Connect with us

Komeng: Jadi Petani Itu Keren, Bentuk Patriotisme Zaman Sekarang!

City Corner

Komeng: Jadi Petani Itu Keren, Bentuk Patriotisme Zaman Sekarang!

(Foto: Ist)

Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng ajak para petani tanam semangat 4 Pilar MPR RI Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika buat jaga persatuan dan ketahanan pangan Indonesia.

POPERS.ID | Jadi petani bukan cuma soal nyangkul dan panen, tapi juga bagian dari menjaga Indonesia tetap kuat dan mandiri. Hal itu disampaikan langsung oleh Alfiansyah Komeng, anggota DPD RI, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bareng puluhan petani di Sekretariat DPD Tani Merdeka, Sabtu (13/12/2025).

Acara ini bukan sekadar kumpul bareng, tapi juga ajang buat ngobrol santai tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika empat pilar penting yang jadi fondasi berbangsa dan bernegara. Temanya? Gimana nilai-nilai itu bisa diterapkan di kehidupan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

“Petani Sejahtera, Negara Kuat”

Dalam penyampaiannya, Komeng yang dikenal juga lewat kiprahnya di dunia hiburan menegaskan bahwa 4 Pilar bukan teori kosong, tapi panduan hidup yang nyata.

“Pancasila dan UUD 1945 itu bukan cuma hafalan. Kalau petani kita sejahtera dan pangan mandiri, itu bentuk nyata NKRI yang kuat,” ujar Komeng disambut tepuk tangan para petani.

Ia juga ngasih contoh soal Bhinneka Tunggal Ika yang bisa diterapkan di dunia pertanian. Katanya, gotong royong lintas suku, budaya, dan daerah penting banget buat ngebangun kemandirian pangan. “Kalau antarpetani kompak, hasil panen juga makin bagus dan distribusi pangan lancar,” tambahnya.

Sesi Diskusi: Suara dari Sawah

(Foto: Ist)

Bagian paling seru justru muncul waktu sesi tanya jawab. Para petani dari berbagai daerah curhat langsung ke Komeng soal isu yang mereka hadapi sehari-hari.

Pak Mulyadi, petani padi, sempat nanya soal masalah klasik: pupuk subsidi.

“Kami sering kesulitan pupuk waktu musim tanam. Gimana penerapan keadilan sosial buat petani, Pak?”

Komeng jawab tegas.

“Keadilan sosial itu artinya semua dapat bagian yang adil. Saya terus dorong di DPD RI supaya distribusi pupuk nggak timpang. Nggak boleh ada daerah kelebihan sementara yang lain kekurangan. Harus diawasi bareng-bareng.”

Lalu, Ibu Sumiyati dari kelompok tani wanita ikut nimbrung bahas soal kerukunan antarpetani pendatang.

“Kadang gesekan soal lahan bikin nggak enak, Pak.”

Komeng menanggapi dengan gaya khasnya yang santai tapi ngena.

“Ingat sila keempat: musyawarah. Kita boleh beda asal-usul, tapi tujuannya sama kasih makan bangsa. Kalau patuh aturan dan mau rembukan, nggak bakal ribut.”

Dan dari kalangan muda, Kang Asep, petani milenial, lempar pertanyaan yang cukup nyentil.

“Pak, anak muda sekarang banyak yang ogah ke sawah. Katanya nggak keren. Gimana 4 Pilar bisa nyambung sama itu?”

Komeng pun langsung menjawab dengan gaya yang bikin suasana cair.

“Justru jadi petani itu keren banget! Lo nggak cuma tanam padi, tapi tanam masa depan bangsa. Kalau anak muda nggak mau turun tangan, siapa yang jaga kemandirian pangan kita? Bertani itu bentuk patriotisme zaman sekarang.”

Bangun Kesadaran Lewat Ketahanan Pangan

Sosialisasi ini ditutup dengan foto bareng dan komitmen dari pengurus DPD Tani Merdeka buat terus menanamkan semangat kebangsaan di kalangan petani.

Komeng berharap kegiatan kayak gini bisa rutin digelar, biar makin banyak Masyarakat terutama di desa yang paham bahwa menjaga persatuan dan ketahanan pangan itu satu paket penting buat masa depan Indonesia.

“Kalau petani kuat, pangan cukup, Indonesia nggak perlu takut,” tutup Komeng. [popred]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in City Corner

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top