Entertainment

Hari Kedua Grand Final Bintang Radio 2026, Pop Daerah Bawa Warna Nusantara ke Panggung

Published on

Bintang Radio 2026
(Foto: Eny Handayanih/Popers.id)
JAKARTA, POPERS.ID – Sepuluh finalis Bintang Radio 2026 kembali berkompetisi pada hari kedua Grand Final di Gedung RRI Jakarta, Rabu (28/10/2026). Mereka membawakan lagu pop daerah dari berbagai wilayah, lalu menghadapi tantangan lewat lagu-lagu populer lintas generasi.

Billy Christopher Supit dari RRI Singaraja membuka penampilan dengan lagu “Sue Orang Jamu” dari Jawa Tengah di Grand Final Bintang Radio 2026 hari ke-2. Leony Almeira Sinter dari RRI Banjarmasin membawakan “Si Patokaan”, sementara William Wijaya dari RRI Jakarta menyanyikan lagu Jambi “Dodoi Si Dodoi”.

Nuansa daerah berlanjut lewat lagu “Kicir-Kicir” dari DKI Jakarta yang dibawakan Kanaya Sheva Alea Gershan dari RRI Makassar, serta “Es Lilin” dari Jawa Barat oleh Muhammad Angga Fahlika dari RRI Samarinda. Keysha Diva Azzahra Putri Susanto dari RRI Semarang memilih lagu “Butet”.

Bintang Radio 2026
(Foto: Eny Handayanih/Popers.id)

Muhammad Hamzah dari RRI Pontianak menyanyikan “Wayawai Windawe” dari Papua. Hugies Imelca Putri dari RRI Lampung membawakan “Cik Cik Periuk”, Umar Thalib La Waru dari RRI Kendari menyanyikan “Sengko” dari Sumatera Utara, dan Shasyelfa Setyaning dari RRI Bandung tampil dengan “Bolelebo”.

Pergantian lagu dan warna musik membawa suasana panggung melintasi berbagai daerah. Para finalis juga mengenakan busana daerah yang mereka bawa dari wilayah masing-masing, menambah nuansa Nusantara dalam penampilan.

Pada sesi lagu challenge, Umar Thalib menyanyikan “Bercelona”, Hugies Imelca Putri membawakan “Dulu”, dan Billy Christopher Supit memilih “Semut Hitam”. Leony Almeira tampil dengan “Cintaku Padamu” yang dipopulerkan Ita Purnamasari, sedangkan Muhammad Angga Fahlika menyanyikan “Malam Biru”.

Keysha Diva membawakan “Sinaran”, William Wijaya memilih “Bawalah Cintaku”, dan Shasyelfa Setyaning tampil dengan lagu “Takkan Apa”. Muhammad Hamzah menyanyikan “Ada Kamu”, sementara Kanaya Sheva Alea Gershan menutup sesi dengan “Mengapa” dari Nike Astria.

Juri Bemby Noor menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat. Menurutnya, beberapa peserta menunjukkan aura bintang dan kualitas yang kuat, sementara penampilan hari kedua menghadirkan dinamika dibandingkan hari sebelumnya.

“Pesertanya tahun ini paling oke, paling punya aura bintang,” kata Bemby saat wawancara di Gedung RRI Jakarta, Kamis (29/10/2026).

 Ia juga menilai lagu daerah menjadi ujian tersendiri karena setiap lagu memiliki karakter, gaya bernyanyi, dan skala vokal yang berbeda. Para finalis, menurutnya, mampu menghadapi tantangan tersebut.

Bemby turut menyoroti penampilan Billy saat membawakan “Semut Hitam”. Ia melihat Billy menyesuaikan gaya vokal dan kostumnya dengan karakter lagu yang bernuansa rock. Bemby mengaku terkesan dengan penampilan para finalis dan menantikan hasil penjurian.

Juri Ferdy Tahier mengatakan penilaian tidak hanya bertumpu pada teknik vokal, tetapi juga penguasaan panggung dan aura bintang. Ia menyebut para finalis mengejutkan juri karena hasil penampilan hari kedua tidak selalu sama dengan kesan yang terbentuk pada hari pertama.

“Sekarang kita benar-benar mikir lagi. Memang benar-benar surprising,” ujar Ferdy. Ia menambahkan bahwa penilaian juri dilakukan berdasarkan kualitas peserta, sementara voting turut berkontribusi sebesar 30 persen.

Mytha Lestari juga mengapresiasi peningkatan penampilan para finalis. Ia menilai mereka lebih menikmati panggung dan tampil lebih siap pada hari kedua. Menurut Mytha, busana daerah yang dikenakan peserta turut memperkuat penampilan, meski lagu yang dibawakan tidak selalu berasal dari daerah mereka.

Mytha mengatakan pemilihan lagu challenge menjadi tantangan karena sebagian lagu berasal dari era yang belum akrab bagi para peserta. Meski demikian, para finalis dinilai mampu menghafal dan menginterpretasikan lagu dengan baik.

“Yang dicari bukan hanya kemampuan untuk lomba, tapi juga penyanyi yang siap masuk industri,” kata Mytha. Ia menambahkan, para juri tidak mengetahui pilihan lagu setiap peserta sebelumnya karena penentuan lagu dilakukan oleh pihak RRI.

Lewat dua sesi tersebut, para finalis memperlihatkan kemampuan mereka membawakan lagu daerah sekaligus menginterpretasikan repertoar populer yang menantang. Rangkaian penampilan hari kedua menjadi bagian penting dalam proses penjurian untuk menentukan Bintang Radio Indonesia 2026. (EH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version