Connect with us

GILA! Main Judol Pake Duit Rakyat Sampe 1,2 M, Camat Medan Dicopot!

National News

GILA! Main Judol Pake Duit Rakyat Sampe 1,2 M, Camat Medan Dicopot!

Ilustrasi. Camat di Medan main judi online pakai uang Pemda. (Foto ilustrasi: AI)

Kasus KKPD Pemkot Medan disalahgunakan buat judi online dan foya-foya. Ini kronologi lengkapnya, bagaimana bisa ketahuan, dan nasib si camat sekarang. Baca biar nggak ikut-ikutan!

JAKARTA | Duh, ngeri banget kasus yang satu ini! Seorang camat di Medan, tepatnya Camat Medan Maimun, harus bye-bye dari kursinya gegara ketahuan main judi online alias judol. Yang bikin speechless, duit buat taruhannya itu ternyata uang pemerintah daerah! Gak tanggung-tanggung, nilainya nyelonong ke Rp 1,2 miliar. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, langsung ambil tindakan tegas.

Camat “Ngegym” Pakai Kartu Kredit Pemerintah
Jadi gini ceritanya. Si camat, Almuqarrom Natapradja, punya akses ke Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Kartu ini sebenernya buat keperluan dinas, tapi malah dia pelesetin. Menurut pengakuannya sendiri ke penyidik, uang segede itu dia pake buat dua hal: main judol online dan urusan pribadi. Mulai dari bayar utang, sewa rumah, sampe kebutuhan sehari-hari. Ya intinya, foya-foya pakai duit rakyat.

Tindakan Cepat Wali Kota: Langsung Dicopot!
Kebobolan kayak gini tentu aja bikin panas telinga pimpinan. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, gak mau lama-lama. Almuqarrom langsung dicut dari jabatannya sebagai Camat Medan Maimun. Kabar pencopotan ini dibenarin sama Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri Harahap. Buat nanganin kekosongan, posisinya buat sementara dipegang sama Sekcam setempat, Eva, sebagai Plt.

Hukuman Udah Jatuh: Bukan Cuma Dicopot
Nah, konsekuensinya nggak cuma berhenti di pencopotan jabatan aja. Si mantan camat ini kena hukuman disiplin berat. Statusnya sekarang bukan pejabat struktural lagi, tapi dialihkan jadi jabatan pelaksana. Efektif sejak 23 Januari 2026. Dasar perbuatannya jelas: penyalahgunaan KKPD yang keterlaluan.

Lalu, Pemkot Medan Rugi Gak Sih?
Ini yang menarik. Menurut penjelasan Subhan, kerugian materialnya justru jatuh ke bank yang nerbitin kartu kreditnya, bukan ke kas daerah Pemkot Medan. Kok bisa? Soalnya, Pemkot Medan nggak mau tanggungin atau bayarin tagihan yang nggak sesuai prosedur dan aturan itu. “Ini murni penyalahgunaan Kartu Kredit PD oleh oknum,” tegas Subhan. Jadi banknya yang lagi gigit jari.

Kok Bisa Ketahuan? Laporan dari Bank!
Kasus ini akhirnya kecium berawal dari kewaspadaan pihak bank. Mereka nge-laporin ada transaksi mencurigakan dan tunggakan tagihan yang menumpuk ke Inspektorat Kota Medan. Dari laporan itulah penyelidikan dimulai, dan akhirnya ketahuan deh kalau ada oknum pejabat yang main cantrik. “Baru ketahuan yang bersangkutan menggunakan KKPD untuk keperluan pribadi,” ungkap Subhan.

Ini pelajaran buat semua pejabat, ya! Jangan sekali-kali coba-coba main api dengan uang negara. Apalagi buat hal yang jelas-jelas haram dan merugikan kayak judol. Teknologi sekarang canggih, transaksi mencurigakan pasti ketahuan. Kayak kasus ini, ujung-ujungnya malu, jabatan ilang, dan nama baik hancur berantakan. Wali Kota Medan juga kasih sinyal kuat: siapa aja yang bandel, siap-siap aja dipermalukan dan dideal dengan tegas.

source: cnnindonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in National News

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top