Connect with us

Baru Tahu! Ternyata “Tol” Itu Singkatan, Bukan Cuma Nama Jalan Bayar!

Lifestyle

Baru Tahu! Ternyata “Tol” Itu Singkatan, Bukan Cuma Nama Jalan Bayar!

Gerbang Tol Cikampek Utama. (Dok. Jasa Marga)

Gak banyak yang sadar kalau “tol” ternyata punya kepanjangan resmi lho. Nih, fakta lengkap soal asal-usul kata tol dan siapa aja konglomerat di balik bisnis jalan bebas hambatan di Indonesia.

JAKARTA | Kalau dengar kata jalan tol, yang langsung kepikiran pasti bayar, macet, dan saldo e-toll yang mendadak minus pas di gerbang. Tapi ternyata, banyak orang belum tahu kalau “tol” itu bukan cuma nama keren buat jalan berbayar tapi sebenarnya singkatan resmi lho!

Menurut laman resmi Daihatsu Indonesia, kata “tol” ternyata berasal dari singkatan “Tax on Location”, alias pajak yang dipungut di lokasi. Jadi, secara harfiah, setiap kali lo lewat jalan tol dan bayar tarifnya, itu sebenarnya bentuk tax collection atau pungutan pajak langsung di tempat.

Nah, itulah alasan kenapa setiap pengendara wajib bayar tarif tol yang beda-beda, tergantung jarak tempuh dan ruas jalan yang dilalui. Semakin jauh rutenya, ya makin tinggi juga tarifnya. Simple banget kan logikanya?

Sejarah Jalan Tol di Indonesia

Ngomongin soal sejarahnya, jalan tol pertama di Indonesia ternyata udah ada dari tahun 1978. Yap, proyek perdana itu adalah Tol Jagorawi (Jakarta–Bogor–Ciawi) sepanjang 59 km jalan bebas hambatan pertama yang resmi beroperasi di tanah air.

Pengelolaannya dipegang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), lembaga di bawah Kementerian PUPR yang ngatur segala hal soal pembangunan dan pengelolaan tol di Indonesia. Jadi, semua proyek tol yang lo lewatin itu nggak asal bangun, tapi diatur dan diawasi secara resmi biar manfaatnya tetap balik ke masyarakat.

Bisnis Jalan Tol: Lahan Emas Para Konglomerat

Sekarang kita ngomongin sisi lain: bisnis jalan tol.
Siapa sangka, proyek infrastruktur yang kelihatannya cuma urusan pemerintah, ternyata jadi ladang cuan yang luar biasa buat para konglomerat tanah air.

Mulai dari Grup Salim milik Anthoni Salim, Jusuf Hamka, Agung Sedayu Group, sampai Sinar Mas Land semuanya punya andil besar di balik jalan-jalan tol yang kita lewati tiap hari.

Jusuf Hamka, misalnya, dikenal sebagai “juragan tol” lewat perusahaannya PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) perusahaan swasta pertama di Indonesia yang fokus di bisnis tol.
CMNP punya 7 ruas tol strategis di kawasan Jabodetabek, dan masih terus ekspansi.

Lalu ada Agung Sedayu Group milik Aguan, yang bareng Grup Salim lagi ngebangun Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg. Nilai proyeknya gila-gilaan tembus Rp23,22 triliun dan ditargetin rampung tahun 2025. Jalan ini bakal jadi akses baru yang nyambungin Tangerang ke sisi utara Jakarta, tepatnya kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang mereka kembangkan bareng.

Gak ketinggalan, Sinar Mas Land juga ikut main lewat anak usahanya PT Trans Bumi Serbaraja, yang baru aja ngeresmikan Tol Serpong–Balaraja per 30 September lalu.
Proyek ini makin mempertegas kalau bisnis tol bukan cuma soal infrastruktur, tapi juga bagian dari ekosistem properti dan investasi jangka panjang.

Jadi, Tol Itu Lebih dari Sekadar Jalan Cepat

Sekarang lo udah tahu tol bukan cuma jalan cepat yang bayarannya bikin dompet tipis, tapi juga simbol dari sejarah pembangunan dan strategi ekonomi besar di Indonesia. Mulai dari arti katanya, sampai siapa aja pemain besar di baliknya, semuanya punya peran penting dalam ngebentuk sistem transportasi modern kita hari ini.

Jadi, lain kali kalau lo lagi di jalan tol, sambil tap kartu, lo bisa bilang ke temen di sebelah:
“Bro, lo tau gak sih, ‘tol’ tuh singkatan dari Tax on Location! Gue baru tahu juga, sumpah.”

source: cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lifestyle

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top