National News
Gaspol! DPR Bentuk Tim Khusus Gempur ‘Reformasi’ Polri, Kejaksaan, & Pengadilan, Ini yang Bakal Mereka Gaskeun!

Komisi III DPR akhirnya bikin langkah konkret! Mereka bentuk Panja khusus buat gaskeun reformasi Polri, Kejagung, dan MA. Simak rencana dan targetnya biar hukum di Indonesia makin kredibel.
JAKARTA | Waduh, akhirnya ada angin segar nih buat penegakan hukum di Indonesia! Komisi III DPR baru aja fix bikin sebuah tim khusus yang tugasnya nggaskeun reformasi di tiga lembaga super penting: Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan.
Iya, bener banget. Mereka enggak mau cuma omong doang. Lewat Panitia Kerja atau Panja Percepatan Reformasi ini, DPR pengen pastiin proses perbaikan di tubuh polisi, jaksa, dan hakim bener-bener jalan, bukan sekadar wacana.
Keputusan ini diambil dalam rapat serius yang ngumpulin perwakilan dari Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Mahkamah Agung (MA) pada Selasa, 18 November 2025 kemarin.
Jadi, gimana sih ceritanya? Wakil Ketua Komisi III DPR, Rano Alfath, ngasih tau kalo pembentukan panja ini adalah kesimpulan akhir dari rapat tersebut. Intinya, DPR ngerasa reformasi di tiga lembaga penegak hukum ini udah sangat mendesak dan gak bisa ditunda-tunda lagi.
“Kita sepakati karena memang kesimpulan kita nanti membentuk panja. Panja ini nanti akan terkait soal panja reformasi, baik Polri, Kejaksaan maupun Pengadilan,” kata Rano, ngasih penjelasan.
Jadi, Panja ini bakal jadi semacam “satgas” yang fokus ngawasi dan nyetir proses reformasi biar cepet kelar. Bukan cuma ngawasin doang, tapi juga memastikan ada tindak lanjut nyata dari masing-masing institusi.
Nah, yang paling seru nih, buat mewujudin misinya, Panja ini rencananya bakal ngundang para petingginya. Bayangin aja, ruang rapat DPR bakal diisi sama para pemimpin tertinggi di dunia hukum kita.
Rano ngasih bocoran, “Nanti kita akan undang kembali untuk mendengar jawaban-jawaban yang tadi harus sudah dipersiapkan.”
Lalu, siapa aja yang dimaksud? “Mungkin yang hadir adalah Kapolri, Pak Jaksa Agung dan Pak Mahkamah Agung, mungkin salah satu hakim agung. Ini akan kita sepakati ya,” tambahnya.
Jadi, bisa ditebak dong, rapat-rapat Panja ini bakal panas dan penuh dengan pertanyaan-pertanyaan kritis buat para pimpinan institusi tersebut. DPR pengen dengar jawaban dan komitmen mereka secara langsung, no nonsense.
Di akhir rapat, Komisi III DPR secara resmi ngeluarin pernyataan yang intinya bilang kalo mereka ngerasa reformasi di Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan itu sangat mendesak.
Makanya, pembentukan Panja ini adalah bentuk follow up dan pengawasan buat mempercepat agenda reformasi yang selama ini dinanti-nanti sama seluruh masyarakat.
Setelah notulensi kesimpulan rapat dibacain, Rano Alfath balik nanya ke semua peserta rapat buat mastiin, “Setuju ya?”
Dan… “SETUJU!” jawab semua peserta rapat kompak. Dengan begitu, proses pembentukan Panja Percepatan Reformasi ini resmi jalan!
Kita tunggu aja ya action selanjutnya. Semoga aja dengan adanya Panja khusus ini, reformasi hukum di Indonesia bener-beler gaskeun dan membuahkan hasil yang kita semua harapkan! Fingers crossed!
source: inews
Kloter pertama jemaah haji 2026 berangkat 22 April, puncak haji 25-26 Mei, pemulangan mulai 1 Juni...
Kemhan RI jelaskan isu overflight pesawat militer Amerika Serikat, tegaskan masih tahap usulan dan tidak mengikat....
Kejati DKI Jakarta lakukan penggeledahan di kantor Kementerian PU. Menteri Dody Hanggodo akui tidak tahu perkara...
Pemerintah targetkan produksi massal mobil sedan listrik pada 2028 untuk kurangi ketergantungan BBM dan dorong industri...
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik di Magelang dengan kapasitas produksi hingga 3.000 unit, dorong...

