Economic & Business
Trump Akhirnya “Baikan” Sama Elon Musk, Langsung Kasih Proyek Pentagon Buat Grok AI!

Pasca ribut global karena konten seksual AI, ternyata Trump malah kasih proyek rahasia Pentagon ke Grok milik Elon Musk. Gimana ceritanya?
JAKARTA | Udah ‘Baikan’, Trump Langsung Kasih Proyek Pentagon untuk Grok AI-nya Elon Musk
Gak nyangka ya, guys – setelah sebelumnya sempet “berantem” di publik karena kebijakan One Big Beautiful Bill Act di 2025 lalu, Elon Musk dan Donald Trump ternyata udah balikan akur. Malah, mereka sekarang kerja sama proyek rahasia buat Pentagon!
Kedekatan mereka mulai ketauan pas moment makan malam bareng Trump dan Melania di Mar-a-Lago yang di-upload sama Musk. Dan ternyata, gak cuma makan-makan doang. Baru-baru ini, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ngumumin kalau Grok AI – chatbot kontroversial besutan Musk – bakal dipake sama Pentagon buat urusan jaringan internal mereka.
Artinya apa? Grok bakal kerja bareng sama tool AI-nya Google buat urus data-data militer AS. Hegseth bilang ini bagian dari upaya besar-besaran buat kumpulin lebih banyak data militer buat teknologi masa depan.
“Dalam waktu dekat, kami bakal sematkan model-model AI terbaik di dunia di semua jaringan, yang terklasifikasi maupun enggak,” kata Hegseth di pidatonya di kantor SpaceX Texas Selatan, Rabu (14/1/2026).
Grok Baru Saja Dihujat Global
Lucunya, pengumuman ini muncul pas banget Grok lagi jadi bulan-bulanan di dunia. Beberapa negara kayak Indonesia dan Malaysia bahkan sempat blokir akses Grok di platform X (Twitter) karena dituduh mempermudah pembuatan konten seksual yang eksploitatif ke perempuan dan anak.
Inggris juga lagi selidiki, Malaysia ancam bakal bawa ke jalur hukum. Responnya, Grok batasin fitur buat gambar – jadi cuma user berbayar yang bisa pake.
Tapi Trump kayaknya gak peduli. Malah, lewat Pentagon, dia kasih “proyek balas budi” ke Musk.
Pentagon Mau Genjot Teknologi Perang Pakai AI
Hegseth bilang Pentagon butuh inovasi dari mana aja, termasuk dari pihak swasta kayak SpaceX dan xAI punya Musk. Dia nyebut Pentagon punya data operasional dari dua dekade perang dan intelijen – dan AI bakal bantu kelola data sebanyak itu buat kepentingan militer AS ke depannya.
“Kita butuh inovasi yang datang dari mana saja, yang bisa ngevolusi kecepatan dan mencapai tujuan,” ujarnya.
Jadi, meskipun satu dunia lagi pada hujat Grok, Trump malah ngasih jalan buat AI itu masuk ke jantung pertahanan AS. Gimana nih kelanjutannya? Kita lihat aja apakah kolaborasi Trump dan Musk ini beneran bawa perubahan buat militer AS, atau malah bikin masalah baru.
Yang jelas, hubungan mereka ternyata lebih kuat dari yang kita kira. Dan proyek AI buat Pentagon mungkin cuma awal dari kolaborasi lain yang lebih gede lagi. Stay tuned!
source: cnbcindonesia
Harga BBM nonsubsidi naik sejak 18 April 2024, biaya isi penuh Fortuner dan Pajero Sport tembus...
Defend IT360 perkuat keamanan bisnis lewat layanan Virtual SOC Essential berbasis SIEM yang memantau ancaman secara...
Pemerintah batasi pembelian BBM subsidi 50 liter per hari pakai MyPertamina, berlaku sementara untuk kendaraan pribadi....
Kolaborasi strategis TelkomGroup, NeutraDC, dan Huawei fokus pada penguatan infrastruktur digital, data center, dan akselerasi transformasi...
Grab resmi akuisisi Foodpanda Taiwan senilai Rp10 Triliun, perluas jangkauan bisnis pengantaran makanan ke luar Asia...

