Connect with us

5 Cara Bikin Anak Kuat Dan Mentalnya Tahan Banting

Lifestyle

5 Cara Bikin Anak Kuat Dan Mentalnya Tahan Banting

Ilustrasi keluarga kecil (Illustration by AI)

JAKARTA | Pertama kali masuk sekolah, wajar banget kalau orang tua deg-degan. “Apa dia bisa nyamain pelajaran? Dapet teman enggak? Nggak bully-an, kan?” Semua pertanyaan itu pasti ngelayap di kepala. Tapi tenang, ada satu skill penting yang bisa bantu anak cope dengan segala tantangan sekolah: mental kuat.

Nggak asal ngomong, lho! Menurut CNBC Make It, anak yang mentalnya kuat lebih bisa ngontrol emosi, bounce back dari kegagalan, dan nggak berlarut-larut sedih kalau ada masalah. Gimana cara train-nya? Simak 5 tips dari para ahli berikut!

1. Biarkan Anak Gagal—Justru Itu Bagus!

Masih banyak orang tua yang overprotective karena nggak tega lihat anak sedih. Padahal, kata Dr. Ken Ginsburg (ahli pediatri dari Children’s Hospital of Philadelphia), justru dengan gagal, anak belajar bangkit.

“Tugas kita bukan ngeliminasi masalah, tapi bantu mereka navigasi kegagalan,” katanya.

Contoh simpel: Kalau nilai ujian jelek, jangan langsung dimarahin. Ajak evaluasi bareng, “Apa yang bisa diperbaiki next time?”

Keyword: cara hadapi anak gagal, pentingnya kegagalan untuk anak

2. Jangan Bilang “Jangan Khawatir”—Ini Solusi Lebih Efektif

Pas anak cemas, refleks orang tua biasanya bilang, “Santai, nggak usah takut!” Tapi menurut Taryn Marie Stejskal (pendiri Resilience Leadership Institute), itu malah bikin anak ngerasa emosinya nggak valid.

Gantinya:

  • Set timer 5 menit, biarkan anak vent semua kekhawatirannya.
  • Tulis di kertas, terus “Let it go!” setelah waktu habis.

Dengan begitu, anak belajar: “Rasa cemas itu wajar, tapi nggak perlu dikunyah terus.”

Keyword: atasi anak cemas, cara hadapi anxiety anak

3. Ajakin Brainstorm: “Skenario Terburuk & Terbaik Itu Apa?

Anak takut nggak bisa jawab soal ujian? Ajak bayangin:

  • Skenario terburuk: Nilai jelek → Tapi bisa remedial.
  • Skenario terbaik: Nilai bagus → Dapet reward.

“Dengan framing kayak gini, anak sadar masalahnya manageable,” jelas Stejskal.

Keyword: bantu anak hilangkan ketakutan, teknik problem-solving untuk anak

4. Fokus ke Progress Diri Sendiri, Bukan Pujian Orang

“Lihat tuh, si A ranking 1!” â€” Kalimat kayak gini malah bikin anak self-doubtScott Mautz (eks-eksekutif Procter & Gamble) bilang, lebih baik ajak anak evaluasi diri sendiri:

  • “Apa aku lebih baik dari kemarin?”
  • “Apa yang udah aku usaha-in?”

“Dengan begitu, mereka nggak kepancing buat compare-in diri sama orang,” ujarnya.

Keyword: bangun kepercayaan diri anak, hindari comparison anak

5. Hargai Proses, Bukan Cuma Hasil Akhir

Anak ikut lomba tapi kalah? Jangan fokus ke “Kok nggak menang?”, tapi tanya:

  • “Seru nggak ikut lombanya?”
  • “Apa pelajaran berharganya?”

“Kalau terlalu fixate sama hasil, anak malah takut take risks,” kata Mautz.

Keyword: ajarkan anak growth mindset, pentingnya proses belajar

Final Thought

Membangun mental kuat itu kayak nge-gym—nggak instan, tapi hasilnya worth it. Mulai dari hal kecil kayak biarin anak nge-rasain konsekuensi alami (misal: nggak ngerjain PR = dapat konsekuensi dari guru), sampai ajak diskusi terbuka.

“Yang penting, anak tahu mereka punya support system di rumah,” pungkas Ginsburg.

Buat orang tua: Jangan overthinking! Latih anak step by step, dan lihat perkembangannya.

source cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lifestyle

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top