Connect with us

Sigit Wardana Bikin Suasana SWAG Edisi 157 Makin Hidup, Bawakan Empat Lagu Andalan

Entertainment

Sigit Wardana Bikin Suasana SWAG Edisi 157 Makin Hidup, Bawakan Empat Lagu Andalan

Sigit Wardana
(Foto: Eny Handayanih/Popers.id)
JAKARTA, POPERS.ID — Sigit Wardana tampil sebagai performer ketiga dalam gelaran SWAG Edisi 157 yang berlangsung di Twin House Kalla, Kalijaga, Jakarta, 6 Oktober 2026.

Dalam penampilannya yang berlangsung sekitar pukul 20.30–21.00 WIB, Sigit Wardana membawakan empat lagu yang sudah akrab di telinga penikmat musik, yakni “Bis Kota”, “Luka Tak Berdarah”, “Saat Bahagia”, dan “Tak Mungkin”.

Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Sebelum naik panggung, Sigit Wardana juga menjalani checkline dan ceksound pada pukul 16.45–17.30 WIB untuk memastikan kesiapan penampilan meskipun jam checkline dan ceksound mundur .

Sigit Wardana
(Foto: Eny Handayanih/Popers.id)

Sigit tidak tampil sendirian. Ia didukung band pengiring dengan Aldin pada Cajon, sementara Leon pada keyboard dan Tomi pada Gitar turut mengisi permainan musik di atas panggung.

Kolaborasi antara vokal Sigit dan permainan musik para personel band membuat penampilannya terasa lebih hidup. Format panggung yang relatif intim di Twin House Kalla juga memberi ruang bagi karakter vokal Sigit untuk lebih menonjol.

Empat Lagu, Satu Paket Nostalgia

Membuka penampilan dengan “Bis Kota”, Sigit langsung membawa penonton masuk ke suasana musik yang lekat dengan perjalanan kariernya.

Setelah itu, suasana berlanjut melalui “Luka Tak Berdarah” dan “Saat Bahagia”, sebelum ditutup dengan “Tak Mungkin”.

Pemilihan empat lagu tersebut terasa cukup efektif karena memberikan variasi emosi dalam durasi penampilan yang tidak terlalu panjang. Sigit tidak sekadar mengandalkan popularitas lagu, tetapi juga memberikan warna personal melalui cara membawakannya secara langsung.

Bagi penonton yang sudah mengenal karya-karya Sigit Wardana, setlist ini seperti perjalanan singkat melewati sejumlah lagu yang punya tempat tersendiri dalam ingatan mereka.

Penampilan Sigit Wardana Terasa Natural dan Tidak Berlebihan

Sigit terlihat nyaman ketika berada di atas panggung. Gesturnya tidak dibuat berlebihan. Ia cukup aktif bergerak mengikuti suasana lagu, tetapi tetap menjadikan vokal sebagai pusat perhatian. Cara Sigit memegang mikrofon dan membangun ekspresi ketika bernyanyi juga memperlihatkan bahwa ia lebih mengandalkan penghayatan lagu ketimbang aksi panggung yang terlalu ramai.

Hal menarik lainnya terlihat dari interaksi visual antara Sigit dan pemain keyboard. Aldin di Cajon terlihat menjaga fondasi musik dengan permainan keyboard yang menjadi penopang vokal Sigit. Keduanya terlihat cukup menyatu sehingga penampilan terasa seperti pertunjukan yang sudah dipersiapkan, bukan sekadar sesi tampil spontan.

Dari sisi visual, kedua video memang direkam dari suasana panggung yang cukup dekat. Justru kondisi tersebut membuat penampilan terasa intim dan personal, seolah penonton ikut berada di depan panggung.

Yang paling terasa adalah karakter Sigit sebagai performer yang tidak perlu terlalu banyak gimmick untuk menarik perhatian. Ketika lagu sudah kuat dan vokal menjadi senjata utama, panggung sederhana pun tetap bisa terasa hidup.

Satu sisi Sigit Wardana yang cukup kuat sebagai performer live: vokalnya menjadi pusat, band menjadi penguat, sementara suasana venue membuat keseluruhan penampilan terasa hangat dan dekat dengan penonton.

Jika ada satu hal yang membuat penampilan ini menarik, bukan sekadar daftar lagunya, melainkan bagaimana Sigit mampu membuat lagu-lagu tersebut tetap terasa relevan ketika dibawakan secara langsung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Entertainment

BLACKPINK New Album & World Tour 2025 #blackpink #blinks #worldtourdeadline
RESAH HATI EPS 4 #resahhati #contentreligi #syiar #tebarkebaikan
RASULULLAH & PARA SAHABAT Eps 3

Facebook

Culture

To Top