resmi berlaku. Dengan begitu, Dewan Perdamaian Gaza kini punya status organisasi internasional resmi.
“Dewan Perdamaian kini merupakan organisasi internasional resmi,” tegas Leavitt dalam keterangannya.
Trump Siap Dialog Demi Perdamaian Dunia
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bilang, Donald Trump terbuka buat berdialog dengan siapa pun asalkan demi perdamaian.
“Dewan Perdamaian ini bakal jadi contoh tentang apa yang mungkin terjadi di bagian lain dunia. Ini bukti bahwa hal-hal yang kelihatannya mustahil bisa diselesaikan,” kata Rubio.
Kenapa Ini Penting?
Langkah ini bisa jadi titik balik penting buat kawasan Timur Tengah, apalagi setelah konflik panjang di Gaza. Indonesia dan Turki yang ikut menandatangani piagam ini menunjukkan komitmen kuat buat dorong solusi damai dan kemanusiaan di level global.
Kalau benar dijalankan serius, Dewan Perdamaian Gaza bisa jadi model baru diplomasi dunia bukan cuma buat Gaza, tapi buat banyak wilayah konflik lain yang sampai sekarang masih gelap arah perdamaiannya.
Kesimpulan
Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza ini bukan cuma simbol politik, tapi juga awal dari misi besar membangun harapan di wilayah perang. Dengan dukungan negara-negara kunci kayak Indonesia, Turki, dan negara-negara Timur Tengah, dunia mungkin aja ngeliat babak baru dalam perjalanan panjang menuju perdamaian yang nyata.