Beras yang diperdagangkan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Tangguh Yudha)
Harga pangan nasional per 5 Januari 2026 naik di beberapa komoditas utama. Beras berbagai kualitas hingga minyak goreng kemasan kompak mengalami kenaikan, sementara beberapa bahan lain justru turun.
JAKARTA | Harga Pangan Awal Tahun 2026 Mulai Bergerak Naik.
Awal tahun belum genap seminggu, tapi harga bahan pangan di pasaran sudah mulai ‘gerak naik’. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per Senin, 5 Januari 2026, sejumlah komoditas utama seperti beras dan minyak goreng mengalami kenaikan yang cukup terasa.
Khusus untuk beras, hampir semua jenisnya menunjukkan tren naik.
Beras kualitas bawah I naik 1,04% jadi Rp14.550/kg.
Beras kualitas bawah II naik 1,05% ke Rp14.500/kg.
Beras kualitas medium I juga ikut naik 1,89% ke Rp16.200/kg.
Beras medium II naik 0,32% ke Rp15.850/kg.
Sementara beras super I masih aman di Rp17.100/kg, tapi beras super II naik 0,9% ke Rp16.800/kg.
Kenaikan ini bikin harga beras makin ‘berat’ buat kantong masyarakat. Padahal, beras adalah bahan pokok utama yang selalu dicari setiap hari.
Bawang dan Cabai, Ada yang Naik Ada yang Turun
Sementara itu, komoditas bumbu dapur bergerak dua arah.
Bawang merah turun tipis 0,2% jadi Rp51.150/kg.
Tapi bawang putih justru naik 1,73% ke Rp41.050/kg.
Untuk cabai, sebagian besar justru turun kabar baik buat pecinta pedas!
Cabai merah besar turun cukup signifikan 16,55% jadi Rp40.850/kg.
Cabai merah keriting ikut turun 4,63% ke Rp49.400/kg.
Cabai rawit merah juga melandai 10,75% ke Rp62.250/kg.
Tapi cabai rawit hijau sedikit naik 0,63% ke Rp64.100/kg.
Daging dan Telur, Ada yang Lebih Murah
Masuk ke produk hewani, harga daging ayam ras segar dan daging sapi kompak turun.
Daging ayam ras segar turun 3,62% jadi Rp39.900/kg.
Daging sapi kualitas I turun 2% ke Rp139.400/kg,
dan kualitas II turun 1,71% jadi Rp132.250/kg.
Sementara itu, telur ayam ras segar juga turun tipis 0,91% ke Rp32.700/kg. Lumayan buat yang doyan sarapan telur tiap pagi.
Minyak Goreng Naik Lagi
Nah, ini dia yang paling sering bikin heboh minyak goreng. Semua jenisnya naik serentak:
Minyak goreng curah naik 5,57% jadi Rp19.900/liter.
Minyak kemasan bermerek I naik 2,67% ke Rp23.050/liter.
Minyak kemasan bermerek II naik 2,32% ke Rp22.050/liter.
Kenaikan ini dikhawatirkan bakal memicu efek domino ke harga makanan olahan, terutama di pedagang kecil dan UMKM kuliner.
Gula Pasir Masih Campur Aduk
Harga gula pasir juga bergerak dua arah.
Gula pasir premium justru turun 1,52% ke Rp19.500/kg,
tapi gula pasir lokal naik 1,65% ke Rp18.500/kg.
Kondisi ini menunjukkan harga pangan di awal tahun 2026 belum sepenuhnya stabil. Beberapa faktor seperti pasokan dan cuaca bisa jadi penyebab fluktuasi ini.
Kesimpulan: Awal Tahun, Harga Masih “Pemanasan”
Kenaikan harga di awal Januari 2026 ini bisa dibilang jadi sinyal waspada bagi konsumen. Meski beberapa bahan seperti cabai dan daging turun, lonjakan harga beras dan minyak goreng tetap terasa signifikan.
Masyarakat diimbau buat tetap pantau pergerakan harga dan bijak belanja, apalagi menjelang musim tanam dan potensi perubahan cuaca di bulan-bulan awal tahun.