Alfiansyah Komeng, anggota DPD RI sedang men-sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan. (Foto: Ist)
Acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Alfiansyah Komeng, anggota DPD RI, berlangsung hangat di Warung Kopi Simpang Sentul, menghadirkan dialog inspiratif antara dunia sepak bola komunitas dan nilai-nilai kebangsaan.
POPERS.ID | Suasana santai namun penuh makna terasa di Warung Kopi Simpang Sentul, Bogor, saat puluhan anggota Komunitas Viva Family Cisarua, komunitas penggemar dan pemain sepak bola, berkumpul dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Alfiansyah Komeng, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), sebagai narasumber utama. Dalam suasana akrab khas komunitas, Komeng mengajak peserta untuk memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat Pilar ini bukan cuma hafalan di sekolah. Tapi harus kita jadikan pedoman di mana pun kita berada, termasuk di lapangan sepak bola,” ujar Komeng membuka sesi dengan gaya humor khasnya yang membuat suasana cair.
Menurutnya, semangat gotong royong, sportivitas, dan kebersamaan yang ada dalam komunitas bola seperti Viva Family merupakan contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
(Foto: Ist)
Nilai Kebangsaan di Tengah Komunitas Bola
Komeng menekankan, bahwa sepak bola bisa menjadi sarana mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Di lapangan, kita nggak lihat siapa dari mana. Yang penting kerja sama, saling percaya, dan satu tujuan: menang bareng,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menjelaskan makna Pancasila sebagai ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu, dengan contoh-contoh ringan dari dunia olahraga agar mudah dipahami oleh para peserta yang sebagian besar adalah pemain dan suporter komunitas bola lokal.
Sesi Interaksi: Tanya-Jawab Inspiratif
Acara semakin menarik ketika dibuka sesi tanya-jawab antara narasumber dan peserta. Beberapa anggota komunitas Viva Family mengajukan pertanyaan yang mencerminkan rasa ingin tahu mereka terhadap penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan komunitas.
Penanya pertama, Andri (anggota Viva Family):
“Bang Komeng, kalau di komunitas bola kan sering beda pendapat, kadang sampai ribut kecil. Gimana caranya supaya kita bisa tetap satu dan nggak pecah cuma gara-gara beda pendapat?”
Komeng menjawab:
“Nah, ini pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Beda pendapat boleh, tapi tujuannya tetap sama: menjaga persaudaraan. Kalau kita paham nilai ini, kita nggak gampang kebawa emosi.”
Penanya kedua, Rian (kapten tim Viva Family):
“Kami sering adain turnamen antar-komunitas. Kadang suporter ribut, bawa isu daerah atau suku. Apa yang bisa kita lakukan biar nggak kebawa fanatik sempit gitu, Bang?”
Komeng menjawab:
“Di sinilah pentingnya NKRI. Kita harus lihat diri kita sebagai satu bangsa. Turnamen itu ajang silaturahmi, bukan permusuhan. Jadi tunjukkan sportivitas dan saling menghargai, itu cermin cinta NKRI.”
Penanya ketiga, Joko (anggota muda Viva Family):
“Bang Komeng, kadang kita ngerasa jauh sama hal-hal kayak Pancasila atau UUD 1945. Apa cara paling sederhana buat anak muda kayak kami buat ngejalaninnya?”
Komeng menjawab:
“Mulai dari hal kecil aja. Jujur, disiplin, kerja sama, dan nggak nyinyir sama yang beda. Itu udah bagian dari Pancasila, bro. Nggak usah nunggu jadi pejabat buat cinta bangsa.”
Dari Lapangan ke Kehidupan Berbangsa
Acara ditutup dengan pesan dari Komeng agar komunitas seperti Viva Family terus menjadi contoh nyata penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau di lapangan bisa main kompak, di kehidupan juga harusnya bisa. Indonesia butuh orang-orang kayak kalian yang bisa menjaga persatuan lewat hal-hal sederhana,” pungkas Komeng.
Dengan semangat kebersamaan, acara ini menjadi bukti bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bisa dilakukan di mana saja termasuk di tengah komunitas sepak bola yang solid dan penuh semangat seperti Viva Family Cisarua. [popred]