Connect with us

Assange Dateng ke Cannes, Bajunya Bikin Speechless

International News

Assange Dateng ke Cannes, Bajunya Bikin Speechless

Pendiri WikiLeaks Julian Assange dan Stella Assange berpose selama sesi pemotretan untuk film dokumenter “The Six Billion Dollar Man” yang dipresentasikan sebagai bagian dari Pemutaran Khusus di Festival Film Cannes ke-78 di Cannes, Prancis, 20 Mei 2025. (REUTERS/Manon Cruz)

JAKARTA | Julian Assange, bosnya WikiLeaks yang udah lama banget ngilang dari radar publik, tiba-tiba muncul di red carpet Festival Film Cannes, Selasa (20/5/2025) kemarin. Tapi yang bikin orang nggak bisa move on dari penampilannya bukan cuma karena dia baru bebas, tapi karena kaos yang dia pake—simple warna hitam, tapi full power. Di situ tertulis nama-nama 4.986 anak kecil dari Gaza yang tewas sejak perang meletus 7 Oktober 2023.

Bagian belakang kaosnya? Nggak kalah lantang. Tulisannya gede: “STOP ISRAEL.” Langsung ngena, no filter.

Jadi ceritanya, ini adalah momen publik pertama Assange sejak dia dibebaskan dari kasusnya. Dia hadir buat dukung pemutaran film dokumenter “The Six Billion Dollar Man”, yang basically ngebahas perjuangannya tentang transparansi, kebebasan informasi, dan semua isu berat yang selama ini dia angkat. Tapi yang jelas, dia nggak dateng cuma buat promo film. Lewat kaos itu, dia ngirim pesan yang loud banget: suara-suara yang dibungkam harus dibela.

Komite pendukung Assange juga buka suara. Mereka bilang aksi Assange itu kayak jeritan sunyi—nggak teriak-teriak, tapi nusuk banget. Intinya, Assange lagi pake spotlight yang sekarang dia dapet buat speak up soal tragedi kemanusiaan yang selama ini coba ditutup-tutupi.

Nama-nama anak yang tercetak di bajunya tuh bukan sembarang data. Itu real, diambil dari info resmi Kementerian Kesehatan Gaza. Sejak serangan Hamas 7 Oktober, Israel langsung bales dengan bombardir besar-besaran ke Gaza. Ribuan warga sipil tewas, termasuk hampir 5.000 balita. Israel klaim target mereka Hamas, tapi faktanya, korban paling banyak justru warga sipil. Dan mereka bilang Hamas pake warga sipil sebagai tameng, which has been widely criticized.

Aksi Assange ini jadi salah satu dari banyak gerakan politik-seni yang muncul akhir-akhir ini—kayak jadi bentuk protes kreatif di tengah kondisi dunia yang makin chaotic. Di sisi lain, Israel sempat kasih sinyal ‘boleh masuk’ buat bantuan ke Gaza, tapi cuma sekitar 100 truk lewat Kerem Shalom, dan itu juga baru setelah 2 bulan blokade total.

FYI, dari 2 Maret kemarin, Israel full nutup akses bantuan dengan alasan “demi keamanan.” Tapi banyak banget organisasi kemanusiaan kayak Médecins du Monde, Oxfam, dan Norwegian Refugee Council bilang itu bukan alasan, tapi bentuk kegagalan kemanusiaan yang brutal banget di era kita sekarang.

Nggak cukup di situ, serangan Israel yang makin intens sejak 18 Maret 2025 udah nambah jumlah korban jiwa warga Palestina lebih dari 3.000 orang. Totalnya? Sejak Oktober 2023, lebih dari 53.000 orang tewas—dan mayoritas adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. It’s heartbreaking.

Bahkan Mahkamah Internasional (ICJ) di awal 2024 udah minta Israel buat hentikan potensi genosida dan buka jalur bantuan. Sementara Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga udah keluarin surat penangkapan buat sejumlah pejabat top Israel, termasuk PM Benjamin Netanyahu, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

So yeah, Assange mungkin nggak banyak ngomong. Tapi bajunya udah bicara banyak.

source cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top