Connect with us

Luna Maya Punya Alasan Tak Biasa Jadi EP Desember Jani, Ceritanya Ternyata Dekat dengan Hidupnya

Entertainment

Luna Maya Punya Alasan Tak Biasa Jadi EP Desember Jani, Ceritanya Ternyata Dekat dengan Hidupnya

Luna Maya
(Foto: Eny Handayanih/Popers.id)

Luna Maya langsung menerima tawaran bergabung setelah melihat potensi cerita film terbaru Palari Films ini. Ada kisah keluarga yang terasa begitu dekat dengannya dan Sigi Wimala juga punya pesan menyentuh untuk para orang tua.

JAKARTA, POPERS.ID – Luna Maya mengungkap alasan di balik keputusannya menjadi eksekutif produser film Desember Jani. Bukan sekadar kesempatan bekerja sama, film ini menyimpan cerita yang terasa dekat dengan pengalaman Luna sebagai seorang anak perempuan.

Luna Maya mengaku sudah lama mengagumi film-film produksi Palari Films. Jadi, ketika kesempatan berkolaborasi datang, ia tak perlu berpikir lama untuk menerima tawaran tersebut.

“Jujur saya adalah salah satu penggemar film-film dari Palari. Dari sebelum-sebelumnya saya sudah banyak sekali nonton film dari Palari dan I’m a big fan of Palari sebenarnya,” kata Luna Maya dalam konferensi pers di Metropole XXI, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Luna Maya
(Foto: Eny Handayanih/Popers.id)

Ia juga melihat potensi besar dalam cerita Desember Jani dan berharap kisahnya bisa sampai kepada penonton.

“Saya melihat ada potensi di sini. Potensi itu yang menurut saya ini harus nyampe ke penonton,” ujar Luna.

Kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari menjadi alasan lain yang membuat Luna semakin ingin terlibat. Menurutnya, kisah keluarga dalam film ini menyentuh pengalaman yang bisa dirasakan banyak orang.

“Ini juga menjadi salah satu cerita yang jujur dekat dengan saya, dan itu yang membuat saya juga sangat-sangat ingin berada di posisi sebagai EP di sini,” ungkapnya.

Sigi Wimala: Ibu Bisa Lelah dan Salah Bicara

Di Desember Jani, Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia menyimpan rasa bersalah setelah anak sulungnya, Julia, pergi dari rumah.

Sigi menilai film ini mengingatkan bahwa rasa lelah dan komunikasi yang keliru bisa membuat persoalan kecil berkembang menjadi masalah besar.

“Sebagai orang tua tunggal, Winnie harus jadi segalanya di rumah. Pulang kerja sudah capek, dan capek itu sering keluar dalam bentuk marah. Bukan karena tidak peduli. Yang sebenarnya ingin dia bilang cuma, ‘Ibu khawatir sama kamu,’” kata Sigi.

Ia berharap kisah Winnie bisa membuat para orang tua lebih berbaik hati kepada diri sendiri.

“Aku berharap orang tua yang menonton bisa sedikit lebih lembut pada diri sendiri. Lelah itu manusiawi, salah bicara juga bisa terjadi. Yang penting, kita masih mau mencoba bicara lagi dengan anak kita,” tambahnya.

Sinopsis dan Daftar Pemain Desember Jani

Desember Jani mengikuti kisah empat perempuan dari tiga generasi yang tinggal dalam satu rumah: Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua anaknya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri).

Ketika Julia pergi tanpa pamit, Jani menyimpan sesuatu yang belum terucap. Ia dihadapkan pada pilihan: terus diam demi kakaknya atau akhirnya bicara kepada sang ibu. Di tengah penantian akan kepulangan Julia, masing-masing anggota keluarga perlahan menghadapi luka dan perasaan mereka sendiri.

Film ini juga dibintangi Hyori Mika dan Chempa Puteri, yang menyanyikan ulang lagu “Kopi Kaleng” karya Harlan Boer sebagai soundtrack. Sementara itu, Tutie Kirana tampil sebagai Oma yang hangat dan jenaka.

Disutradarai Ariani Darmawan, Desember Jani baru saja menjalani world premiere di Tokyo International Film Festival ke-39 dan meraih Special Mention di kompetisi Asian Future. Film produksi Palari Films ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Entertainment

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top