Keir Starmer (kanan) menerima kunjungan Mahmud Abbas di London, Senin (8/9) di London (Foto: WAFA)
Keir Starmer bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas di London jelang rencana Inggris deklarasi pengakuan Palestina. Bahas Gaza, gencatan senjata, dan masa depan Otoritas Palestina.
LONDON | Hari Senin (8/9/2025) kemarin, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi nerima kunjungan Presiden Palestina Mahmud Abbas di London. Pertemuan ini langsung jadi sorotan dunia, soalnya datang di momen krusial: jelang kemungkinan Inggris mendeklarasikan pengakuan resmi atas negara Palestina.
Menurut pernyataan dari Downing Street (kantor PM Inggris), Starmer dan Abbas ngobrol serius soal banyak hal, mulai dari krisis kemanusiaan di Gaza yang makin parah, isu kelaparan, sampai pembahasan pembebasan sandera Israel.
“Ini bagian dari upaya berkelanjutan Perdana Menteri untuk cari solusi politik buat konflik Gaza,” begitu bunyi statement resmi Downing Street, dikutip dari Al Jazeera.
Reformasi Otoritas Palestina & Masa Depan Politik
Di momen itu, Starmer juga kasih apresiasi buat komitmen Abbas yang lagi ngebut ngerombak Pemerintah Otoritas Palestina. Buat info aja, Otoritas Palestina ini ngatur wilayah Tepi Barat dengan sekitar 3 juta penduduk Palestina, plus ada sekitar 500 ribu warga Israel yang tinggal di permukiman ilegal.
Kedua pihak sepakat kalau Hamas nggak akan dilibatkan lagi dalam pemerintahan Palestina di masa depan. Abbas sendiri nyambut baik dukungan Inggris yang siap mendeklarasikan pengakuan Palestina di Sidang Majelis Umum PBB akhir bulan ini.
Tapi ada catatan penting: Inggris baru bakal resmi akui Palestina kalau Israel nggak mau ubah kebijakan perang di Gaza.
Ultimatum ke Israel: Gencatan Senjata atau…
Pemerintah Starmer kasih sinyal tegas: Inggris bakal ambil langkah deklarasi pengakuan Palestina kalau Israel tetap keras kepala dan nggak mau setuju gencatan senjata dengan Hamas.
Selain itu, Israel juga didorong buat ambil langkah nyata ngatasin krisis kemanusiaan di Gaza, sekaligus komit pada perdamaian jangka panjang. Jadi, Inggris jelas lagi pasang “pressure” ke Israel biar ada jalan keluar damai.
Eropa Mulai Kompak: Bukan Inggris Doang
Yang bikin makin menarik, Inggris ternyata bukan satu-satunya negara Eropa yang siap akui Palestina. Prancis dan Portugal juga udah ngumumin rencana serupa. Artinya, makin banyak negara Barat yang mulai “shift” ke arah mendukung two-state solution (dua negara) buat nyelesaiin konflik Israel-Palestina.
Big Picture: Apa Artinya Buat Palestina & Gaza?
Kalau Inggris beneran deklarasi pengakuan Palestina, ini bakal jadi game changer besar banget. Inggris kan salah satu pemain utama di politik global, jadi langkah ini bisa jadi dorongan serius buat negara-negara lain ikut ngakuin Palestina.
Buat rakyat Palestina, khususnya yang lagi bertahan hidup di Gaza, ini bisa kasih harapan baru kalau dunia mulai lebih serius perhatiin penderitaan mereka.
Jadi gimana menurut kamu? Apakah langkah Inggris ini bakal beneran bikin jalan damai kebuka, atau justru makin bikin hubungan sama Israel panas?