JAKARTA, POPERSD.ID — Matter Mos dan Dere resmi merilis singel kolaborasi perdana mereka, “Senyum Tidurnya”, pada 16 Oktober 2026. Lagu ini mengajak pendengar membayangkan sejenak beristirahat dari ketidakpastian, memberi ruang bagi pikiran, batin, dan hati untuk tenang.
Lahir dari latar belakang yang terasa dekat, proses kreatif lagu ini berlangsung spontan. Nuansa hip-hop Matter Mos berpadu dengan permainan gitar ritmis Dere, menghasilkan warna yang segar dan intim.
“Sebagai sesama anak Jakarta Timur, rasanya pengin aja kolaborasi sama Dere. Awalnya gue ingin melibatkan Dere di proyek yang sudah ada, tapi ketika Dere main ke rumah, kepikiran kenapa nggak buat kolaborasi yang benar-benar baru? Jadi proses itu mengambil 4 jam. We just work on it, find the melody, mencari lirik, apa segala macam di situ. Ada Jinan juga yang berbagi ide selama kita mengerjakan proyek ini,” ujar Matter Mos, yang memiliki nama asli Fadhil Alamudi.
Bagi Dere, ide melodi gitar lagu ini sebenarnya sudah tersimpan sejak sekitar dua tahun lalu. Ia merasa ide tersebut baru menemukan tempat yang pas saat menulis bersama Matter Mos.
“Tiba-tiba saat tulis bareng Matter Mos, ide gitarnya datang lagi dan ternyata suasananya benar-benar terasa ‘cocok’. Akhirnya, ide gitar itu langsung kita rekam, Matter Mos naikin pitch dan buat beat drumnya, lalu kita langsung isi-isi lirik. Setelah beberapa jam ngulik dan ngobrol ke sana ke mari, lagunya jadi,” kata Dere.
Tak hanya merilis audio, keduanya juga menghadirkan video visual yang disutradarai Jovian Fraajie. Terinspirasi ritme groovy lagu, video ini menampilkan siluet Matter Mos dan Dere menari dalam permainan cahaya gelap-terang dengan tiga warna: jingga, biru, dan hijau. Jingga mewakili semangat, biru menggambarkan keragu-raguan, sementara hijau menjadi perpaduan keduanya sekaligus lambang harapan.
Permainan warna dan siluet membuat videonya terasa sederhana, tetapi tetap punya karakter. Tarian memberi energi pada visual, sementara perubahan warna membantu menerjemahkan isi lagu tanpa membuatnya terasa terlalu harfiah. Pilihan ini juga terasa pas dengan suasana “Senyum Tidurnya”—ada kegelisahan, ada semangat, lalu ada harapan untuk akhirnya bisa beristirahat dengan tenang.
“Sebelumnya gue sudah pernah menari di klip ‘Sujud’, begitu pun Dere di ‘Puspa’. Jadi pada saat dengar ketukan ‘Senyum Tidurnya’ yang asyik, kayaknya wajib ada tarian di sini,” ujar Matter Mos.
“Senyum Tidurnya” kini tersedia di berbagai layanan musik digital. Semoga lagu ini menemukan tempat di hati para pendengar. Selamat mendengarkan.