Ilustrasi. Jam saku emas milik penumpang kapal Titanic laku dijual dalam lelang dengan harga fantastis. (Foto ilustrasi: AI)
Jam emas milik Isidor Straus, korban Titanic dan pemilik Macy’s, baru saja terjual dengan harga gila-gilaan. Ini bukan cuma soal barang antik, tapi bukti cinta yang legendary banget!
JAKARTA | Gila, harga barang peninggalan Titanic emang nggak ada matinya! Baru-baru ini, sebuah jam saku emas milik salah satu korban paling ikonik, Isidor Straus, dilelang dengan harga yang bikin mata melotot: US$2,3 juta atau sekitar Rp38 miliar! Ini sekaligus memecahkan rekor untuk barang memorabilia Titanic, lho.
Siapa sih Isidor Straus? Dia itu bos legendaris dari department store Macy’s. Jam saku merk Jules Jurgensen 18 karat itu dibawanya naik Titanic pada April 1912, bareng sang istri, Ida. Mereka lagi pulang ke New York dari liburan di Eropa. Tapi, kita semua tau ujung tragis dari pelayaran perdana kapal “yang tak bisa tenggelam” itu.
Nah, yang bikin jam ini mahal banget bukan cuma karena bahan emasnya atau merknya. Tapi ada kisah cinta abadi yang melekat kuat, yang bikin harganya melambung tinggi. Jam itu adalah hadiah ulang tahun dari Ida untuk Isidor di tahun 1888. Jadi udah tua banget dan sarat nilai emosional.
Kisah Cinta yang Bikin Nangis: “Aku Akan Mati Bersamamu”
Ini bagian yang paling heartbreaking. Saat Titanic mulai tenggelam, kesempatan untuk naik sekoci penyelamat ada. Tapi Ida Straus dengan sengaja nolak untuk pisah sama suaminya. Dia memilih tetap di kapal bersama Isidor. Kata-katanya yang legendary dan dikutip banyak sumber adalah: “Tempatku bersamamu. Aku telah tinggal bersamamu. Aku mencintaimu, dan jika perlu aku akan mati bersamamu.”
Cinta mereka yang solid banget itu bahkan diabadikan di film “Titanic” karya James Cameron, lewat adegan sepengantian tua berpelukan di atas ranjang saat kabin mereka kebanjiran. Itu adalah portray dari Isidor dan Ida!
Detik-Detik Terakhir yang Membeku di Jarum Jam
Ada detail yang bikin merinding: jarum jam saku itu berhenti tepat pada pukul 02.20. Itu adalah waktu persis ketika Titanic sepenuhnya tenggelam ke dasar Samudra Atlantik pada 15 April 1912. Jam ini ditemukan bersama jasad Isidor Straus, dan akhirnya dikembalikan ke keluarga.
Andrew Aldridge, direktur rumah lelang Henry Aldridge and Son yang nawarin jam ini, bilang ke Fox News, “Jam saku adalah barang yang super personal. Setiap penumpang punya cerita yang tetap hidup 113 tahun kemudian lewat benda-benda yang mereka tinggalkan.”
Lelang Sengit dan Daya Tarik Titanic yang Tak Pudar
Lelang yang digelar Sabtu lalu itu dilaporkan berlangsung seru banget. Para kolektor rebutan untuk memiliki potongan sejarah yang sangat langka dan punya cerita kuat. Tahun sebelumnya, rumah lelang yang sama juga berhasil menjual jam saku Titanic lain dengan harga US$1,3 juta (sekitar Rp32 miliar). Jadi, harga Rp38 miliar ini benar-benar nge-break record!
“Harga-harga yang terlihat dalam penjualan ini menunjukkan bahwa daya tarik dari kisah luar biasa ini masih sangat kuat,” tambah Aldridge. Emang bener sih, tragedi Titanic itu kayak magnet abadi. Bukan cuma karena skala bencananya, tapi terutama karena ribuan cerita manusia di dalamnya, kayak kisah Isidor dan Ida Straus ini.
Fakta Kilat:
Apa itu? Jam saku emas 18 karat merk Jules Jurgensen.
Pemilik: Isidor Straus, co-owner Macy’s & korban Titanic.
Harga Lelang: US$2,3 juta (~Rp38 miliar) REKOR BARU!
Faktor Harga: Kelangkaan, sejarah kepemilikan, dan kisah cinta legendaris di baliknya.
Status Sekarang: Terjual ke kolektor privat yang identitasnya dirahasiakan.
Intinya, lelang ini ngebuktiin bahwa sejarah dan emosi punya harga yang nggak main-main. Jam saku itu bukan cuma benda mati, tapi penyimpan memori tentang kesetiaan dan cinta yang memilih untuk tidak berpisah, bahkan di ambang maut. Legend banget!