Ilustrasi niat puasa qadha Ramadhan dan Senin Kamis bagi umat Islam. (Foto: Freepik)
Banyak orang pengin dapet dua pahala sekaligus pas bulan Rajab qadha puasa Ramadhan dan puasa sunnah Senin Kamis. Tapi, boleh nggak sih digabung? Yuk bahas bareng plus niat Arab, latin, dan artinya!
BOGOR | Ngobrol Santai Soal Puasa Qadha di Bulan Rajab
Pernah nggak sih ngerasa pengin “sekali jalan dapet dua pahala”? Misalnya, kamu masih punya utang puasa Ramadhan tahun lalu, tapi di sisi lain juga pengin ikut puasa sunnah Senin–Kamis pas bulan Rajab. Nah, boleh nggak tuh digabung?
Menurut para ulama, ternyata boleh banget mengerjakan puasa qadha Ramadhan bersamaan dengan puasa Senin Kamis, apalagi kalau niatnya fokus buat nutup kewajiban dulu. Tapi ada catatannya nih: niatnya jangan dicampur. Artinya, kamu tetap harus niat qadha karena itu puasa wajib.
Penjelasan Ulama
Ustaz Hanif Luthfi, Lc dalam bukunya “Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah” (Rumah Fiqih Publishing) bilang, kadang ada orang yang pengin efisien waktu bayar utang puasa sekalian di bulan-bulan istimewa kayak Dzulhijjah, Rajab, atau Sya’ban. Tujuannya ya biar dapet pahala wajib dan sunnah sekaligus.
Sementara itu, Sayyid Bakri dalam Kitab I‘anatut Thalibin juga jelasin hal serupa: kalau seseorang berpuasa di hari-hari yang disunnahkan (kayak Senin–Kamis), dia tetap dapet keutamaan hari itu, meski niatnya buat qadha. Tapi ingat, jangan niat campur, karena puasa wajib dan sunnah statusnya beda.
Dalil Tentang Waktu Niat Puasa Qadha
Niat puasa qadha Ramadhan harus dilakukan malam sebelumnya, alias sebelum fajar, atau minimal saat sahur. Ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ “Siapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan (Bisa Sekalian di Bulan Rajab)
Artinya: Saya niat berpuasa besok untuk mengqadha puasa wajib Ramadhan karena Allah Ta’ala.
Kalau kamu pengin lakuin di hari Senin atau Kamis, cukup niat qadha aja, karena niat wajib udah otomatis dapet pahala puasa di hari itu juga.
Makna Qadha dan Dasar Hukumnya
Dalam bahasa Arab, kata qadha artinya “menunaikan sesuatu setelah waktunya.” Secara istilah, para ulama bilang:
فِعْلُ الْوَاجِبِ بَعْدَ وَقْتِهِ “Mengerjakan kewajiban setelah waktunya.”
Dasarnya ada di QS. Al-Baqarah ayat 184:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ “Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib baginya menggantinya di hari-hari yang lain.”
Jadi, kalau kamu lagi sakit, haid, menyusui, hamil, atau dalam perjalanan jauh saat Ramadhan, boleh nggak puasa tapi wajib qadha di hari lain.
Siapa Aja yang Boleh Nggak Puasa dan Wajib Qadha?
Para ulama sepakat ada enam golongan yang boleh nggak puasa Ramadhan dengan catatan harus qadha:
Musafir (orang dalam perjalanan jauh)
Orang sakit
Ibu hamil
Ibu menyusui
Perempuan haid atau nifas
Lansia yang udah nggak kuat (bisa ganti dengan fidyah)
Hadis Tentang Qadha Tanpa Harus Berurutan
Rasulullah SAW bersabda:
سُئِلَ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ فَقَالَ إِنْ شَاءَ فَرَّقَهُ وَإِنْ شَاءَ تَابَعَهُ “Rasulullah ditanya tentang qadha puasa Ramadhan. Beliau bersabda: Jika ia mau, boleh dilakukan terpisah, dan jika mau, boleh berurutan.”
Artinya, kamu bebas mau qadha-nya nyicil atau langsung berurutan yang penting semuanya kelar sebelum Ramadhan berikutnya.
Deadline Bayar Utang Puasa
Qadha sebaiknya dilakukan secepat mungkin. Tapi kalau belum sempat, batas akhirnya sebelum Ramadhan datang lagi. Banyak sahabat Nabi, termasuk ‘Aisyah RA, juga pernah ngalamin hal sama.
‘Aisyah RA pernah bilang:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ “Aku punya utang puasa Ramadhan, dan aku tidak bisa membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari & Muslim)
Jadi kalau kamu belum sempat, bulan Sya’ban adalah kesempatan terakhir buat lunasin utang puasa sebelum masuk Ramadhan baru.
Kesimpulan: Yuk, Jangan Nunda Qadha Lagi
Intinya, puasa qadha Ramadhan bisa banget dilakukan di hari Senin–Kamis atau di bulan Rajab, asal niatnya tetap qadha (bukan niat ganda). Kamu tetap dapet pahala puasa wajib, dan semoga juga bonus pahala sunnah karena dilakukan di waktu mulia.
Bulan Rajab tuh momen pas banget buat mulai “bayar utang spiritual”, sebelum nanti keburu sibuk menjelang Ramadhan.