Ilmuwan China nemuin varian flu sapi yang berevolusi jadi virus baru bernama Influenza D (IDV). Virus ini bisa nular ke manusia lewat udara dan udah bikin 74% warga di timur laut China terpapar. Akankah ini sinyal pandemi baru?
JAKARTA | China Lagi-Lagi Diserang Virus Baru: Influenza D (IDV)
Belum juga sepenuhnya pulih dari trauma Covid-19, China sekarang lagi was-was lagi gara-gara munculnya virus flu baru yang katanya bisa nular ke manusia. Namanya Influenza D (IDV) dan asalnya bukan dari kelelawar, tapi dari… sapi.
Peneliti di Changchun Institute of Veterinary Research baru-baru ini ngungkap kalau virus flu sapi ini udah berevolusi jadi varian baru yang mereka sebut D/HY11. Dan yang bikin ngeri, virus ini ternyata bisa berkembang biak di sel saluran napas manusia. Artinya? Potensi nular ke manusia tuh nyata banget.
Dari Sapi ke Manusia, Sekarang Bisa Lewat Udara
Tim ilmuwan China ngelakuin penelitian cukup dalam. Mereka nemuin kalau virus IDV ini bisa menular lewat udara, bukan cuma lewat kontak langsung. Tes yang mereka lakuin ke musang (hewan yang biasa jadi model uji untuk virus flu manusia) menunjukkan bahwa virus bisa pindah dari hewan sakit ke hewan sehat tanpa sentuhan fisik sama sekali.
Yang makin bikin khawatir, hasil tes darah di wilayah timur laut China menunjukkan:
74% warga udah pernah terpapar virus ini, dan
Angkanya naik jadi 97% buat orang yang punya gejala pernapasan kayak batuk, pilek, dan sesak napas.
Meskipun begitu, sampai sekarang belum ada bukti kuat kalau virus ini bisa nular antar manusia. Jadi kemungkinan besar, penularannya masih dari hewan ke manusia. Tapi tetep aja, para ahli ngingetin kalau ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Potensi Jadi Pandemi Baru? Bisa Jadi!
Kenapa semua orang langsung waspada? Karena pola evolusinya mirip banget sama virus flu babi (H1N1) dan Covid-19 dulu. Dalam eksperimen di lab, virus ini ternyata bisa bertahan dan bereplikasi di sel manusia, sapi, babi, dan anjing.
“Virus ini bisa berkembang biak dengan efisien di semua jenis sel yang diuji,” kata tim peneliti yang dikutip dari Daily Mail (20/10/2025).
Mereka juga nemuin kalau virus ini punya aktivitas polimerase tinggi bagian dari virus yang bantu dia berkembang biak. Biasanya, ini tanda virus punya kemampuan nyebar yang lebih cepat antar mamalia.
Gimana Sama Obat dan Vaksin?
Belum perlu panik dulu. Peneliti nyebut kalau virus IDV masih bisa dilawan sama obat antivirus baru yang targetnya RNA polimerase, kayak baloxavir. Tapi sayangnya, virus ini udah kebal sama Tamiflu, obat flu yang sering dipake selama ini.
Artinya, kalau virus ini nyebar lebih luas, dunia butuh strategi pengobatan baru dan tentu aja, riset buat vaksin spesifik.
Virusnya Udah Lama “Ngendap”?
Analisis serum darah dari tahun 2020–2024 nunjukin kalau virus ini sebenernya udah eksis dari lama, bahkan sebelum orang sadar. Jadi kemungkinan besar, IDV udah beredar diam-diam selama beberapa tahun terakhir di China timur laut.
Yang lebih bikin deg-degan, nggak ada pengujian rutin buat IDV di dunia saat ini. Jadi bisa aja virus ini udah nyebar ke negara lain tanpa ketahuan.
Temuan ini sekarang udah dipublikasi di jurnal ilmiah Emerging Microbes & Infections.
Dunia Ilmiah Sekarang Siaga
Belajar dari pengalaman Covid-19, para ilmuwan dan lembaga kesehatan dunia sekarang lebih waspada banget terhadap segala bentuk virus dari hewan (zoonosis). Mereka lagi pakai teknologi canggih, mulai dari genetic sequencing virus satwa liar sampai tes darah manusia, buat mantau evolusi virus-virus kayak gini.
Tujuannya jelas biar bisa siapin obat dan vaksin lebih cepat sebelum virusnya keburu bikin kekacauan global.
Kesimpulan: Belum Pandemi, Tapi Harus Waspada
Untuk sekarang, belum ada bukti IDV bisa nyebar antar manusia kayak Covid dulu. Tapi kalau evolusinya terus berlanjut dan adaptasinya makin kuat, bukan nggak mungkin dunia bakal ngadepin ancaman pandemi baru.
So yeah, kita belum OTW pandemi lagi… tapi lebih baik waspada daripada nyesel.