Entertainment

Synchronize Fest 2026 Dibuka dengan Suara Kegelisahan dari Efek Rumah Kaca, The Jansen hingga Barasuara

Published on

Synchronize Fest 2026
JAKARTA, POPERS.ID – Hari pertama Synchronize Fest 2026 menghadirkan kemeriahan sekaligus pesan sosial di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki edisi ke-11, festival ini membawa semangat perjalanan sejak 2016 lewat rangkaian penampilan spesial dan beragam warna musik Indonesia.

Synchronize Fest 2026 dibuka dengan aksi semiakustik Efek Rumah Kaca di hadapan Forest Stage. Cholil Mahmud dan kawan-kawan membawakan “Di Udara” serta “Mosi Tidak Percaya” di tengah kerumunan warga-wargi dan para Penerka.

Synchronize Fest 2026 juga mengawali hari dengan kolaborasi bersama kolektif Jakarta 32°C dan KontraS. Pesan sosial yang disuarakan lewat pertunjukan dan visual menjadi bagian dari suasana festival, sejalan dengan slogan tahun ini, “It’s not just a festival, it’s a movement!”

Setelah sesi pembuka, Efek Rumah Kaca naik ke Forest Stage dan melanjutkan penampilan dengan lagu “Putih”, “Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”, hingga “Cinta Melulu”. Penampilan tersebut mengantar penonton memasuki hari pertama yang dipenuhi pertunjukan lintas panggung di Synchronize Festival 2026.

Sepanjang sore hingga malam, penonton dihadapkan pada pilihan jadwal yang berdekatan. Afgan dan Monkey To Millionaire membuka District Stage dan XYZ Stage, sementara The Changcuters tampil di Dynamic Stage. Di Gigs Stage, kolektif hip-hop Gnarly Club langsung membuka rangkaian penampilan.

Selepas jeda Magrib, Rumahsakit dan Romantic Echoes tampil bersamaan di panggung berbeda. Potret, The Jansen, dan Sal Priadi kemudian turut membuat penonton membagi perhatian di antara sejumlah panggung.

Sejumlah pertunjukan khusus menjadi sorotan hari pertama. Perunggu membawakan format Pertunjukan Dalam Dinamika bersama Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia dan para kolaborator, termasuk Cholil Mahmud, Alit Djarot, Bismo Triastirtoaji, dan Pandu Priyanto. Ribuan penonton memadati Dynamic Stage untuk menyaksikan penampilan tersebut.

Di XYZ Stage, pertunjukan “Punk Sejak Dini” mempertemukan Sakinah Mawaddah Warahmah, Sukses Lancar Rejeki, dan Sukatani. Sementara itu, Geisha mengajak penonton bernostalgia lewat “A Retrospective Journey”, yang mempertemukan dua vokalis lintas generasi, Narova ‘Momo’ Morina dan Regina Poetiray.

Pertunjukan lintas genre “4 Sehat 5 Nampol” menghadirkan Orkes Nunung CS, Orkes Pensil Alis, Benang Kenur, Feel Koplo, dan Mingse. Project Pop menutup rangkaian pertunjukan spesial dengan perayaan 30 tahun perjalanan mereka, disertai kemunculan kejutan RAPOT, Wika Salim, KOTAK, dan Feel Koplo.

Selain panggung utama, penonton juga bisa menikmati penampilan di Gigs Stage, Oleng Upuk, Panggung Getar, serta area baru RedWhite Jazz Lounge yang dikurasi Indra Lesmana. Berbagai area ini menghadirkan pilihan mulai dari musik independen dan DJ set hingga aktivitas seputar jazz.

Pesan sosial turut hadir melalui instalasi Jakarta 32°C dan visual dari sejumlah musisi di panggung. Setelah hari pertama yang padat dengan pertunjukan dan kolaborasi, Synchronize Festival 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 18 Oktober 2026. tiket Daily Pass tersedia melalui situs resmi Synchronize Festival.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version