Demo terbesar bela Palestina pecah di Belanda. Massa merahkan jalan Den Haag, simbol garis merah untuk Gaza. Foto/X via Times of Israel
DEN HAAG | Weekend vibes di Belanda mendadak jadi serius banget. Minggu kemarin, jalanan di Den Haag full merah gara-gara puluhan ribu orang turun ke jalan buat bela Palestina. Literally, lautan manusia pakai outfit serba merah—nggak cuma fashion statement, tapi juga simbol “red line” alias garis batas buat kekejaman yang terus-terusan terjadi di Gaza.
Demo ini digerakin sama Oxfam Novib, NGO internasional yang concern banget soal isu-isu kemanusiaan. Mereka ngajak orang-orang buat make merah sebagai bentuk solidaritas ke warga Gaza yang terus jadi korban serangan brutal Israel.
Menurut penyelenggara, crowd-nya sampai tembus 100 ribuan orang. Gila sih—itu jadi salah satu demo paling gede di Belanda dalam dua dekade terakhir! Polisi sendiri sih nggak ngasih angka pasti, tapi media lokal dan laporan lapangan nunjukin vibes-nya memang segede itu.
Banyak suara keras dari massa demo. Salah satunya dari Rick Timmermans, 25 tahun, yang nuduh pemerintah Belanda bantu-bantu Israel lewat suku cadang buat jet tempur F-35. “Gue malu sih sama pemerintah kita, kayak nggak ada batasan etis gitu,” kata Jolanda Nio, guru 59 tahun yang juga ikutan demo.
Dan pas hari yang sama, militer Israel ngeluarin pernyataan soal operasi darat baru di Gaza. Mereka bilang, pasukan aktif dan cadangan udah dikerahkan ke wilayah selatan, tujuannya sih buat “ganggu persiapan musuh” dan nge-backup invasi darat. That’s their words. Tapi realitanya, laporan dari tim penyelamat di lapangan nyebut banyak korban sipil tewas karena serangan yang makin intens.
Flashback dikit—perang ini mulai pas Oktober 2023, gara-gara serangan besar dari Hamas ke Israel yang menewaskan 1.218 orang (mostly warga sipil) dan bikin 251 orang disandera. Sampai sekarang, masih ada 57 orang yang belum dibebasin, dan 34 di antaranya menurut militer Israel udah meninggal.
Meanwhile, Kementerian Kesehatan di Gaza ngeluarin angka terbaru: sejak Israel lanjut nyerang per 18 Maret, total korban tewas nambah lagi jadi lebih dari 53 ribu orang. Sad.
So far, Mahkamah Internasional (ICJ) yang markasnya juga di Den Haag lagi nyidangin gugatan dari Afrika Selatan. Intinya mereka nuduh Israel udah ngelanggar Konvensi Genosida PBB 1948. Tapi seperti biasa, Israel tepis tuduhan itu mentah-mentah.
So yeah, Den Haag kemarin nggak cuma merah karena fashion atau fans bola. Tapi karena kemarahan, solidaritas, dan suara keras yang lagi bilang: enough is enough.