Connect with us

Telegram Ngegas! Siap Saingi WhatsApp, Pengguna Hampir Tembus 1 Miliar

Socio-Cultural

Telegram Ngegas! Siap Saingi WhatsApp, Pengguna Hampir Tembus 1 Miliar

Ilustrasi WhatsApp. (AP/Patrick Sison)

JAKARTA | Siapa sangka, Telegram makin ngebut jadi pesaing berat WhatsApp! Sepanjang 2024, aplikasi ini mengalami lonjakan pengguna gila-gilaan. Per Juli 2024, jumlah pengguna aktif Telegram udah nyaris tembus 1 miliar—tepatnya 950 juta! Sementara itu, WhatsApp masih bertengger di puncak dengan 2 miliar pengguna per akhir 2023.

Aplikasi chatting ini didirikan oleh Pavel Durov, pengusaha asal Rusia yang sekarang bermarkas di Dubai. Durov bukan orang sembarangan—dia pernah ribut sama pemerintah Rusia gara-gara menolak membungkam oposisi di platform media sosial VK. Akhirnya, dia jual VK dan bikin Telegram sebagai tempat ngobrol yang bebas dari sensor.

“Pengguna aktif bulanan kami bakal tembus 1 miliar tahun ini. Pertumbuhan Telegram kayak kebakaran hutan!” kata Durov dalam wawancaranya dengan Reuters, Kamis (3/4/2025).

Telegram jadi pilihan banyak orang karena dianggap lebih netral dan nggak gampang diatur-atur pemerintah. Meski sempat kena tekanan buat membatasi informasi di berbagai negara, Telegram tetap bertahan dengan prinsip kebebasan berekspresi.

Tapi, ada hal yang bikin Durov lebih waspada: ancaman terhadap privasi pengguna. Menurutnya, justru Apple dan Alphabet (induk Google) yang lebih bahaya karena bisa menyensor konten dan ngintip data di HP pengguna.

Bukan cuma itu, Telegram juga sering jadi bahan perbincangan karena perannya di berbagai konflik, termasuk perang Rusia-Ukraina. Banyak orang pakai Telegram buat nyari informasi tanpa filter, tapi di sisi lain, ini juga bikin aplikasi ini rentan dipakai buat nyebarin berita hoaks.

Soal keamanan? Durov pede banget! Dia bilang sistem enkripsi Telegram tetap kuat meski berkali-kali dicoba diretas. Bahkan, FBI disebut-sebut pernah nyoba “membajak” Telegram dengan merekrut engineer-nya buat buka celah keamanan, tapi usaha itu gagal total.

Sekarang, Telegram bukan sekadar alternatif WhatsApp. Aplikasi ini udah naik level jadi salah satu platform digital raksasa sejajar sama Facebook, Instagram, TikTok, dan WeChat. Malah, ada kabar kalau Telegram siap IPO di bursa saham AS setelah mulai cuan besar.

Kenapa Dubai jadi markas besar Telegram? Durov punya alasan kuat. Menurutnya, Uni Emirat Arab adalah tempat yang netral dan aman buat ngejalanin bisnis teknologi yang nggak mau terseret urusan geopolitik.

Telegram makin kencang melaju! Apakah bakal beneran ngalahin WhatsApp? Kita lihat aja nanti!

sumber cnbcindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Socio-Cultural

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top