National News

Sosialisasi Program Bangga Kencana di Pesawaran: BKKBN Ajak Keluarga Merencanakan Masa Depan dengan Bijak

Published on

Bangga Kencana
PESAWARAN, POPERS.ID | Dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja, perencanaan keluarga dan pengasuhan anak menjadi sorotan di Balai Desa Lumbi Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Kamis (15/10/2026) .

Kegiatan Program Bangga Kencana ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn.; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, S.Sos., M.Si.; dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesawaran Drs. Nur Asikin, M.IP.

Rahmawati Herdian menyampaikan bahwa BKKBN akan membawakan materi tentang keluarga berencana dan keluarga. Materi lebih lengkap, kata dia, disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung bersama tim.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberi manfaat bagi para peserta.

“Semoga saya bisa memberikan manfaat yang baik untuk Bapak dan Ibu semua,” ujar Rahmawati dalam sambutannya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana mencakup pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Pendampingan BKKBN, menurutnya, berlangsung sepanjang siklus hidup, mulai dari remaja hingga lansia.

Ia menilai pembinaan remaja penting karena mereka kelak menjadi calon pembentuk keluarga. Karena itu, pernikahan dan kehidupan keluarga perlu direncanakan dengan baik, termasuk soal kesiapan usia, waktu kehamilan, jumlah anak, dan jarak kelahiran.

Soetriningsih juga mengingatkan bahwa mengurus anak merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyampaikan usia ideal menikah yang dianjurkan, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Pertimbangan kesiapan fisik, pendidikan, pekerjaan, dan tanggung jawab ekonomi menjadi bagian dari perencanaan tersebut.

“Menikah tanpa perencanaan yang baik akan berdampak kurang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kabupaten Pesawaran Nur Asikin menyebut keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Ia mengajak pasangan untuk menjalankan peran domestik dan publik melalui kerja sama serta komunikasi.

Menurutnya, pengasuhan anak bukan hanya urusan salah satu pihak. Ia juga menjelaskan empat hak anak, yaitu hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi.

Nur Asikin turut menyinggung stunting, yaitu kondisi ketika anak tidak tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Pemenuhan kebutuhan anak dan dukungan keluarga, katanya, penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka.

Dalam paparannya, ia menyampaikan beberapa layanan yang berkaitan dengan keluarga. Program Tamasya dapat membantu pengasuhan anak bagi keluarga yang orang tuanya bekerja. Ia menyebut saat ini terdapat satu Tamasya di Pesawaran.

Ia juga menjelaskan program Sidaya yang didukung posyandu dengan sasaran seluruh siklus hidup, dari ibu hamil hingga lansia. Dukungan bagi lansia mencakup layanan kesehatan, kegiatan sekolah lansia, dan penguatan ekonomi.

Nur Asikin turut menyampaikan tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang antara lain mendorong diskusi keluarga. Salah satu contohnya adalah membicarakan pilihan keluarga berencana bersama pasangan.

Sosialisasi Program Bangga Kencana ini diisi dengan penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab, serta pengundian doorprize. Kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dan foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version