Economic & Business
Spotify Naik Harga Lagi! Siap-siap, Langganan Premium Bakal Jadi Segini Mulai Oktober

Dompet auto menjerit? Spotify resmi umumin kenaikan biaya langganan Premium Individual di Indonesia per Oktober 2025. Cek harga barunya dan alesan di baliknya di sini!
JAKARTA | Guys, ada kabar penting nih buat kalian para pejuang playlist dan budak Spotify. Siap-siap rogoh kocek lebih dalem dikit ya, soalnya Spotify baru aja ngumumin bakal naikin harga langganan premiumnya lagi. Duh!
Kabar ini udah resmi, jadi bukan hoaks. Kenaikan ini bakal mulai berlaku buat tagihan kamu di bulan Oktober 2025 nanti.
Jadi, mulai Oktober, biaya langganan Spotify naik lagi jadi segini: buat paket yang paling umum, Premium Individual, harganya bakal berubah dari yang semula Rp54.990 per bulan, jadi Rp59.900 per bulan.
Pasti pada nanya, “Kenapa sih naik lagi?” Well, menurut pengumuman resmi dari perusahaan asal Swedia ini, kenaikan harga adalah bagian dari strategi bisnis mereka buat ningkatin margin keuntungan. Simply put, biar makin cuan.
Alex Norstrom, salah satu bos gede di Spotify (Co-President & Chief Business Officer), ngomong langsung ke The Financial Times.
“Kenaikan harga, penyesuaian harga, dan sebagainya, merupakan bagian dari strategi bisnis kami dan kami akan melakukannya ketika sudah tepat,” kata dia. Intinya, menurut mereka, sekarang ini adalah waktu yang pas buat naikin harga.
Kenaikan ini juga nggak cuma terjadi di Indonesia, lho. Ini adalah gerakan global yang juga berlaku di banyak negara lain di Asia Pasifik, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Eropa, sampai Amerika Latin. Jadi, hampir semua pengguna di dunia ngerasain dampaknya.
Tapi tenang, Spotify nggak cuma sekadar minta duit lebih. Kata Norstrom, kenaikan harga ini bakal dibarengi sama rencana buat ngerilis layanan dan fitur-fitur baru yang lebih keren.
Sayangnya, doi nggak ngasih bocoran fiturnya apaan aja. Tapi, ini jadi semacam “pemanis” biar kita nggak terlalu ngerasa rugi-rugi amat. Jadi, kita bisa berharap bakal ada sesuatu yang baru dan fresh buat dinikmatin sebagai gantinya. Let’s wait and see!
Langkah ini sebenernya nyambung sama usaha mereka beberapa tahun terakhir yang gencar hemat biaya. Kombinasi antara ngirit dan naikin harga ini ternyata berhasil. Buktinya, tahun lalu Spotify akhirnya bisa mencetak laba tahunan buat pertama kalinya.
Target mereka ke depan juga nggak main-main, yaitu pengen punya 1 miliar pengguna. Wow!
So, to summarize, siapin budget ekstra ya buat langganan Spotify kamu nanti.
Kenaikan ini mungkin emang bikin dompet sedikit teriak, tapi di sisi lain, ini adalah cara Spotify buat terus sustain dan ngasih kita layanan yang lebih baik lagi ke depannya (semoga).
Gimana menurut kalian, guys? Kenaikan ini masih worth it nggak buat nemenin hari-hari kalian?
source cnbcindonesia
TelkomMetra resmi melepas AdMedika Group ke Fullerton Health sebagai bagian dari strategi penataan portofolio bisnis TelkomGroup...
Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Sentimen geopolitik Timur Tengah dan ketidakpastian...
Laporan keuangan Telkom 2025 mencatat laba bersih Rp17,8 triliun. Meski tertekan depresiasi, transformasi TLKM 30 dorong...
Meta Subheadline: Telkomsat percepat digitalisasi wilayah 3T lewat layanan satelit dan pengembangan Community Gateway Wamena untuk...
Pemerintah resmi tanggung PPN tiket pesawat domestik kelas ekonomi 100 persen. Harga tiket diprediksi jadi lebih...

